Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Iklan Multi
Iklan Multi
Example 728x250
FeatureTop News

Ara Mahendra Hadirkan Nuansa Baru di Airindo Sakti

736
×

Ara Mahendra Hadirkan Nuansa Baru di Airindo Sakti

Share this article
Suasana ruang kerja Dvita S Mahendra.
Example 468x60
Suasana ruang kerja Dvita S Mahendra.
Suasana ruang kerja Dvita S Mahendra.

 Sembilan tahun lamanya Dvita Saraswati Mahendra tinggal di negeri orang.  Lima tahun di antaranya, si puteri berdarah Dayak-Bugis-Tionghoa ini  bekerja sebagai kru produksi acara pemancingan di sebuah program televisi  Australia.

Di sela-sela kesibukannya, Ara–panggilan akrabnya–berbagi kisah  pengalaman hidupnya secara antusias dan penuh semangat kepada  Majalah  EQUIPMENT, beberapa waktu lalu. Ia banyak bercerita sejak ia  merintis bekerja sebagai customer service, sampai berhasil menduduki  posisi sebagai creative director di sana.

ALTRAK

Tontonan model acara Mancing Mania tersebut rutin ditayangkan melalui  stasiun televisi swasta Australia setiap pekan. Program ini mengekspos  kegiatan, mulai dari asyiknya orang-orang memancing ikan, memasak lalu  menyantapnya. Disajikan secara menarik. Program ini menjadi salah satu  tontonan populer pemirsa di negeri kanguru itu.

Nah, tanggung jawab persiapan memilih dekorasi, pernak pernik, properti,  shooting angle, dan editing—semuanya ditangani Dvita! Catch and Cook,  demikian judul tayangan tersebut di TV Australia, Channel 31.

Production house ini dimiliki seorang Aussie keturunan Italia. Namun ia gigih berbisnis. Selain itu, si Aussie memiliki klub sepakbola laki-laki bernama VIF. Singkatan dari Victorian Institute of Football. Di samping itu, ia juga memiliki serangkaian sekolah Taman Kanak-kanak di Shanghai, Tiongkok. Ara yang ditugasi membuatkan brand klub sepak bola dan sekolah-sekolah TK itu.

Tak heran sejak di tanah rantau, Ara sudah terlatih menyiapkan desain dan berkutat dengan creative skill. Ara menyelesaikan master degree-nya di jurusan Communication Design Universitas RMIT, Melbourne, Australia, 2010-2012.

Rupanya pengalaman yang beragam dan aneka kehidupan mandiri di negeri orang telah menempa, mematangkan talenta serta leadership skill-nya.

Kini Ara telah kembali ke Tanah Air dan bergabung memperkuat manajemen perusahaan keluarganya, PT Airindo Sakti. Di sini ia duduk sebagai Corporate Communication Manager, sesuai bidang yang dikuasainya. “Sungguh saya merasa pekerjaannya sangat berbeda dengan apa yang telah saya lakukan di Australia. Di sana saya banyak enjoy-nya, tapi disini mungkin saya harus merasakan tanggung jawab saya terhadap perusahaan yang semua serba baru untuk saya,” kilahnya.

Baca Juga :  Super Heavy Duty Tractor, CLASS

Ada perbedaan suasana dan iklim bisnis di sini dibandingkan situasi kerja di luar negeri. Salah satunya, belum mapannya pengawasan pemerintah dan sering terjadi gonta ganti kebijaksanaan.Di samping itu, masih kentalnya realitas dan aura KKN, walaupun pemerintah terus berusaha memberantasnya.

PT Airindo Sakti sudah eksis selama lebih dari 30 tahun. Produk-produk yang dipasarkannya sebagian besar adalah alat berat/konstruksi atau  attachment untuk pertambangan, konstruksi jalan serta peralatan untuk industri, dan beberapa produk yang baru saja mereka ageni, seperti genset, dll.

“Saya harus dapat beradaptasi dengan situasi bisnis ini, sehingga saya cepat menyesuaikan diri dengan kebiasaan bisnis di sini,” kata wanita kelahiran Jakarta, 31 Juli 1987 ini.

Ara bersyukur karena hidup ini telah memberikan anugerah yang tak terpermanaikan indahnya. “Saya dapat bekerja sesuai dengan keinginan hati,” kilahnya. Ia tampak senang dan menikmati pekerjaannya. Passion-nya ada di situ.

EQUIPMENT sempat berkunjung ke kantornya yang bernuansa teduh karena landscape yang tertata baik  di bilangan Jakarta Selatan, dan melihat ibu muda ini sedang menata ruangan meeting resmi kantornya. “Ada gambar-gambar dan poster yang perlu diganti. Disesuaikan dengan gambar-gambar bidang bisnis perusahaan termutakhir, masa kini,” ujarnya bersemangat.

Selain breaker Soosan, ada juga alat pengangkat orang bermerk Haulotte yang menjadi salah satu produk unggulan Airindo saat ini. Peralatan model tangga ini digunakan untuk memperbaiki langit-langit gedung tinggi dan memasang instalasi listrik.

“Apalagi Pemerintah sekarang concern dengan keselamatan manusia. Hal yang layak diapresiasi,” tuturnya memuji Pemerintah. Ia merujuk pada kebiasaan di negara-negara maju di mana faktor manusia sangat diperhatikan. Ia sangat bersemangat mempromosikan alat angkat asal Prancis ini. Maklum peralatan Eropa biasanya berkualitas dan sangat memperhatikan keselamatan penggunanya.

Baca Juga :  Mengintip 3 Produk Andalan LiuGong versi Panca Traktor Indonesia

Ketika di Indonesia, Ara bersekolah di SMA Don Bosco, Pondok Indah. “Hanya sampai kelas dua saja. Karena saya mengikuti ujian persamaan di Australia dan lulus. Sehingga tak perlu menempuh kelas tiga seperti teman-teman lainnya,” kilahnya. Jadi ia lompat kelas setahun mendahului teman-temannya—angkatan 2005—ketika kuliah di sana. Sekaligus memulai kariernya lebih dini.

Kembali ke urusan pekerjaan, ia memperhatikan sebelumnya di Airindo Sakti, tak seorang pun yang concern dengan rincian atau detil pada event-event maupun promosi produk yang dipasarkan. Malah sering terjadi konflik antara bagian finance dan marketing.

“Orang keuangan selalu dibilang kikir, tak mau mengeluarkan dana. Sebaliknya, orang pemasaran dibilang boros, sering menghabiskan dana. Sekarang semua kegiatan promosi, event, seminar, technical meeting, gathering semua telah kami susun sesuai kegiatan marketing plan secara terarah dan accountable,” demikian jelasnya.

“Kami sekarang sibuk berbenah menangani brand image  perusahaan kami. Termasuk menyiapkan company profile yang lebih baik. Saya diberikan kesempatan untuk dapat melakukan sesuatu bagi perusahaan, terutama dalam menangani komunikasi internal maupun eksternal,” tuturnya bersemangat.

Kalau saja temporary resident-nya di Australia tak habis masa berlakunya, mungkin Ara tetap tinggal di negeri orang. “Habis kehidupan dan pekerjaan di sana bikin betah sih…, homy…,” kilahnya. Berusia muda, ruang gerak kehidupan terbuka lebar, kondisinya jauh lebih mapan, maka mungkin sekali ia lebih memilih memperpanjang masa tinggalnya di sana.

Rupanya panggilan hidup bagi anak kedua dari empat bersaudara ini, menyadarkannya untuk tak perlu berlama-lama tinggal di Australia. Ia mulai menapaki masa persiapan regenerasi di bisnis keluarganya.

Iklan Berca