

Pameran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020 dibuka secara resmi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang dihelat di Jakarta Convention Centre (JCC), Kamis (5/3). Meski digelar di tengah kekhawatiran wabah Coronavirus (Covid-19), eksibisi ini diikuti oleh hampir semua pemain kendaraan komersial di Indonesia dan berbagai industri pendukungnya.

Masyarakat dan para pelaku usaha juga sangat antusias menyaksikan eksibisi dua tahunan ini. Buktinya, hingga hari terakhir, berdasarkan catatan panitia, jumlah pengunjung mencapai 10.539 orang. Meski sedikit turun tetapi jumlah ini relatif tidak jauh berbeda dengan jumlah pengunjung pada GIICOMVEC 2018 yang mencapai 10.607 orang.
Ketua umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, dalam sambutannya mengakui pasar kendaraan komersial pada tahun 2019 lesu. Faktor pemicunya beragam, termasuk gejolak di industri pertambangan, khususnya industri batubara karena harga komoditas yang cenderung rendah. Dia berharap pasar mulai membaik pada tahun 2020 ini.
Meski berlangsung dalam kondisi pasar yang belum normal, karena bisnis tambang batubara belum juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan meluasnya ancaman wabah Covid-19, Yohannes menyatakan bangga karena beberapa eksibitor menjadikan GIICOMVEC 2020 sebagai panggung untuk meluncurkan produk-produk baru. Beberapa pemain di segmen medium dan heavy duty truck, meluncurkan kendaraan-kendaraan baru untuk memenuhi tuntutan pasar.
Hino Ranger FG 235 JU yang dukung Program Zero ODOL

PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), agen truk Hino di Indonesia, meluncurkan truk terbaru medium duty, yaitu Hino Ranger FG 235 4×5. Truk Hino terbaru ini ditujukan untuk pasar pengangkutan kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, dengan kapasitas angkut 54 unit sepeda motor dan 4 unit mobil.
Truk ini memiliki total panjang 11.950 mm dan ruang kargo extra panjang hingga 9,8 meter. Dengan wheelbase 7.030 milimeter, Hino Ranger FG 235 JU lebih stabil dan aman membawa kendaraan yang hendak dikirim.
Truk anyar ini memiliki GVW 15,1 ton yang dilengkapi dengan Full Air Brake System agar kendaraan dapat mengerem dengan maksimal. Selain itu, juga dilengkapi dengan rear camera untuk membantu pengemudi melihat kondisi di bagian belakang kendaraan, sehingga lebih aman ketika akan parkir atau mundur.
Fitur lainnya adalah side under mirror untuk membantu melihat di bagian yang tidak terjangkau atau blind spot. Bagi pengemudi, untuk mengurangi kelelahan ketika berkendara, Hino Ranger FG 235 JU telah dilengkapi dengan Seat Air Suspension, yaitu kursi pengemudi dengan suspensi udara yang dapat meningkatkan kenyamanan bagi pengendaranya.
Hino series Ranger FG 235 JU ini merupakan bentuk dukungan Hino kepada pemerintah untuk program Zero ODOL (Over Dimension Over Load). “Kehadiran Hino Ranger FG 235 JU menjadi solusi bagi para pembisnis yang memiliki persoalan dengan truk mereka yang terkait dengan regulasi ODOL. Truk ini menjadi solusi yang tepat untuk efisiensi dalam bisnis logistik. Apalagi truk Hino ini memiliki kapasitas ruang kargo dan wheelbase terpanjang di kelasnya sehingga lebih aman dan stabil di perjalanan,” papar Masto Uchida, Presiden Direktur HMSI.
Selain unit ini, Hino juga tengah mengembangkan tipe-tipe lainnya, seperti Hino Ranger truk 8×2 cargo yang merupakan terbesar kapasitasnya di rigid model, dan 6×2 Tractor Head yang siap menarik beban berat namun sesuai dengan regulasi yang berlaku. Karena truk-truk ini memiliki pembagian beban merata ke seluruh sumbu roda yang ada sehingga mengurangi berat hanya pada satu titik tumpuan tertentu ke jalan.
Fighter FN61FL HD (6×2) & eCanter
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor untuk kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC), meluncurkan varian baru Medium Duty Truck (MDT) Fighter FN61FL HD (6×2) chassis panjang pada ajang GIICOMVEC 2020.
Peluncuran Fighter FN61FL HD (6×2) ini untuk menjawab kebutuhan pasar akan kendaraan yang bertenaga, dimensi lebih besar, peningkatan kenyamanan, perawatan mudah, serta dapat disesuaikan dengan regulasi kendaraan niaga.
Varian ini melengkapi varian sebelumnya yaitu Fighter FN61FL (6×2) yang juga ikut dipamerkan selama GIICOMVEC 2020. Dengan penambahan lineup baru ini, maka secara total ada 18 varian Fighter yang kini dipasarkan FUSO di Indonesia.
“Saya bangga produk profesional MDT kami, yaitu Fighter menerima banyak respons positif dari konsumen. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2019 lalu, Fighter berkontribusi meningkatkan pangsa pasar yang cukup signifikan di segmen MDT dari 24,4% pada Januari 2019 menjadi 28,3% pada Januari 2020,” ujar Atsushi Kurita, Presiden Direktur KTB.
Pada GIICOMVEC 2020 ini, KTB juga untuk pertama kali memamerken truk listrik eCanter. Ini merupakan truk yang sepenuhnya beropreasi secara elektrik, tidak mengeluarkan gas buang, bebas kebisingan dan getaran sehingga bisa mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Kendaraan masa depan ini ditenagai oleh 6 modul batrei bertegangan tinggi. Dengan daya sebesar itu, jarak tempuh yang bisa dicapai mencapai 100 km dengan catatan batrei disi penuh dan kapasitas muatan 75%.
Hanya saja, kendaraan ini masih merupakan kendaraan masa depan di Indonesia. Di Jepang, Amerika Serikat dan Eropa kendaraan eCanter sudah dikomersialkan. Tetapi di Indonesia belum bisa diproduksi massal dan dikomersialkan karena regulasi mobil listrik belum ada. Selain itu, infrastruktur pendukung untuk pengisian batrei belum banyak tersedia.
Duljatmono, Direktur Marketing KTB, mengatakan eCanter ini cocok digunakan untuk mengangkut logistik di dalam kota. “Kami sebagai market leader siap memberikan solusi kebutuhan pasar terhadap produk yang full electrical truck. Tinggal pasar kapan butuhnya, regulasi dan infrastruktur kapan bisa siapnya,” pungkasnya.
FAW Mulai Garap Segmen Pasar On-road
Sejak menjadi agen FAW pada tahun 2009 lalu, PT Gaya Makmur Mobil lebih banyak menyasar segmen off-road baik pertambangan maupun logging. “Jadi, di atas 50% kita jual di off-road,” ujar Triyono Rahmad, General Manager Sales & Marketing PT Gaya Makmur Mobil saat ditemui di sela-sela event Gaikindo Indonesia International Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020 di Jakarta Convention Centre (JCC), Kamis (5/3).
Karena sudah kurang lebih 10 tahun menangani pasar off-road, Tri mengatakan, PT Gaya Makmur Mobil sudah memiliki pengalaman dalam memberikan support kepada customer di remote area. Biasanya support terhadap customer di offroad, menurutya, dengan langsung mendatangi site atau lokasi kerja yang terdapat di hutan-hutan terpencil.
Tetapi disadari bahwa market off-road ini tidak segemuk pasar on-road. Itu sebabnya, menurut Tri, mulai tahun ini manajemen mencoba untuk mulai fokus menggarap segmen truk on-road, meski tidak berarti segmen off-road ditinggalkan.
“Momen GIICOMVEC ini mulai memperbanyak di on-road karena market di on-road jauh lebih besar. Tentu dengan pengalaman mam-back up di medan yang lebih sulit, di remote area, di hutan, kami sekarang dengan masuk ke on-road ini diharapkan penjualannya makin banyak,” ujar Tri.
Ia menambahkan, kelesuan di industri tambang membuat para pelaku industri tambang mengurangi belanja modal untuk pengadaan truk. “Mereka memang masih eksis, tetapi hanya pada unit-unit tertentu. Kapasitas produksi mereka mungkin tidak naik, tetapi penggantian unit yang berkurang,” ungkapnya.
Selain itu, dalam kondisi seperti ini, para pelaku industri tambang juga beralih dari unit-unit yang lebih besar ke yang lebih kecil untuk menekan biaya operasi. “Kami pun sudah siapkan truknya. Dump truck yang kapasitas 30 ton sampai 40 ton sudah ada, sampai ke trailer kita sudah masuk ke 550 HP yang bisa tarik 220 ton. Truk seperti itu sudah kita masukin dan sudah ada,” ujarnya.
Bugie Laksmana, Direktur Utama PT Gaya Makmur Mobil, menambahkan dengan perubahan fokus dari off-road ke on-road ini, pihaknya menargetkan penjualan unit tahun ini naik 50% menjadi 750 unit hingga 1.000 unit. “Mudah-mudahan tahun ini kita bisa naik 50% dengan penetrasi ke on-road karena pasarnya sangat besar,” ujarnya.
Pada event GIICOMVEC 2020, PT Gaya Makmur Mobil menghadirkan enam truk andalannya di segemn on-road, yaitu Mini mixer Truck 4×2 dengan kemampuan mesin 130 HP. Kemudian dua Chasiss Cargo Truck 8×4 dengan kemampuan mesin masing-masing 220 HP dan 380 HP. Ada juga Light Truck 4×4 dengan kemampuan mesin 130 HP. PT Gaya Makmur Mobil juga menghadirkan Dump Truck 6×4 dengan kemampuan mesin 280 HP dan Tractor Head 4×2 dengan kemampuan mesin 300 HP.
Produk-produk yang ditampilkan itu merupakan unit-unit yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan industri di Indonesia yangaplikasianya cenderung untuk lintasan on-road. “Unit-unit tersebut kami tampilkan dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa produk kami yang diaplikasikan untuk lintasan on-road telah sesuai dengan aturan yang telah ditentukan oleh Kementerian Perhubugan RI,” ujar Bugie.
Untuk Chasiss Cargo Truck 8×4 dengan mesin 220 HP, Bugie mengatakan salah satu keunggulanya adalah ban di belakangnya tampak lebar sehingga ground pressure yang dihasilkan pada saat dia menerima beban itu cukup rendah.
Kelebihan lainnya, jelas Bugie, ukuran unit ini tidak terlalu lebar, hanya 210 cm. Padahal, standarnya mencapai 250 cm atau 2,5 meter. “Sehingga selisih 40 Cm. Truk ini juga menggunakan penggerak 8×4 sehingga cukup lincah saat bermanuver di jalan kelas tiga,” ujarnya.
Untuk layanan purna jual, saat ini PT Gaya Makmur Mobil sudah memiliki kantor cabang di sejumlah kota di Indonesia yaitu Pekanbaru, Medan, Palembang, Jambi, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda dan Makasar. “Selain kita menjual unit, kita juga melakukan pendampingan kepada para customer untuk melakukan pelatihan terhadap operator-operator mereka sehingga penggunaan dari unit FAW ini bisa lebih efektif dan efisein,” ujarnya. EI






















