27 C
Jakarta
21 Sep, 2021.

Bersinergi Mempersiapkan SDM Berkualitas Jelang Revolusi Industri 4.0 di Tengah Tantangan Pandemi COVID-19

Trakindo telah memanfaatkan pembelajaran secara daring. Saat pelaksanaan kompetisi kompetensi keahlian teknik alat berat 2020, pelaksanaannya secara daring karena pandemi Covid-19. Para peserta menilai situasi dan memberikan instruksi kerja secara virtual.

Pandemi Covid-19 yang dialami dunia sejak awal 2020, memiliki implikasi pada bidang kesehatan, ekonomi, keuangan, sosial, budaya, lingkungan, politik, dan juga pendidikan yang signifikan. Pandemi telah mendisrupsi kesesuaian, kelangsungan dan keberlanjutan model, praktik, proses belajar mengajar dan sistem operasi institusi-institusi pendidikan.

PT Trakindo Utama (Trakindo), penyedia solusi alat berat Cat® yang berkomitmen memberikan kontribusi pada kemajuan dunia pendidikan Indonesia, kembali mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan tangguh menghadapi tantangan perubahan, termasuk di masa pandemi yang sedang terjadi.

Yulia Yasmina, Chief Administration Officer PT Trakindo Utama

Berbicara di acara Bincang PERSpektif Trakindo pada Kamis (10/6), Yulia Yasmina, Chief Administration Officer PT Trakindo Utama, mengatakan di tengah keterbatasan proses belajar mengajar, dunia industri tetap harus menjawab tantangan zaman dan memerlukan keberadaan SDM berkualitas, terlebih di bidang teknologi.

“Strategi dan perubahan di bidang pendidikan tinggi yang kemudian berdampak pada pendidikan menengah akan menentukan kemampuan SDM di Indonesia. Kami dari dunia industri harus dapat memanfaatkan momentum ini untuk menjadi lebih inovatif, proaktif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan zaman yang terjadi saat ini dan di masa depan,” papar Yulia.

Saat ini, teknologi menjadi tulang punggung dalam pembangunan Indonesia, terlebih di masa intensifikasi pembangunan infrastruktur yang tengah digencarkan di berbagai daerah di Indonesia. Teknologi juga menjadi kebutuhan utama di tengah Revolusi Industri 4.0 yang baru dimulai ini dan akan menghadirkan tantangan-tantangan baru berupa perubahan cara masyarakat bekerja dan mencapai tujuannya.

“Seiring perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0, kemajuan di industri alat berat saat ini membutuhkan SDM yang tidak hanya terampil di bidang mekanikal, tapi juga di bidang elektrikal. Trakindo pun telah berusaha untuk melangkah lebih jauh; yaitu dengan mendukung pengembangan jurusan-jurusan terkait teknologi, serta menambah dukungan dan kerja sama di bidang elektrikal. Selain memenuhi kebutuhan bisnis, hal ini diperlukan untuk menyiapkan tenaga terlatih yang siap kerja dan mampu menghadapi tuntutan teknologi masa depan,” ungkapnya.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari M. Eng.

Tampil di forum yang sama, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari M. Eng. mengajak masyarakat untuk merefleksikan dampak positif dan negatif pembelajaran virtual secara bijaksana, baik di level sekolah dasar dan menengah maupun pendidikan tinggi. “Di samping keterbatasan yang dimiliki, pandemi ternyata berhasil mengilhami percakapan dan gagasan baru tentang cara terbaik dalam sistem pembelajaran siswa. Banyak pendidik mengubah metode pengajaran mereka untuk mendorong lebih aktif berinteraksi dan berkomunikasi melalui pengaturan virtual,” komentarnya.

Menurut Prof. Ashari, pada pembelajaran virtual, ada penekanan lebih pada kemampuan siswa menjadi guru bagi diri mereka sendiri dan hal ini mungkin memiliki efek jangka panjang. “Jadi, tugas pendidik di masa depan tidak hanya mengajar pengetahuan, tidak hanya mendidik, tapi juga memberikan siswa kemampuan dasar mandiri dan komunikasi sebagai alat yang pada akhirnya akan dibutuhkan untuk sukses di tempat kerja dan sukses dalam hidup. Hal ini menjadi bagian dari perubahan yang bisa kita lihat dalam pendidikan teknologi.”

Sebagai salah satu kampus unggulan dengan reputasi internasional, Prof. Ashari melanjutkan, ITS sendiri sebenarnya telah memanfaatkan pembelajaran virtual ini sejak lebih dari 10 tahun lalu. Namun, selama ini dilaksanakan dalam jumlah terbatas. Dengan adanya pandemi, kita dipaksa untuk menjalankan pendidikan daring secara serentak dan menyeluruh.

“Pembelajaran daring, bukan hanya pertemuan dosen dan mahasiswa melalui gawai saja, tetapi diperlukan pula untuk mengembangkan infrastruktur pendidikan digital, termasuk smart classroom dan smart laboratory yang dapat diakses oleh mahasiswa secara hibrid, yaitu secara daring dan secara fisik hadir di kampus dalam waktu yang bersamaan. Diperlukan pula penyesuaian budaya dan kapasitas dalam hal teknologi digital bagi SDM, termasuk guru, dosen serta tenaga kependidikan,” paparnya.

Dr. H. Yaswardi, M.Si, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek.

Dampak pembelajaran virtual ini juga disampaikan oleh Dr. H. Yaswardi, M.Si, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek. “Terlepas dari harapan kita bersama agar pandemi ini segera usai, Covid-19 memang mendorong para dosen universitas dan guru di sekolah dan madrasah lebih banyak fleksibilitas dan kreativitas dengan alat interaktif digital daring yang mendukung kolaborasi antara mahasiswa/siswa dosen dan guru. Bagian paling menarik tahun lalu adalah melihat bagaimana para guru inovatif dalam hal membuat pengalaman belajar lebih baik bagi siswa mereka,” papar Yaswardi.

“Diskursus yang kini berkembang di kalangan para pendidik adalah bagaimana kita menerapkan beberapa komponen pembelajaran daring secara permanen pasca-pandemi ke dalam proses belajar mengajar,” ungkapnya.

Meskipun demikian, untuk diterapkan sepenuhnya pembelajaran virtual juga memiliki beberapa hambatan. Pandemi telah mempengaruhi pendidik lebih memahami kebutuhan individu siswa, menambahkan bahwa sementara beberapa siswa mungkin berkembang dengan pembelajaran jarak jauh atau diskusi asinkron, tetapi ada juga yang sebaliknya.

 “Momen pandemi ini memberikan pembelajaran begitu besar kepada kita dalam merumuskan Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035. Peta Jalan ini bakal menitikberatkan pada tiga aspek utama pendidikan; kurikulum sebagai planning, pembelajaran sebagai do, dan yang ketiga assesment. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi masa pandemi ini, yang dilakukan berdasar pada kemampuan riil anak untuk dikembangkan sesuai kontinum perkembangannya ” terang Yaswadi.

 “Berbagai paparan ini tentu menimbulkan harapan di tengah berbagai kesulitan yang muncul di masa pandemi COVID-19 ini. Trakindo percaya, pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak dan membutuhkan kolaborasi yang sinergis untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul dan pembelajaran yang bermutu,” tutup Yulia Yasmina. #

Related posts