Jakarta, Equipment Indonesia – Menara penerangan (lighting tower) tergolong peralatan pendukung dalam operasi tambang. Namun, fungsinya sangat vital di lokasi-lokasi tambang yang belum terjangkau oleh jaringan PLN. Di area-area seperti ini, menara lighting tower akan menjadi sumber penerangan utama, dan harus menyala selama 12 jam, sejak pukul 18.00 sore hingga 06.00 pagi. Sebab itu, jika ditenagai oleh mesin diesel, biaya operasinya akan sangat mahal.

Untungnya, saat ini sudah ada solusi-solusi untuk menekan biaya operasi lighting tower konvensional. Salah satu opsinya adalah penggunaan hybrid power, khususnya solar panel. Lighting tower ini mengkombinasikan generator (mesin diesel) dengan solar panel. Solusi ini sangat ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia. karena cahaya matahari yang sangat terik beredar cukup lama di atas bumi Indonesia. Tetapi, tingkat curah hujan yang tinggi di banyak lokasi tambang menyulitkan proses penyimpanan energi listrik. Akibatnya, hybrid power seperti ini lebih mengandalkan mesin diesel ketimbang tenaga surya. Artinya, aplikasinya tetap tidak efisien.
“Banyak hybrid lighting tower yang mengkombinasikan solar panel dengan diesel engine lebih banyak memanfaatkan generator daripada solar panel. Problemnya, solar panel tidak bisa menyala dalam jangka waktu lama karena energinya cepat habis, sehingga yang dibakar tetap bahan bakar diesel,” kata Paul Sun, pendiri PT. Multi Equipment Indonesia (MEI) saat menjelaskan produk hybrid lighting tower terbaru yang dipasarkan perusahaannya kepada Majalah Equipment Indonesia baru-baru ini.
“Meski sinar matahari di Indonesia melimpah, namun solar panel yang ada hanya dapat bertahan selama 3 hingga 5 jam, dan tidak ada yang menyala semalaman. Akibatnya, kalau hybrid lighting tower itu harus menyala sepanjang malam, maka BBM yang dipakai untuk menyalakan generator. Ini jelas boros dan tidak ramah lingkungan,” ujarnya.
Berangkat dari persoalan itu, MEI menawarkan solusi hybrid lighting tower yang bisa menyala sepanjang malam tetapi bahan bakar minyak tetap hemat, bahkan sangat irit. Bagaimana caranya? “Singkirkan solar panel, dan gunakan baterai. Genset hanya digunakan untuk mengisi baterai, dan yang mentenagai lighting tower selanjutnya adalah baterai,” kata Paul meyakinkan.
Genset, kata Paul, akan mengisi baterai selama tiga jam pertama dan selanjutnya menara lampu itu akan menyalar selama sembilan jam dengan mengandalkan tenaga baterai. Jadi, secara keseluruhan MULTI hybrid lighting tower akan menyala selama 12 jam tanpa jeda.
Karena mengandalkan tenaga baterai, maka pemakaian bahan bakar minyak (BBM) pada produk MULTI ini sangat efisien. “Kapasitas tangki BBM mesin kami ini sebanyak 100 liter, dan tidak perlu diperbesar seperti pada produk-produk sejenis yang lain. Karena pengecasan baterai hanya selama tiga jam, maka konsumsi bahan bakarnya dalam sehari sangat sedikit. Dalam sebulan mesin ini akan menghabiskan sekitar 100 liter saja,” ujarnya.

Selain keunggulan dari sisi teknologi, benefit lain yang ditawarkan MEI kepada pelanggan-pelanggannya adalah masa garansi yang sangat panjang, bahkan Paul mengklaim lebih lama dari supplier menara lampu mana pun yang dipasarkan di Indonesia saat ini. “Kami memberikan garansi selama dua tahun untuk generator (engine) dan altenator. Tidak ada batasan jam selama rentang waktu dua tahun itu. Bahkan garansi lampu-lampunya hingga lima tahun,” ungkapnya.
Untuk menjamin kemudahan mobilisasi dan stabilitas unit-unit di lokasi kerja, MEI menawarkan dua opsi, yaitu menggunakan roda dan skid. Skid untuk menara penerangan adalah alas yang memungkinkan lighting tower dipindahkan di berbagai lokasi, yang ditarik menggunakan loader atau dozer. Menara penerangan tipe skid sering digunakan di industri pertambangan karena dirancang agar lebih stabil dan tahan lama. “Unit-unit lighting tower MULTI datang dari pabrik dengan dua opsi itu. Customer tinggal pilih opsi yang sesuai dengan kebutuhan mereka di lokasi kerja,” imbuhnya.
Untuk menjaga safety, meski sudah menggunakan skid, unit-unit hybrid lighting tower MULTI juga dilengkapi dengan stabilizer (outrigger) agar dudukannya lebih stabil. Jika kontur tanahnya miring, setelan stabilizer ini yang akan membantu membuatnya menjadi rata.
Paul menambahkan, MULTI hybrid lighting tower telah dilengkapi dengan berbagai fitur pintar untuk memudahkan pengoperasian dan juga pemeliharaan.
Berkomentar mengenai pasar yang disasar produk ini, Paul mengatakan bahwa dewasa ini banyak perusahaan tambang yang peduli pada isu sustainability. “Penggunaan MULTI hybrid lighting tower yang sangat sustainable ini merupakan salah satu cara untuk menekan emisi karbon dari perusahaan-perusahaan yang peduli pada isu-isu lingkungan dan safety,” pungkasnya. #
(Untuk informasi lebih lanjut mengenai MULTI Hybrid Lighting Tower MULTI, silahkan menghubungi kontak PT. Multi Equipment Indonesia di bawah ini: Whatsapp: +62-812-8757-5482 & +62-816-1777-9168; Telepon Kantor: +62-21-5568-7245; Website: https://multiequipmentindonesia.co.id/)




















