Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Iklan Multi
Iklan Multi
Example 728x250
EquipmentMiningTop News

SDM Mumpuni dalam Bidang Alat Berat Akan Jadi Tulang Punggung Industri Pertambangan

232
×

SDM Mumpuni dalam Bidang Alat Berat Akan Jadi Tulang Punggung Industri Pertambangan

Share this article
Ketua Umum PERTAABI Rocmman Alamsjah (kedua dari kiri) menekan tombol peluncuran buku "Profil 100 Tenaga Ahli Alat Berat Pertambangan" di Jakarta, Selasa 7 April 2026. (Equipment Indonesia)
Example 468x60

Jakarta, Equipment Indonesia – Sumber daya manusia (SDM) memiliki posisi sangat penting dalam memajukan Industri Pertambangan di Indonesia, secara khusus dalam hal menguasai teknologi alat berat, sekaligus juga dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tanpa SDM yang mumpuni niscaya target-target itu sulit tercapai.

Demikian antara lain benang merah yang mencuat dalam acara Seminar dan peluncuran buku “Profil 100 Tenaga Ahli Alat Berat Pertambangan” di Jakarta, Selasa 7 April 2026

ALTRAK

Acara peluncuran buku ini disatukan dengan seminar bertajuk “Membangun Masa Depan Pertambangan Melalui Tenaga Ahli dan Inovasi Lubricants & Fuels”.

Peluncuran buku itu sendiri dipimpin oleh Ketua Umum PERTAABI Rochman Alamsjah yang ditandai dengan penekanan tombol yang dilakukan pada bagian akhir sesi seminar.

Sahala Sigalingging, salah satu pembicara dalam seminar itu dan anggota PERTAABI menyebutkan bahwa yang paling penting dalam dunia alat berat adalah manpower atau sumber daya manusia.

Menurutnya, ketersediaan sumber daya manusia yang memadai di dalam negeri akan menjadikan Indonesia menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

Meskipun alat-alat berat masih berasal dari luar dengan segala kemajuan teknologinya, tetapi SDM Indonesia harus memiliki kemampuan yang setara untuk menguasai dan menggunakan teknologi dari luar tersebut.

Hal lain yang juga penting, dan masih terkait dengan SDM, adalah inovasi. SDM yang mumpuni akan melahirkan berbagai inovasi yang sangat diperlukan dalam memajukan industri alat berat pada khususnya dan industri pertambangan pada umumnya.

Hal ketiga yang juga tidak kalah penting, kaga Sahala, adalah resilience dalam arti yang postif. Artinya, orang-orang Indonesia dan Bangsa Indonesia itu memiliki daya tahan yang sangat kokoh dalam menghadapi berbagai situasi. Dan itu sudah terbukti ketika Indonesia menghadapi situasi sulit, semuanya bisa terlewati dengan baik.

Baca Juga :  Perhapi: Industri Pertambangan Hadapi Tantangan Dalam Negeri yang Tidak Mudah

Dengan daya resilience yang tinggi itu, menurutnya, Indonesia juga sudah sangat siap menggunakan kendaraan-kendaraan tambang elektrik atau electric vehicles di Industri pertambangan. Itu terjadi karena SDM yang tersedia juga sudah mumpuni.

Di Perusahaan tempat dia bekerja, misalnya, sudah mengoperasikan satu fleet yang terdiri dari enam unit kendaraan tambang elektrik setelah melakukan uji coba selama hampir satu setengah tahun. Dan hasilnya terbukti sangat efisien.

Tentang buku yang diluncurkan itu, Sahala menilai bahwa ini adalah sebuah upaya dan kerja yang luar biasa serta tidak mudah. Semuanya berawal dari mimpi tertapi kemudian menjadi kenyataan.

Ke-100 tokoh yang ditulis dalam buku tersebut juga dinilainya sebagai orang-orang hebat karena mau membagikan ilmu dan pengalamannya kepada kalayak ramai. Dia yakin, ilmu dan pengalaman para tokoh ini sangat berguna bagi siapa saja yang berkecimpung di dunia alat berat pada khususnya, dan industri pertambangan pada umumnya.

Pada saat bersamaan dia berharap agar generasi mendatang juga mau berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada generasi selanjutnya demi industri pertambangan yang semakin maju dan lebih baik.

Sementara itu pembicara lain, Ferialdy Bahar menambahkan, SDM dalam dunia alat berat ini harus menjadi prioritas utama ke depan. Sehingga, dengan SDM yang bagus maka alat berat akan menjadi salah satu tulang punggung industri pertambangan di masa mendatang.

Adapun pembicara lain pada seminar itu adalah mantan Menteri ESDM era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jero Wacik, dan beberapa ahli alat berat lainnya seperti Jeffrey Mulyono dan Suharyanto serta pelaku usaha dari Magelang Sarah Rafles. [EI]

Iklan Berca