28.9 C
Jakarta
16 Jan, 2021.

Arkadiya Ageni Traktor LOVOL

Tim manajemen Arkadiya dan PT Kotrack Machinery Indonesia berfoto bersama seusai acara penandatangan perjanjian kerja sama distributorship LOVOL Farm Tractor

Pemerintah Indonesia, di tengah upaya keras mengendalikan laju pandemi Covid-19,  sedang menggulirkan program ketahanan pangan nasional dengan membangun lumbung pangan (food estate) baru. Beberapa food estate akan digarap di daerah-daerah seperti Sumatera, Kalimantan dan Papua, yang rata-rata masih memiliki lahan yang luas. Rencananya, food estate tersebut akan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024. Rencana pembangunan food estate itu merupakan respon terhadap peringatan FAO (Food and Agriculture Organization) tentang kemungkinan terjadinya krisis pangan di dunia, termasuk di tanah air, karena wabah Covid-19.

Untuk mewujudkan program ketahanan pangan nasional itu, pemerintah akan mengoptimalkan pemanfaatan banyak lahan kosong yang luas. Sebab,  food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan bahkan peternakan di suatu kawasan. Penggarapannya tidak bisa lagi dilakukan dengan cara konvensional atau semi mekanisasi seperti yang terjadi selama ini di Indonesia, melainkan mekanisasi penuh agar proses penggarapannya cepat, produktivitasnya tinggi dan biayanya efisien.

Untuk mendorong terwujudnya mekanisasi penuh di industri pertanian dan perkebunan di tanah air demi keberhasilan program ketahanan pangan nasional tersebut, PT Arkadiya Fourhaka Indonesia (Arkadiya) memperkenalkan traktor pertanian merek LOVOL. “Kami ingin menjadikan Arkadiya rumah untuk mekanisasi yang terintegrasi pada industri pertanian dan perkebunan. Untuk mewujudkan tekad itu, Arkadiya terus memperkuat diri dengan mengageni produk-produk yang mendukung mekanisasi penuh. Kami optimis kehadiran brand internasional, LOVOL, dari Kotrack Group akan memperkuat positioning Arkadiya di pasar domestik,” ungkap Hafizh Kasmir, President Director PT Arkadiya Fourhaka Indonesia saat  menandatangani  perjanjian kerjasama distributorship traktor pertanian LOVOL antara PT Arkadiya Fourhaka Indonesia dengan PT Kotrack Machinery Indonesia di Jakarta, Selasa (1/12/2020).  

Arkadiya merupakan anak usaha dari United Arkato Group yang dibentuk khusus untuk mengageni produk-produk dan teknologi-teknologi pertanian. Perusahaan ini sudah lima tahun berada di industri ini. Menurut Hafizh, sejak awal Arkadiya memang ingin fokus menggarap pasar pertanian dan perkebunan karena memiliki market yang sangat menjanjikan, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Kiprah perusahaan ini di industri ini dimulai pada tahun 2015 dengan mengageni peralatan harvester head Kesla.

“Dengan mesin ini kami mengedukasi pasar untuk beralih dari cara kerja konvensional ke mekanisasi penuh. Kami mendorong pasar untuk menerapkan best practices mekanisasi dalam pekerjaan harvesting. Alhasil, kerja keras itu membuahkan hasil, baik dalam hal kualitas, produktivitas maupun  safety,” ujarnya bangga.

Bar Sabar Nugroho, Chief Operating Officer (COO) PT. Kotrack Machinery Indonesia (KMI), mengungkapkan Kotrack adalah perusahaan Korea yang merancang dan membuat excavator, mesin dan perangkat pertanian di China. LOVOL adalah salah satu pabrik alat pertanian terbesar di dunia yang membuat traktor KOTRACK. LOVOL mempunyai 4 (empat) pusat riset & pengembangan termasuk 2 (dua) pusat institusi teknik di Jepang dan Italia dengan fasilitas produksi di China dan Italia. Produk-produk LOVOL sudah dieksport ke 120 negara dan menembus pasar-pasar Rusia, AS dan Eropa. Artinya, menurut dia, secara kualitas LOVOL tidak perlu diragukan lagi karena sudah teruji, dan harganya pun kompetitif.

Sasar segmen pasar kelapa sawit, tebu dan cassava

Ketika ditanya tentang model-model traktor LOVOL yang dipasarkan di Indonesia, Sabar mengatakan bahwa dari segi pangsa pasar saat ini, yang paling banyak dari kelas 50 HP hingga 130 HP. Yang kelas 50 HP biasanya digunakan untuk pertanian padi, sementara kelas 90 HP hingga 180 HP untuk industri gula (tebu). Sedangkan untuk cassava (singkong), yang digunakan adalah antara kelas 50 HP hingga 180 HP. Mencermati tren pasar itu, Kotrack bersama dealernya, Arkadiya, akan memasarkan traktor LOVOL dari kelas 35 HP hingga 265 HP, dan tidak tertutup kemungkinan untuk memasarkan kelas 375 HP – yang paling besar.

Kelik Irawan, General Manager Arkadiya, menambahkan bahwa berdasarkan kajian yang sudah dilakukan perusahaan, ada tiga pasar besar yang akan menjadi fokus LOVOL ke depan, yaitu perkebunan kelapa sawit, tebu dan cassava. Demand driver dari ketiga sektor tersebut di Indonesia sudah mendukung.

Semakin menguatnya demand driver traktor pertanian di Indonesia, dia melanjutkan, dipicu oleh perubahan kebijakan pemerintah yang tadinya lebih ke teknokrat, tetapi belakangan mau kembali ke agraris. Perubahan itu tercermin pada kebijakan pembangunan food estate dan demand untuk produk-produk turunan kelapa sawit yang cukup menjanjikan. Sebab itu, dia berharap Kotrack dapat mensuplai traktor-traktor yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan pasar lokal, lengkap dengan berbagai implement plus dukungan purna jual yang bagus. 

Merespon tuntutan itu, Sabar mengungkapkan KOTRACK tidak hanya menjual traktor tetapi juga lengkap dengan implement-nya. “Kami bisa menyuplai apapun jenis attachment yang dibutuhkan untuk aplikasi pelanggan di Indonesia. Jenisnya sangat lengkap dalam satu circle, dari mulai pre-harvesting, processing, hingga post-harvesting,” ujarnya. Bahkan KOTRACK juga sudah mengembangkan teknologi drone untuk pembibitan, penanaman hingga pemupukan.

Sementara untuk mendukung bisnis dari dealer dan customer, kata Sabar, selain pabrik yang besar di China, LOVOL sudah memiliki depo suku cadang di Thailand, dan sudah merencanakan untuk membangun depo serupa di Singapura atau Jakarta beserta tenaga ahlinya. “Kami berusaha berada semakin dekat dengan para pelanggan untuk dukungan suku cadang dan servis,” ungkapnya.

Senada dengan Kotrack, Hafizh mengatakan sebagai pemain baru di industri dealership, Arkadiya dihadapkan pada banyak tantangan untuk menyediakan produk-produk dan layanan-layanan yang bermutu serta jaringan bisnis luas. Saat ini Arkadiya sudah hadir di Jakarta, Serang, Palembang, Pekanbaru dan Jambi. Ke depan, perusahaan ini akan membuka jaringan di beberapa daerah lain, seperti Kalimantan. Selain itu, Arkadiya akan membangun remote support yang akan hadir di setiap proyek para customer.

Sabar menambahkan, Kotrack dan Arkadiya akan bersinergi untuk menawarkan kepada para customer satu paket komplit, dari hulu sampai hilir. “Kami sudah punya aplikasi mesin yang komplit, dari persiapan, sistem penanaman sampai harvesting. Bahkan perusahaan-perusahaan ini sudah punya offtaker, yaitu pihak-pihak yang akan membeli hasil-hasil pertanian dan perkebunan. Jadi, investor tidak perlu pusing mau dijual ke mana hasil pertanian dan perkebunannya,” ujarnya meyakinkan.

Related posts