
Pesatnya perkembangan usaha tambang di Indonesia belakangan ini tidak lepas dari kontribusi jasa peledakan. Dalam kegiatan pertambangan bahan peledak digunakan untuk membongkar material yang keras seperti bebatuan sehingga memudahkan proses penggalian dan pengedukan. Teknik peledakan lazim digunakan pada operasi tambang batu bara, quarry, penggalian bijih emas, perak, tembaga, besi, timah, nikel, mangan, aluminium dan pekerjaan eksplorasi minyak.
Teknik peledakan juga digunakan dalam pekerjaan sipil seperti pembuatan terowongan bawah tanah, terowongan bawah air, pembuatan jalan raya, pembuatan waduk dan saluran irigasi, pembuatan batu fondasi dan sebagainya.
Kegiatan peledakan merupakan pekerjaan yang sangat beresiko karena menggunakan bahan berbahaya dan ledakan itu berdampak terhadap lingkungan di sekitarnya. Material-material yang beterbangan pada saat terjadi peledakan bisa membunuh orang-orang di sekitar area kerja. Ledakan yang terjadi sebelum waktunya pun – misalnya, karena salah dan/atau lalai dalam penanganannya – memiliki resiko yang sama. Karena sangat berbahaya, maka bahan peledak tidak diperdagangkan secara bebas. Penggunaannya, termasuk untuk pekerjaan tambang dan konstruksi, harus seizin aparat keamanan.
Kegiatan peledakan harus direncanakan dan diperhitungkan secara matang supaya tidak menimbulkan resiko. Dalam hal ini yang diperlukan adalah keterampilan personel yang memonitor dan mengontrolnya. Teknik peledakan harus dilakukan dengan cara-cara yang benar. Bahan peledak yang digunakan harus aman. Tenaga yang menangani pekerjaan peledakan pun harus benar-benar profesional.
Kehati-hatian itu diperlukan karena sifat bahan peledak sangat sensitif. Dalam penanganannya jangan sampai kena panas, benturan, gesekan, kejatuhan benda, nyala api, petir, gelombang radio, sinyal ponsel yang bisa memicu bahan peledak meletus sebelum waktunya (premature blasting).
Adalah PT Dahana (Persero) yang merupakan salah satu jagoan dalam urusan peledakan komersial. Yang dimaksudkan dengan peledakan komersial di sini adalah produk-produk kimia yang digunakan untuk menunjang kegiatan-kegiatan bisnis, seperti di sektor pertambangan, pekerjaan teknik sipil, atau menghasilkan produk-produk tertentu demi kepentingan komersial, seperti penggunaan bahan peledak dinamit.
Dahana dikenal sebagai pemasok bahan-bahan peledak komersial di tanah air. Setio Budhianto selaku Senior Manager untuk Operation Quarry Sector, Quarry & Construction Division mengatakan bahwa Dahana merupakan spesialis di bisnis drilling & blasting. “Di sektor jasa dan manufacturing peledakan, pesaing terdekat Dahana adalah MNK (Multi Nitrat Kimia) dan Pindad,” ungkapnya saat berbicara dengan Majalah Equipment beberapa waktu lalu.
Sebelumnya sejak tahun 1982, Dahana selalu memonopoli bisnis ini. Hingga tahun 1994, perusahaan ini masih menjadi perusahaan yang berstatus khusus dalam mengelola material unik dan menyangkut bahan peledak ini. Namun sejak 1998, perusahaan ini mesti berkompetisi bebas seperti perusahaan peledakan lain pada umumnya.
Dahana memiliki pabrik di Subang, Jawa Barat dengan 500 karyawan. Setio menjelaskan, perusahaan milik negara ini terbagi ke dalam empat divisi, yakni pertambangan umum 1, pertambangan umum 2 (mengelola kegiatan tambang batu bara dan logam), divisi quarry dan konstruksi (menangani kegiatan pembangunan jalan raya dan terowongan, termasuk kegiatan cut & fill di pertambangan), dan divisi minyak dan gas bumi.
Saat ini, Dahana menguasai sekitar 30-40 % pangsa pasar domestik. Jalur bisnisnya mencakup explosives manufacturing, pengeboran dan peledakan, serta jasa-jasa keamanan dan pertahanan lainnya bagi pelanggan di Indonesia dan kawasan ASEAN.
Para pelanggan jasa Dahana adalah industri pertambangan – baik logam maupun non logam, batuan dan konstruksi seperti semen, aspal, dan batuan andhesit (gamping). Pengguna lainnya adalah usaha konstruksi seperti pembangunan jalan di sekitar waduk, terowongan, irigasi, pelabuhan dan untuk pekerjaan meruntuhkan bangunan. Tak ketinggalan kegiatan-kegiatan di sektor migas seperti pengeboran sumur-sumur minyak, kegiatan seismic prospecting, serta jasa-jasa pertahanan negara terkait lainnya.
Menurut Setio, pasar utama jasa peledakan Dahana adalah penambangan logam dan batubara. Dia mencontohkan PT Adaro, Newmont, Freeport dan KPC, beberapa perusahan tambang besar yang eutin menggunakan jasa Dahana. Pesaing head to head Dahana di pasar tambang batu bara adalah Orica dan DNX.
Selain menggarap pasar domestic, Dahana juga menggarap pasar di negara-negara lain seperti Kanada, Mesir, Qatar, Oman, Iran, Thailand, Singapura, Brunei, Timor Leste, Filipina dan Australia.


















