Scroll untuk baca artikel
loading=
loading=
MiningTop News

Dunia Pertambangan Indonesia Sudah Akrab Menggunakan AI

×

Dunia Pertambangan Indonesia Sudah Akrab Menggunakan AI

Share this article
Direktur UT Ari Sutrisno (kiri) memberi cendera mata kepada anggota Dewan Pers Abdul Manan dalam Workshop Wartawan UT 2026 di Jakarta, Rabu 14 Oktober 2026. (Sumber foto: Equipment Indonesia)

Jakarta, Equipment Indonesia – Direktur PT United Tractors Tbk (UT) Ari Sutrisno mengaku, penerapan artificial intelligence (AI) di dunia pertambangan Indonesia sudah sangat akrab dilakukan.

Bahkan, penerapan AI itu dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan-perusahaan pertambangan.

Hal itu diungkapkan Ari Sutrisno menjawab pertanyaan Equipment Indonesia Magazine di sela-sela Workshop Wartawan UT Group 2026 di Jakarta, Rabu 14 Oktober 2026 lalu bertema “Human Journalism in the Age of AI: Strengthening Trust and Media Credibility”.

Adapun sambutan kunci pada workshop itu disampaikan oleh anggota Dewan Pers yang juga mantan wartawan Tempo, Abdul Manan.

Menurut Ari Sutrisno, dengan menggunakan AI, mesin-mesin tambang bisa bekerja secara jauh lebih efisien. Termasuk di antaranya, AI digunakan untuk melakukan inspeksi jalan sudah menggunakan AI, sehingga tidak perlu lagi menggunakan tenaga manusia yang banyak untuk melakukan inspeksi.

Penggunaan AI di sektor pertambangan di Indonesia, kata dia, juga memastikan dan menjamin keamanan di site pertambangan.

Sementara dalam sambutan saat membuka workshop tersebut, pria yang mengampu jabatan Direktur Corporate Human Capital, Communications & Sustainability UT tersebut menjelaskan, Workshop Wartawan UT Group menjadi wadah bagi UT untuk menjaga hubungan yang positif dan berkelanjutan dengan rekan-rekan media, sekaligus berbagi wawasan mengenai isu dan tren terkini di dunia jurnalistik.

Tahun ini, kegiatan diikuti oleh 65 jurnalis pada level reporter dan editor dari berbagai media nasional, dengan rangkaian agenda yang meliputi keynote speech, panel diskusi, sesi tanya jawab, serta pengumuman pemenang Journalist Competition 2026.

Menurutnya hubungan antara perusahaan dan media perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka, dialog, serta kepercayaan yang tumbuh secara berkelanjutan.

Baca Juga :  UT Group Terus Salurkan Bantuan ke Daerah Terdampak Bencana di Sumatera

Bertepatan dengan momentum perayaan HUT ke-54 UT pada 13 Oktober 2026, hubungan dengan media menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan perusahaan untuk terus belajar, beradaptasi, dan menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.

“Bagi kami, hubungan dengan media bukan hanya tentang publikasi, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun komunikasi, berdialog, dan saling menghargai peran masing-masing,” ujarnya.

Dia meneruskan, “Melalui Workshop Wartawan UT Group, kami berharap dapat terus membuka ruang untuk bertukar perspektif dan belajar bersama dalam suasana yang konstruktif. Kami juga berharap kegiatan ini memberikan nilai tambah bagi rekan-rekan wartawan, sekaligus memperkuat hubungan yang dilandasi keterbukaan dan kepercayaan.”

Perkembangan AI telah membawa perubahan dalam cara informasi diproduksi, diproses, dan didistribusikan. Teknologi ini menawarkan berbagai kemudahan bagi industri media, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam memastikan akurasi informasi, memahami konteks, serta menjaga etika jurnalistik.

Di tengah arus informasi yang semakin cepat, kemampuan manusia untuk melakukan verifikasi, menggunakan pertimbangan etis, dan menghadirkan empati tetap menjadi aspek penting dalam menjaga kualitas pemberitaan dan kepercayaan publik.

Sementara itu Abdul Manan yang menempati posisi Ketua Komisi Hukum dan Perudang-undangan di Dewan Pers , memberikan perspektif mengenai tantangan dan peran jurnalisme di tengah perkembangan AI.

Diskusi ini menyoroti pentingnya menjaga prinsip verifikasi dan profesionalisme jurnalistik agar kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab tanpa mengesampingkan kualitas informasi yang diterima masyarakat.

“Di tengah perkembangan kecerdasan buatan yang semakin pesat, jurnalisme tetap memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang akurat, terverifikasi, dan berimbang,” kata Abdul Manan.

Dia menambahkan, “AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses kerja jurnalistik, tetapi tidak menggantikan peran jurnalis dalam memeriksa fakta, memahami konteks, dan mempertimbangkan dampak informasi bagi publik. Karena itu, menjaga kepercayaan masyarakat harus tetap menjadi landasan utama dalam praktik jurnalistik.” [EI]

Baca Juga :  Bosch perkuat lineup teknologi laser garis dengan perkenalkan Bosch GLL 18V-120-33 CG