Isuzu Karawang Plant akan meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan kendaraaan niaga di Indonesia juga untuk meningkatkan kualitas produk Isuzu agar memenuhi standar kualitas global.

PT. Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) akhirnya meresmikan Isuzu Karawang Plant sebagai pabrik baru perakitan kendaraan. Dengan beroperasinya pabrik baru ini, maka mulai Indonesia menjadi basis ekspor ketiga di dunia setelah Jepang dan Thailand. Pengoperasian fasilitas ini akan meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan kendaraaan niaga di Indonesia juga terutama untuk meningkatkan kualitas produk Isuzu agar memenuhi standar kualitas global.
“Isuzu Karawang Plant sebagai pabrik baru Isuzu siap memproduksi varian kendaraan komersial baru baik kendaraan kecil, menengah maupun kendaraan besar, sehingga pada akhirnya Indonesia dapat menjadi basis produk global Isuzu di luar Jepang,” tandas Presiden Direktur PT. IAMI, Yohanes Nangoi, saat meresmikan pabrik yang berada di kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur ini, awal April lalu.
“Pabrik baru ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru Isuzu di Indonesia sebagaimana visi Isuzu untuk menjadi No.1 di segmen komersial di Indonesia sehingga dapat memberi kontribusi riil sebagai motor penggerak ekonomi Indonesia,” kata Yohanes Nangoi.
Ia menjelaskan, pabrik baru ini akan dapat meningkatkan kapasitas produksi dari semula terpasang sebesar 52.000 unit per tahun meningkat menjadi 80.000 unit per tahun. Dengan building area seluas 20.000 m2 (20 hektare) dari total area 30.000 m2 (30 hektare), pabrik baru ini siap memproduksi kendaraan truk kelas ringan (Light Truck) yaitu Isuzu Elf dengan kapasitas mencapai 45.000 unit per tahun dan truk kelas menengah (Medium Truck) yaitu Isuzu Giga sebanyak 7.000 unit per tahun.
Fasilitas produksi yang dimiliki Isuzu Karawang Plant saat ini terdiri dari framing, welding, painting, assembling, warehouse, vehicle stock, dan tear down area dengan menerapkan konsep environment and safety, quality, cost and delivery (EQCD). Pada area ini juga dibangun gedung perkantoran yang digunakan oleh divisi technical, production, product planning dan purchasing.
Peresmian dilakukan oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Perindustrian Rahmat Gobel, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Presiden dan Perwakilan Direktur Isuzu Motors Limited Susumu Hosoi, Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto, dan segenap direksi IAMI.
Menteri Saleh Husin, dalam sambutannya, mengharapkan agar PT IAMI terus menjadi lokomotif perekonomian Indonesia dengan tetap memberikan kontribusi positif, terutama dalam bidang ekspor kendaraan niaga.
Ia juga menegaskan, peresmian pabrik baru Isuzu merupakan bukti kalau Indonesia masih kompetitif sebagai negara tujuan investasi, terutama dari sektor otomotif. Selain bisa membantu perekonomian nasional, pabrik baru Isuzu juga menambah jumlah lapangan kerja baru. “Pabrik baru ini akan menyerap tenaga kerja baru sampai 1.000 orang, menggandeng 104 mitra perusahaan pemasok lokal tier satu dan 504 perusahaan tier dua,” urai Saleh.
President & Representative Director Isuzu Motors Limited pada kesempatan ini menyebutkan bahwa Indonesia merupakan basis produksi negara berkembang. “Hingga saat ini, basis produksi kendaraan komersial Isuzu meliputi tiga negara termasuk Indonesia. Untuk kendaraan komersial bagi negara-negara maju yang telah meggunakan Euro II ke atas, basis produksinya terletak di Fujisawa, Jepang. Sementara Thailand menjadi basis produksi untuk kendaraan komersial kecil (light commercial vehicle). Sedangkan Indonesia sendiri akan menjadi basis produksi kendaraan komersial kecil dan menengah bagi negara-negara berkembang,” ungkapnya.
Masanori mengungkapkan optimisme pabrik Isuzu di tengah pangsa pasar kendaraan niaga yang menurun. “Data penjualan kendaraan niaga Isuzu setiap tahun terus mengalami peningkatan, yakni untuk local content meningkat dari 6% menjadi 20 %. Pabrik Isuzu tetap optimis karena kendaraan niaga masih menjadi kebutuhan utama. Basis sentral tetap di Jepang, sementara Indonesia dan Thailand menjadi basis produksi untuk negara-negara berkembang,” tegasnya.
Namun, Yohannes Nangoi mengungkapkan, target planning perseroan untuk mengekspor kendaraan ke negara-negara berkembang dalam bentuk utuh atau completely build up (CBU) belum bisa dioptimalkan karena baru komponen saja yaitu block engine yang diekspor ke Thailand dan selanjutnya dari Thailand akan dipasarkan ke berbagai negara. “Untuk ekspor block engine sudah dilakukan, yaitu setiap tahun sebanyak 250 ribu,” imbuhnya.
Ia mengakui, mempersiapkan ekspor kendaraan dalam bentuk utuh tidak mudah. “Perlu melihat fluktuasi pasar niaga dari negara yang hendak diekspor karena cenderung bergerak stagnan. Diharapkan kegiatan ekspor dapat berjalan sesuai yang ditargetkan sambil menunggu dari prinsipal.”
Tahun ini PT. Isuzu Astra Motor Indonesia membidik penjualan sebanyak 39.000 unit (naik 37,91%) dari realisasi tahun 2014 sebanyak 28.278 unit. “Kami optimis, penjualan Isuzu jenis Elf dan Giga akan meningkat seiring dengan program pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur,” pungkasnya. Isuzu hanya akan memproduksi dua jenis kendaraan komersial di pabrik baru ini, yakni, 45.000 unit ELF dan 7.000 unit truk menengah Giga.@



















