Kubota Machinery Indonesia menyediakan tiga jenis mesin pertanian yang handal, produktif dan mudah dirawat mulai dari traktor empat roda untuk pengolahan lahan, mesin penanam padi hingga alat panen.
Mesin penanam padi SPW – 48C

Mesin penanam padi (rice transplanter) ini melakukan penanaman dengan empat baris secara bersamaan, yang dilakukan dengan kecepatan tinggi, serta jumlah benih yang ditanam seragam. Sistem penanaman dapat disesuaikan, dan tetap menjaga jarak antar tanaman dalam satu baris, serta jumlah bibit yang ditanam dapat diatur sesuai dengan jarak tanam.
Tingkat kedalaman tanam bibit dapat diatur menjadi 5 tingkatan dengan hanya menggunakan tuas sehingga akar tanaman dapat tumbuh secara optimal. Kedalaman penanaman yang stabil dapat tetap terjaga bahkan pada kondisi permukaan tanah yang bergelombang.
Hasil penanaman menggunakan rice transplanter sangat presisi dan akurat seperti layaknya menanam menggunakan tangan manusia.
Penanaman dilakukan dengan cakar penanam yang ada pada bagian bawah mesin. Cakar penanam itu anti karat dan tidak merusak bibit.
Sistem pengoperasian mesin dapat dimulai dengan sangat mudah, bahkan oleh operator yang belum berpengalaman sekalipun. Selain itu, desain alatnya ringkas dan ringan sehingga mampu menanam di berbagai kondisi baik di lahan sawah yang dalam maupun petakan sawah yang sempit. Mesin tersebut mudah dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Mesin penanam padi SPW – 48C memiliki dimensi tempat bibit besar. Pengisian bibit mudah dilakukan sehingga proses penanaman berjalan lancar dan efisien.
Tenaga mesin sanggat tangguh dan handal bahkan pada kondisi lahan yang dalam atau lahan dengan tekstur tanah yang liat atau lengket. Dan penghematan bahan bakar menjadikan biaya operasional lebih murah.
Roda berdiameter besar 660 mm, daya cengkram roda yang mantap mampu menghasilkan pengemudian yang lebih handal dan bertenaga bahkan pada lahan persawahan yang dalam. Roda berdiameter lebar juga mampu membuat pengoperasian penanaman lebih stabil dalam berbagai kondisi lapangan.
Tuas ketinggian dapat dengan mudah disesuaikan dengan jangkauaan operator sehingga efisiensi kerja dapat maksimal. Tuas pengontrol mudah terjangkau sehingga pengoperasian penanaman dapat dijalankan dengan lancar. @



















