34.8 C
Jakarta
Nov 26, 2020.
Business Top News

Penjualan Alat Global Diperkirakan Turun 16%

Grafik menunjukkan riwayat penjualan (merah), prakiraan Pre Covid (abu-abu) dan prakiraan yang direvisi (oranye)

Pandemi Covid-19 memicu turunnya penjualan alat konstruksi di hampir setiap negara di dunia tahun ini, dengan penjualan global diperkirakan turun 16%, tetapi keadaannya akan jauh lebih buruk jika bukan karena China, menurut laporan perusahaan riset pasar Off-Highway Research, seperti dilansir khl.com (28/8).

Belanja pemerintah Cina untuk merangsang pertumbuhan ekonomi akan mendongkrak pertumbuhan pasar alat berat sekitar 14% yang memungkinkan penjualan di China mencapai level tertinggi setelah stimulus besar-besaran yang dikucurkan pemerintah negeri tirai bambu itu sebelumnya pada tahun 2010-2011. Sebelum wabah Covid-19, penjualan di China diperkirakan turun pada tahun 2020 karena pasar melewati puncak siklusnya.

“Pasar Cina telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa sejak April 2020 dan hal ini pasti akan meredam kelesuan industri alat berat global. Kami memperkirakan akan terjadi soft landing pada tahun 2021, tetapi kami juga memperhatikan resesi panjang dan berat yang terjadi setelah ledakan stimulus tahun 2010-11. Saya berharap kita bisa petik banyak pelajaran dari sejarah,” kata managing director Off-Highway Research, Chris Sleight.

Menurut dia, kalau Cina dihapus dari angka global, dampak Covid-19 jauh lebih parah. Volume akan turun 27% tahun ini di seluruh dunia, dibandingkan dengan tahun 2020. Ini akan membawa volume ke level terendah sejak 2010. Namun, Off-Highway Research berharap kembali terjadi pertumbuhan  pada 2021.

“Perkiraan-perkiraan ini didasarkan pada dua asumsi utama,” ujar Sleight. “Pertama, kami berasumsi bahwa pandemi Covid-19 terburuk telah berlalu dan bahwa, jika terjadi infeksi gelombang kedua pada musim dingin di Belahan Bumi Utara, tindakan-tindakan untuk mengatasinya akan jauh lebih tepat sasaran daripada sekedar memaksa orang-orang mengunci diri di rumah.

“Kedua, kami berasumsi bahwa tanggapan kebijakan dari para pemerintah di seluruh dunia akan tetap cerdas dan mendukung. Bisnis-bisnis yang layak harus dibantu melewati masa sulit saat ini, pekerjaan-pekerjaan harus dilindungi, dan kami sekarang mencari belanja stimulus untuk menggairahkan kembali pertumbuhan ekonomi.” #

83 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Related posts