31.6 C
Jakarta
14 Mei, 2021.

Mengintip Kinerja PT Adaro Energy Tbk

Pekerjaan tambang batu bara PT Adaro Energy. (Foto: Adaro)

Perusahaan tambang batu bara papan atas, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mematok target produksi batu bara sebesar 52-54 juta ton pada tahun 2021. Jika dibanding capaian tahun 2020, terjadi penurunan. Sementara untuk nisbah kupas ditetapkan sebesar 4,8x lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Hal tersebut karena mengikuti sekuens penambangan dan perusahaan harus mengupas lapisan penutup dengan volume yang lebih besar.

Manajemen Adaro memastikan untuk tetap disiplin dalam penggunaan belanja modal (capex). Panduan capex tahun 2021 ditetapkan pada kisaran USD 200 juta sampai USD 300 juta. Target belanja modal ini meliputi pemeliharaan rutin dan capex pertumbuhan.

Adapun EBITDA operasional pada tahun 2021 berada pada kisaran USD 750 juta – USD 900 juta. “Walaupun pemulihan ekonomi diperkirakan akan berdampak positif terhadap batu bara, perusahaan harus tetap berhati-hati untuk mengantisipasi ketidakpastian,” kata Mahardika Putrantor, Corporate Secretary & Investor Relations Division Head dalam keterangan resminya lewat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.

Sepanjang 2020, Adaro mencatat total produksi batu bara sebesar 54,53 juta ton pada 2020 atau turun 6% dibandingkan tahun 2019.  Pencapaian tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan panduan tahun 2020 yang ditetapkan sebesar 52-54 juta ton.

Hal ini terjadi sebagai dampak dari pandemi Covid-19 serta faktor cuaca yang telah mempengaruhi kinerja perusahaan. Capaian produksi tahun lalu itu lebih rendah dibandingkan perolehan tahun sebelumnya.

Demikian halnya dengan volume penjualan batu bara pada tahun 2020 tercatat mencapai 54,14 juta ton. Angka ini juga lebih rendah  9% dibanding tahun lalu. Khusus di kuartal IV, Adaro memproduksi 13,43 juta ton dan menjual 13,39 juta ton batu bara, atau masing-masing turun 3% dan 8% dibandingkan Kuartal IV tahun 2019.

Dari sisi penjualan, pada tahun 2020 didominasi oleh E4700 dan E4900 yang didukung oleh permintaan yang solid bagi kedua jenis batu bara ini. Pasar Asia Tenggara meliputi 49% dari penjualan tahun 2020, dipimpin oleh Indonesia dan Malaysia. Selain itu terjadi peningkatan permintaan dari Thailand dan Vietnam berkat adanya operasi pembangkit listrik baru.

Adapun total pengupasan lapisan penutup pada 2020 mencapai 209,48 million bank cubic meter (Mbcm), atau turun 23% dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut sejalan dengan panduan perusahaan untuk menurunkan nisbah kupas tahun ini.

Nisbah kupas Adaro pada tahun 2020 mencapai 3,84x, di bawah panduan nisbah kupas yang ditetapkan sebesar 4,30x. Sedangkan pada kuartal IV nisbah kupas mencapai 49,06 Mbcm, atau turun 21% dibandingkan tahun lalu. Ini membuat nisbah kupas tercatat sebesar 3,65x. hal ini terjadi karena pada Kuartal IV diwarnai dengan cuaca basah seiring curah hujan yang tinggi dan jam hujan yang panjang di area tambang utama sejak bulan November.

“Cuaca yang kurang baik di hampir sepanjang tahun merupakan tantangan bagi perusahaan untuk mencapai panduan nisbah kupasnya,” ujar Mahardika Putranto.

Related posts

346356
Users Today : 715
This Year : 58816
Total Users : 345656
Views Today : 8930
Total views : 8971390
Who's Online : 21
Your IP Address : 3.236.222.124
Server Time : 2021-05-14