Steve Nendick dari Cummins tawarkan beberapa saran kepada para manajer armada alat berat untuk mengurangi biaya-biaya bahan bakar dan menekan emisi CO2 di lokasi-lokasi kerja.

Bahan bakar merupakan salah satu item konsumsi yang paling besar pada pekerjaan-pekerjaan yang mengandalkan pemakaian alat-alat berat, dengan bahan bakar diesel yang secara tradisional menyumbang lebih dari sepertiga dari biaya-biaya operasional mesin-mesin itu. Setiap kegagalan dalam proses pengelolaan bahan bakar jelas bisa berdampak signifikan pada keberhasilan sebuah proyek.
Steve Nendick, direktur komunikasi pemasaran untuk produsen produk engine dan pembangkit listrik Cummins, dikutip dari www.khl.com, membagikan beberapa tip yang dapat menguntungkan para kontraktor yang menggunakan peralatan bertenaga diesel…
- Pemeliharaan – Mengikuti jadwal-jadwal perawatan yang direkomendasikan pabrikan sangat penting untuk memastikan bahwa peralatan yang dioperasikan memberikan performa yang optimal. Mesin-mesin yang kurang terawat akan mengkonsumsi lebih banyak bahan bakar untuk jumlah pekerjaan yang sama daripada mesin-mesin yang dirawat dengan baik. Pemeliharaan preventif menghemat biaya bahan bakar dan perbaikan-perbaikan besar dalam jangka panjang, memaksimalkan produktivitas dan umur engine.
- Gunakan bahan bakar dan oli yang tepat – Gunakan cairan-cairan yang tepat sesuai rekomendasi OEM. Jaga pemakaiannya pada tingkat yang diperlukan untuk dapat memastikan kinerja alat tetap sesuai spesifikasi. Pemeriksaan-pemeriksaan tambahan pada tekanan udara ban dan kebersihan filter udara juga penting untuk efisiensi bahan bakar yang optimal.
- Minimalkan mesin menganggur – Mesin yang idle membuang-buang bahan bakar, betapapun engine itu efisien. Jika mesin-mesin dibiarkan tidak beroperasi dalam waktu lama sementara engine dalam kondisi menyala, hal ini akan menambah biaya dan meningkatkan emisi. Selain itu, kondisi ini dapat memengaruhi masa pakai mesin karena komponen-komponen mengalami keausan untuk sesuatu yang tidak perlu. Kalau mesin-mesin memiliki kemampuan stop-start pada saat kondisi idle, aktifkan fungsi tersebut. Fitur itu dapat membantu para operator meminimalisir biaya dan menekan CO2.
- Gunakan mesin yang tepat untuk pekerjaan yang tepat – Mesin-mesin harus dijalankan pada kecepatan yang konsisten agar performanya optimal.
- Pekerjakan operator-operator yang terlatih – Mempekerjakan orang-orang yang terlatih yang dapat mengoperasikan mesin pada tingkat optimal akan memaksimalkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi potensi kerusakan pada unit. Operator-operator yang kurang terampil kemungkinan akan lebih agresif saat menggunakan alat berat, sehingga meningkatkan konsumsi bahan bakar. Seiring berkembangnya kemampuan telematika, data-data yang dikumpulkan akan dapat membantu meningkatkan pelatihan para operator.
- Pantau mesin-mesin Anda – Jika mesin-mesin Anda sudah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pemantauan, lakukan analisis terhadap data-datanya yang disajikan. Hal ini dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar. Pemantauan juga membantu mendeteksi potensi problem-problem layanan sebelumnya dan mengurangi biaya-biaya perbaikan dan downtime.





















