
Bukan rahasia lagi kalau forklift bikinan Jepang dan/atau eks Jepang menjadi buruan pasar di Indonesia. Tak heran kalau populasi forklift buatan produsen-produsen asal Jepang di tanah air relatif lebih banyak dibandingkan produk-produk bikinan dari negara-negara lain. Maklum konsumen Indonesia cenderung mengidentikkan mesin-mesin made in Japan dengan karakteristik-karakteristik seperti ketangguhan, reliability dan versatility.
Menurut Frando dari PT Kharisma Esa Unggul, sampai saat ini populasi forklift buatan Jepang di dunia industri Indonesia mencapai 60-70 %. Unit-unit itu mudah ditemui di kawasan-kawasan industri. Merk-merk populernya seperti Sumitomo, Toyota, Mitsubishi dan TCM.
PT Kharisma Esa Unggul merupakan agen forklift Sumitomo di Indonesia. Menurut Frando, populasi forklift Sumitomo di Indonesia hingga kini mencapai sekitar 3000 unit. Beberapa perusahaan penggunanya adalah Aqua, DHL, CKB, Ceva Logistik, P&G, produsen minuman Pocari Sweat dan masih banyak lagi yang lainnya.
Frando menerangkan, produk-produk forklift Sumitomo yang dipasarkan PT Kharisma Esa Unggul diimpor langsung dari Jepang. Bagaimana cara membuktikannya? Dia menunjuk stiker berhologram JIVA yang tertempel di bagian dashboard setiap unit yang dijualnya. “Inilah yang menjamin keaslian dan orisinalitasnya,” ungkapnya kepada Majalah Equipment saat ditemui pada pameran INAPA,pertengahan Maret lalu di JI-Expo Kemayoran, Jakarta.
Unit yang ditempeli stiker berlogo JIVA ini benar-benar asli sekaligus menunjukkan kalau produk yang ditempel stiker tersebut benar-benar sudah memenuhi persyaratan mutu dari Pemerintah Jepang.
Apa saja kehebatan yang dimiliki forklift Sumitomo? Frando menyebutkan, daya tahan baterenya berkisar 8-10 jam untuk type QuaPro-R. Jenis forklift ini sudah mendapat Energy Conserving Machinery Award dari The Japan Machinery Federation dan juga mendapat Good Design Awards di antara merk Jepang lainnya pada tahun 2012. Nanti baterenya ini di-charge selama kurang lebih 8 jam, sampai stroom power-nya penuh.
Kedua, kualitas forklift ini sangat terjamin karena diimpor built-up dari Jepang. Harganya pun sangat bersaing.
Ketiga, bodinya benar-benar kompak sehingga mudah bermanuver, sekalipun beroperasi di lokasi dan jalanan yang tidak terlalu luas. Medan lapangan yang sangat terbatas sekalipun, bukan kendala berarti baginya.
Keempat, pengoperasian sehari-hari simpel dan tak rumit. Rodanya awet, penggantian dilakukan antara 2 hingga 3 tahun.
Kelima, suku cadangnya selalu ready stock di agen penjualan Sumitomo, PT Kharisma Esa Unggul. Selain itu, tenaga teknisi, yang jumlahnya mencapai 60 personel, selalu standby. Jumlah sebanyak itu dapat meyakinkan para end user bahwa semua persoalan akan cepat teratasi, sekaligus menunjukkan tingginya perhatian mereka terhadap urusan perawatan dan teknis pemeliharaan.
Frando meyakinkan bahwa produk Sumitomo ini akan terus menjadi pilihan forklift favorit di sini karena SOP pemakaian rutinnya sudah mendukung motto hemat energi yang dicanangkan Pemerintah Indonesia, sekaligus mendorong penggunaan energi bersih tanpa emisi karbon, yakni energi listrik.

















