Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Iklan Multi
Iklan Multi
Example 728x250
AftermarketTop News

Solusi Komprehensif Hydac untuk Optimalisasi Performa Alat Berat

15
×

Solusi Komprehensif Hydac untuk Optimalisasi Performa Alat Berat

Share this article
Kantor pusat PT Hydac Technology Indonesia di Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tengerang Selatan, Banten, dengan fasilitas lengkap, termasuk gudang suku cadang dan workshop. Foto: Dok. PT Hydac Technology Indonesia
Example 468x60

PT Hydac Technology Indonesia menawarkan solusi filtrasi bahan bakar dan oli yang sudah teruji untuk berbagai mesin industri, termasuk peralatan berat.

ALTRAK

Salah satu persoalan besar yang mendera industri alat-alat berat yang bekerja di berbagai sektor di Indonesia adalah buruknya kualitas bahan bakar. Pemakaian bahan bakar, terutama diesel, yang kotor punya dampak luar biasa bagi mesin. Sistem pembakarannya tidak optimal. Tenaga mesin berkurang dan emisi gas buangnya  beracun. Bahkan, bahan bakar yang kotor bisa memicu kerusakan dini pada komponen-komponen mesin seperti injektor. Pemakaian filter-filter bahan bakar pun boros. Jika mesin sering diservis, total cost of ownership (TCO) semakin mahal, downtime-nya tinggi sementara produktivitasnya rendah.

Ada banyak faktor yang membuat mutu bahan bakar di Indonesia rendah. Proses pengolahan (penyaringan) minyak mentah menjadi Bahan Bakar Minyak (diesel) yang kurang bersih, misalnya, menyebabkan kandungan sulfurnya  sangat tinggi. Kadar sulfur tinggi menyebabkan korosi, endapan pada tangki, dan kerusakan mesin. Penyimpanan yang terlalu lama dan kondisi tangki yang kotor juga menyebabkan kualitas BBM turun karena rentan tercemar air atau mikroba.

Problem ini tidak hanya terjadi pada bahan bakar diesel tetapi juga biodiesel (campuran antara solar dengan fame) yang harus dikonsumsi oleh mesin-mesin industri, termasuk peralatan berat. Saat ini Pemerintah sudah mewajibkan penggunaan B40 pada mesin-mesin industri, dan sedang berencana untuk menaikkannya lagi ke B50, meski para pelaku industri menentang rencana itu. Jika kebijakan ini dipaksakan tanpa ada upaya-upaya untuk memperbaiki kwalitas bahan bakar, maka bukan hanya performa mesin yang menurun yang berdampak terhadap rendahnya produktivitas,  tetapi juga TCO ikut semakin membengkak sehingga merugikan para pemilik armada atau mesin.

Namun, masalah tersebut bukan tanpa solusi. PT Hydac Technology Indonesia menawarkan berbagai teknologi untuk mengoptimalkan performa mesin-mesin industri, termasuk peralatan berat, sehingga produktivitas unit semakin tinggi dan total biaya kepemilikan lebih terjangkau, sebagaimana diungkapkan Managing Director PT Hydac Technology Indonesia, Rudy Karimun, kepada Majalah Equipment Indonesia di kantornya, Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Jumat (13/3/2026).

Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan engineering ini menyediakan beragam solusi untuk industri, termasuk sektor konstruksi dan pertambangan. Menurut Rudy, HYDAC menawarkan solusi filtrasi komprehensif untuk bahan bakar dan oli (hidrolik maupu pelumas) guna meningkatkan kebersihan cairan (ISO 4406), memperpanjang umur berbagai komponen, dan meningkatkan efisiensi operasional. “Solusi HYDAC yang paling simpel adalah filtrasi untuk diesel dan biodiesel, oli, dan juga untuk separasi air. Jadi, kita tawarkan bukan cuma produknya, tetapi juga solusi komprehensif dalam bentuk sistem,” jelas Rudy.

Meski melayani kebutuhan filtrasi untuk banyak industri, namun yang banyak digarap perusahaan tersebut belakangan ini adalah solusi HYDAC untuk mesin-mesin pertambangan dan pembangkit listrik karena permintaannya sangat tinggi. Rudy menjelaskan, berbagai teknologi dan solusi yang ditawarkan PT Hydac Technology Indonesia semuanya berasal dari Jerman, namun desain dan perakitannya dilakukan di Indonesia. Bahkan kerangka dan beberapa komponen dipasok oleh vendor-vendor lokal. 

Baca Juga :  IVECO Dikembangkan Dengan Konsep 3R

 “Semua desain dan perakitannya dikerjakan oleh para insinyur berkualitas di Indonesia. Itu sebabnya berbagai peralatan, teknologi dan solusi dari HYDAC International sangat cocok digunakan untuk semua mesin dari brand apa pun yang beroperasi di Indonesia,” ujarnya saat mendampingi tim Majalah Equipment Indonesia meninjau fasilitas workshop-nya yang luas dan megah.

Rudy menambahkan, berbagai engine yang digunakan untuk mentenagai alat berat maupun pembangkit listrik dan yang lainnya dewasa ini semakin canggih dan moderen, terutama yang common rail, menuntut tingkat kebersihan bahan bakar yang sama. Ini berlaku bukan hanya mesin-mesin Eropa, Jepang dan Korea, tetapi juga yang buatan China. Pada akhirnya semua mesin membutuhkan bahan bakar yang bersih untuk menjamin performa prima. Untuk itu diperlukan sistem filtrasi yang bagus, dan HYDAC menjawab semua kebutuhan itu dengan menghadirkan solusi-solusi filtrasi yang sangat cocok untuk semua engine, apapun brand-nya.

“Solusi-solusi yang kami tawarkan sudah disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan para customer yang beroperasi di pertambangan. Untuk filtrasi B40, misalnya, kami menyediakan filtrasi mulai dari main tank (tangki utama) sampai ke unit-unit alat berat. Intinya, di mana kebersihan itu dituntut, kita bisa berikan solusinya. Bahkan juga sampai ke solusi alat pengukurnya, sehingga bisa dimonitor kebersihannya.”

Rudy menggarisbawahi, solusi-solusi yang ditawarkan HYDAC, seperti filtrasi bahan bakar dan oli, termasuk untuk separasi air dari bahan bakar B40, sangat penting untuk menjamin optimalisasi performa mesin. Sebab, bahan bakar minyak, terutama solar, di Indonesia sangat kotor. Sementara biodiesel B40 memiliki kandungan air sangat tinggi.Jika sudah disaring dan dipisah, maka yang masuk ke tangki mesin hanya betul-betul bahan bakar.

Filtrasi dan separasi air sangat penting karena engine alat berat sensitif dan high tech (berteknologi tinggi) dengan tenaga yang dihasilkan sangat besar. Dan, semua engine modern, apalagi yang common rail, membutuhkan bahan bakar yang bersih sesuai standar pabrikan. Namun, dalam praktik di industri pertambangan Indonesia, kebersihan solar tidak menjadi perhatian utama mulai dari proses produksi, pengiriman, penyimpanan hingga tangki mesin. “Solar tidak selalu bersih baik sejak proses produksi dan pengirimanya hingga tangki penyimpanan utama. Di sini mutlak diperlukan solusi-solusi filtrasi HYDAC,” ungkapnya.

Rudy menjelaskan, teknologi filtrasi HYDAC berfungsi menyaring bahan bakar sejak dari tangki penyimpanan utama hingga tangki mesin. Yang disaring bukan hanya kotoran tetapi juga memisahkan solar dari kandungan air yang ada di dalamnya. Dia mencontohkan B40 yang memiliki kandungan air yang tinggi. Bahkan HYDAC memiliki alat yang bisa dipasang langsung pada tangki mesin untuk melakukan penyaringan terakhir. Teknologi ini, kata dia, sangat spesifik dengan elemen filter yang sintetik secara penuh dan memiliki kinerja sangat bagus dalam proses penyaringan dan pemisahan air dari bahan bakar. Setelah proses filtrasi dan separasi, HYDAC juga memiliki teknologi untuk memonitor dan mengukur tingkat kebersihan solar sesuai yang dibutuhkan. “Semua upaya itu perlu dilakukan supaya masalah breakdown dan low power pada mesin, termasuk alat berat, dapat dicegah sedini mungkin,” imbuhnya. 

Rudy Karimun (paling kiri) bersama Andreas (kedua dari kiri) berfoto di kantor Cabang PT Hydac Technology Indonesia di Balikpapan, Kalimantan Timur. Foto: Dok. PT Hydac Technology Indonesia

Untuk menjamin kebersihan bahan bakar yang sudah disaring, HYDAC menyediakan alat monitoring untuk mengukur secara rutin tingkat kebersihan, yaitu Fluid Cleanliness Unit (FCU). Namun, Rudy mengingatkan, tingkat kebersihan bahan bakar yang ideal untuk masing-masing mesin berbeda-beda. Alat ukur ini membantu mengetahui tingkat kebersihan supaya solusinya paling sesuai. Dia mencontohkan, ISO kelas 18, 16, 13 itu sebelum dimasukkan ke mobil tangki. Sesudah dari mobil tangki, sebelum dimasukkan ke dalam alat berat, itu sudah di level 15. Makin ke bawah makin bersih.

Baca Juga :  Epiroc Dukung Operasi Tambang Ramah Lingkungan

HYDAC juga menawarkan sensor-sensor yang mendukung sistem hidrolik untuk pengetesan silinder dan transmisi. Selain itu, perusahaan ini menyediakan alat pompa hidrolik, cooler, akumulator dan masih banyak produk lainnya yang dapat dipasang (retrofit) pada alat berat.

Di samping beragam teknologi dan solusi tersebut, HYDAC juga menyediakan  alat pengetesan yang dibutuhkan dalam operasi tambang, seperti mengetes silinder hidrolik dan transmisi. Dan ada satu solusi lagi yang masih tergolong langka, yaitu alat kalibrasi. Rudy mengklaim produk ini hanya ada satu di ASEAN, yaitu yang dimiliki oleh PT HYDAC Technology Indonesia di BSD ini. Manfaat utama alat kalibrasi ini adalah untuk memastikan akurasi dan kinerja optimal komponen-komponen mesin, yang berdampak pada peningkatan produktivitas, keselamatan kerja, efisiensi bahan bakar, serta umur pakai alat yang lebih panjang. Kalibrasi juga memastikan alat-alat memenuhi standar regulasi, mengurangi risiko kecelakaan, dan mencegah downtime tak terduga.

Berkomentar mengenai teknologi dan solusi yang begitu beragam, Rudy mengatakan HYDAC melayani beragam industri di Indonesia. Selain konstruksi dan pertambangan, perusahaan ini mendukung industri-industri pembangkit listrik baik PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) maupun PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), pulp and paper, pabrik baja, dan berbagai industri lainnya. Namun, ada dua industri yang porsinya cukup besar saat ini karena pasarnya sedang tumbuh pesar, yaitu pertambangan dan pembangkit listrik. 

Jamin pasokan suku cadang dan teknisi profesional

Fasilitas workshop PT Hydac Technology Indonesia di kantor pusatnya yang terletak di Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tengerang Selatan, Banten. Foto: Dok. PT Hydac Technology Indonesia

 

Menjelaskan berbagai benefit yang diperoleh para customer dengan menggunakan solusi-solusi filtrasi HYDAC, Rudy mengatakan berbagai teknologi dan solusi yang ditawarkan perusahaan ini berkualitas tinggi sehingga sangat tepat dipakai untuk mesin-mesin modern yang menuntut tingkat kebersihan bahan bakar dan pelumas yang tinggi tetapi dengan biaya paling rendah. “Mesin-mesin tambang yang mengaplikasikan solusi-solusi yang ditawarkan HYDAC memiliki tenaga yang tenaga yang kuat, produktivitas dan efisiensi tinggi serta downtime rendah karena tidak mengalami breakdown akibat bahan bakar dan oli yang kotor,” ujarnya.

Baca Juga :  Komatsu Group Indonesia dan United Tractors Hibah Alat Berat Untuk Penanggulan & Pemulihan Bencana

Solusi-solusi yang ditawarkan HYDAC juga diklaim Rudy paling murah, terutama dari sisi total cost of ownership. Meski harga per item produk HYDAC lebih mahal dari kompetitor, tetapi karena kualitas dan after sales yang jauh lebih bagus, sehingga total cost of ownership produk-produk HYDAC jauh lebih murah dari yang lain. “Untuk solar,  bukan harga per filter yang dilihat, tetapi berapa rupiah yang dihabiskan untuk menyaring satu liter solar. Harusnya lebih rendah. Itulah persaingan yang kita selalu pastikan kita bisa penuhi. Jadi, bukan harga per unit filter, tetapi total cost of ownership. Kalau, misalnya, filter murah tetapi hasil filtrasinya tidak bersih, itu sebenarnya buang uang,” jelas Rudy.

Selain hasil filtrasi yang sangat bagus, PT Hydac Technology Indonesia didukung oleh tim engineering yang memiliki kompetensi yang mumpuni yang mampu merancang dan merakit commission system yang dibutuhkan, mulai dari sistem filtrasi, dispensing, hingga flushing sesuai dengan  kebutuhan para customer lokal Indonesia. “Dengan dirancang di Indonesia, maka komponen-komponen pendukung tidak perlu diimpor dari luar, tetapi bisa dihasilkan di dalam negeri sehingga harganya juga bisa lebih murah,” ungkapnya.

Perusahaan ini juga mendukung para pelanggan dengan layanan purna jual yang sangat baik. Tim PT Hydac Technology Indonesia menangani mulai dari desain komponen-komponen pendukung, pemasangan filter station, pump station agar pemompaan bisa dilakukan dengan efisien, analisa kebersihan bahan bakar sesuai keinginan pelanggan, hingga pemantauan dan pengukuran dengan alat ukur secara berkelanjutan. “Jadi, pre-sales dan after sales yang baik sampai ke analisa yang baik dan berjalan dengan operasional, kebersihan solar yang masuk bisa berubah-ubah dan kita bisa begitu banyak opsi untuk memberikan solusi yang paling tepat,” imbuhnya.

Menurut Rudy, layanan purna jual sekaligus juga menjadi pembeda HYDAC dengan para pesaing. Sebagai contoh, dia menyebut HYDAC memiliki banyak teknisi berkualitas yang bisa melakukan servis rutin dan mengunjungi para pelanggan dimanapun mereka berada. Para teknisi ini bukan hanya memperbaiki tetapi juga memberi analisa mulai dari kebersihan, pengukuran, hingga memberi konsultasi. Jasa ini tidak hanya dilayani dari kantor pusat di Jakarta, tetapi juga oleh kantor-kantor cabang seperti yang ada di Balikpapan (Kalimantan Timur) dan Sumatera Selatan untuk melayani wilayah Sumatera. Bahkan HYDAC Technology Indonesia juga menempatkan tim teknisi di lokasi tambang (site) pelanggannya.

Bahkan HYDAC juga membantu kontraktor-kontraktor tambang besar yang memiliki alat ukur kebersihan pelumas. Bila alat ini mengalami kendala, HYDAC bisa memberi layanan perbaikan secara langsung di Indonesia tanpa harus dibawa ke laboratorium di luar negeri. Hasil perbaikannya pun akurat dan downtime bisa dipangkas. 

Selain memiliki tim teknisi yang mumpuni, HYDAC Technology Indonesia juga memiliki ketersediaan suku cadang (spare parts) yang bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Dengan ketersediaan suku cadang dan tim servis yang semakin dekat dengan lokasi-lokasi operasi para pelanggan, HYDAC mampu mengatasi persoalan-persoalan yang menimpa mesin-mesin mereka sehingga menjamin performa unit yang optimal dan produktivitas tinggi serta bebas breakdown akibat kwalitas bahan bakar dan pelumas yang kotor. EI

Iklan Berca