26.2 C
Jakarta
25 Okt, 2021.

Bagaimana Rasanya Mengoperasikan Excavator ECR25 & Loader L25 Elektrik Baru Volvo?

Volvo Construction Equipment menawarkan pengalaman mengoperasikan peralatan konstruksi bertenaga listrik pada Utility Expo. Bagaimana rasanya?

Excavator Volvo ECR25 dan wheel loader L25 menempati panggung utama di booth Volvo pada pameran Utility Expo baru-baru ini. Foto: Volvo

Informasi tentang alat berat bertenaga listrik masih seperti bisik-bisik tetangga di Indonesia. Belum banyak yang tahu dan juga masih kurang peduli. Beberapa pemain alat berat mulai mewacanakannya, bahkan sudah memperkenalkannya, tetapi belum banyak orang yang tertarik untuk menindaklanjutinya. 

Tanggapan yang terbilang dingin itu dapat dimaklumi mengingat Indonesia memang belum dikenal sebagai produsen barang-barang modal itu, tetapi sebagai produsen. Selain itu, isu-isu seputar operasi peralatan konstruksi yang ramah lingkungan belum menjadi fokus perhatian kita. Semua alat berat yang ada di Indonesia mulai dari yang beroperasi di sektor konstruksi, infrastruktur, agrikultur, forestry hingga pertambangan semuanya mengkonsumsi diesel. Padahal bahan bakar jenis ini mengeluarkan gas buang yang berdampak destruktif terhadap kelestarian kehidupan di bumi kita ini.

Namun, mari kita cermati perkembangan teknologi engine alat berat yang menggunakan elektrik sebagai sumber tenaganya di negara-negara maju.  Di AS, contohnya, sekarang para kontraktor tidak lagi berangan-angan mengenai excavator atau wheel loader yang bertenaga listrik tetapi mereka mendapatkan pengalaman nyata pada mesin-mesin baterai-listrik pertama Volvo Construction Equipment, excavator Volvo ECR25, dan wheel loader Volvo L25, seperti dilaporkan Equipment World pada Selasa (5/10/2021).

Ada empat pelanggan Volvo CE yang menggunakan kedua alat tersebut dalam berbagai aplikasi selama sekitar satu tahun. Ini dalam rangka uji coba peralatan konstruksi Volvo yang bertenaga listrik. Bagaimana hasilnya? Mesin tanpa emisi ini tidak berarti produktivitas berkurang. Kontraktor-kontraktor yang menguji alat-alat ini tidak melihat adanya kompromi dari segi kedalaman penggalian dan daya dobrak pada excavator atau tipping load dan ketinggian pembuangan pada wheel loader. Selain itu, unit-unit tersebut sepenuhnya menggunakan tenaga hidrolik untuk setiap attachment.

Untuk membantu menunjukkan kepada operator-operatornya apa yang dapat dilakukan ECR25 elektrik, satu perusahaan yang menguji mesin ini, kontraktor pembongkaran Casper Company, melakukan demo secara berdampingan unit bertenaga listrik dan unit yang menggunakan engine diesel, keduanya dilengkapi dengan breaker.

“Mesin elektrik itu sama kuatnya jika tidak lebih kuat (daripada mesin diesel) dan hal semacam itu mengubah pikiran semua orang,” kata Darrell Merritt, pengawas di Casper. “Saya juga terkejut.”

“Saya punya orang-orang yang menginginkan semua dikerjakan dengan tenaga diesel, dan mereka terkejut dengan mesin-mesin listrik ini,” kata Jacques Marais, direktur Baltic Sands, pengembang perumahan yang juga melakukan demo unit-unit listrik tersebut.

Tantangan-tantangan yang masih ada berkaitan dengan kecepatan dan infrastruktur pengisian baterai. “Ada batasan saat ini dalam hal mendapatkan delapan jam sehari penuh,” komentar Marais. Namun, katanya, “ketahuilah bahwa mesin listrik akan memberi Anda sesuatu yang sangat mendekati itu.”

Wheel loader elektrik Volvo L25. Foto: VCE

“Operator-operator saya biasanya bekerja 10 jam sehari, dan kami harus meng-charge mesin-mesin ini saat makan siang dan istirahat,” kata Merritt. “Jika kami melakukan penggalian material yang lunak, kami bisa memakainya sedikit lebih lama, tetapi tidak demikian jika kami mengguakan hammer selama 10 jam sehari.”

Tapi tidak ada keraguan bahwa ada minat yang besar pada unit-unit bertenaga listrik oleh para pengguna, sebagian didorong oleh kekhawatiran para pemilik proyek atas emisi dan kebisingan yang dihasilkan oleh mesin-mesin diesel.

Seminggu setelah acara pers California, Volvo CE mendemonstrasikan kedua mesin elektrik tersebut pada pameran Utility Expo baru-baru ini. Alhasil, Volvo mengatakan bahwa pihaknya menerima pesanan-pesanan ECR25 selama pameran ini, yang akan mulai dipenuhi pada Januari nanti.

Pengalaman penguji

Volvo bersama kontraktor-kontraktor yang menguji mesin-mesin elektrik ini berbagi pengalaman.

Didanai oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS dan dikelola oleh Distrik Manajemen Kualitas Udara Pantai Selatan, tujuan uji coba ini ada dua, kata Ray Gallant, wakil presiden manajemen produk dan produktivitas Volvo CE. Satu, letakkan mesin-mesin ini dalam kondisi kerja nyata, dan dua, tes infrastruktur pengisian daya.

Bekerja melalui dealer Volvo Construction Equipment & Services California milik perusahaan itu, Volvo menggandeng empat organisasi untuk mendemonstrasikan  ECR25 dan L25 elektrik:

  • Baltic Sands menggunakan mesin-mesin ini untuk menggali, meratakan, dan memindahkan material, di samping pekerjaan-pekerjaan lainnya.
  • Casper memanfaatkan unit-unit ini untuk pekerjaan pembongkaran, termasuk di dalam gedung-gedung.
  • Departemen Perhubungan California menggunakan unit-unit elektrik ini untuk membuat parit, perataan dan pembersihan area drainase.
  • Raksasa pembuangan limbah dan daur ulang Waste Management menugaskan alat-alat ramah lingkungan ini untuk menangani limbah ringan.

Semua operasi mesin-mesin ini menghabiskan 400 jam  — tetapi jangan samakan dengan jam-jam pada engine diesel, yang mengakumulasi berjam-jam karena menggunakan bahan bakar, termasuk idle time. Dengan mesin listrik, jika tidak bergerak, tidak ada jam-jam yang terakumulasi.

Berdasarkan hasil pengujian-pengujian ini, terungkap bahwa infrastruktur dan kecepatan pengisian daya tetap menjadi tantangan, meskipun Volvo mengatakan arus tinggi yang tersedia di jaringan listrik AS terbukti bermanfaat dibandingkan dengan pengujian-pengujian yang telah dilakukan di Eropa. Pengujian-pengujian ini menggunakan beberapa opsi pengisian daya, termasuk daya jaringan AC 240 volt, prototipe pengisi daya cepat 48 volt, dan pengisi daya bertenaga surya yang diproduksi oleh Beam Global.

Mesin-mesin ini menggunakan pengisi daya Tipe 2 yang sama saat ini pada mobil-mobil listrik.

Menggunakan pengisian cepat off-board, excavator elektrik Volvo ini dapat diisi ulang 80% dalam satu jam; untuk loader, 80% bisa dicapai dalam 2 jam. Pengisian ulang on-board membutuhkan waktu 5 jam untuk excavator dan 12 jam untuk loader. Tergantung pada aplikasi dan penggunaan, dengan daya sebesar itu unit-unit ini dapat beroperasi sekitar 8 jam.

Karena Casper menggunakan mesin-mesin listriknya pada beberapa pekerjaan, ia mengangkut unit-unit ini kembali ke yard-nya di-dicharge semalaman.

Sementara Baltic Sands bekerja di daerah-daerah terpencil yang tidak terhubung ke jaringan listrik, sehingga selama tahap awal proyek, ia mengangkut mesin-mesin itu kembali ke yard miliknya untuk di-charge. Baltik akhirnya menggunakan pengisi daya bertenaga surya. “Kami menemukan itu sebagai solusi yang sangat bagus,” kata Marais. “Itu adalah prospek yang menarik bagi kami, terutama pada masa mendatang.”

“Saya pribadi menyukai pengisian tenaga surya,” kata Gallant. Faktanya, Volvo telah meminta Beam Global untuk menyiapkan stasiun pengisian portabel EV ARC 2020 di stand Utility Expo perusahaan itu. Kami akan menjajaki sistem itu dalam kisah selanjutnya,” ujarnya.

Perubahan sikap

Meski operator-operator yang lebih tua pada awalnya ragu-ragu, namun hal itu dengan cepat menghilang, kata Merritt. “Mereka tahu itu tidak terlalu sulit.” Ada juga manfaat-manfaat lain.

“Kami melakukan banyak utilitas bawah tanah di gedung-gedung yang ada, dan beberapa masalah terbesar yang kami miliki adalah kebisingan dan asap knalpot,” kata Merritt. Karena itu, perusahaannya terdorong untuk melakukan pekerjaan ini dengan tangan. Merritt secara aktif mencari alternatif ketika kesempatan tes Volvo muncul dengan sendirinya.

“Teman-teman saya menyukainya karena mereka dapat berbicara satu sama lain,” katanya. (Volvo mengatakan kebisingan eksterior berkurang 9 desibel — pengurangan 90% dalam kekuatan suara — pada ECR25 dibandingkan dengan unit diesel. L25 mengalami pengurangan serupa dalam kekuatan suara.) “Mereka biasanya melambaikan tangan untuk mendapatkan perhatian operator, jadi itu juga hal yang aman.”

Manfaat lain, kata Merritt: tidak lelah di penghujung hari. “Kelelahan operator adalah masalah besar,” Marais setuju.

Volvo juga menunjukkan bahwa mesin-mesin listrik ini tidak memerlukan perawatan seperti mesin diesel, misalnya mengganti oli, filter oli, dan filter partikulat diesel. Tangki DEF juga dihilangkan. Yang tersisa adalah oli dan filter sistem hidrolik serta cairan pendingin untuk inverter dan drivetrain.

Volvo mengatakan unit-unit bertenaga baterai lithium-ion  ini — yang sekali lagi bekerja 400 jam secara gabungan — mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 6 metrik ton. Dibandingkan dengan model bertenaga diesel, unit-unit uji coba ini menghemat 560 galon bahan bakar dengan perkiraan biaya $2.400, menurut Volvo.

Volvo mengatakan akan terus mengembangkan elektrifikasi untuk ukuran dan jenis mesin-mesin lainnya, sambil mencari peluang-peluang hibah tambahan dan kemitraan-kemitraan strategis.

Selain listrik, Volvo melirik sel-sel bahan bakar hidrogen, pembakaran hidrogen, dan alat berat yang terhubung ke jaringan, semuanya berperan dalam perjalanan tanpa emisi di lokasi kerja.

Volvo mengatakan R&D selanjutnya akan fokus untuk terus meningkatkan waktu pengoperasian alat-alat listrik ini, mengoptimalkan sistem pengisian daya terpasang dan mengeksplorasi metode pengisian alternatif untuk lokasi kerja yang tidak memiliki akses siap pakai di stasiun pengisian daya. (Sumber: Equipment World)

 

Related posts