Fasilitas perakitan Mercedes-Benz di Wanaherang (Bogor) memulai perakitan truk heavy duty Axor setelah sukses merakit mobil penumpang dan sasis bus.

Mercedes-Benz Indonesia merayakan pencapaian strategis untuk bisnis kendaraan komersil dengan meluncurkan truk heavy-duty Axor pertama yang dibuat di pabrik perakitan di Wanaherang, Bogor, Kamis (31/9/2017). Tipe pertama yang lahir dari pabrik ini adalah Axor Mercedes-Benz 2528C, dan akan disusul dengan serangkaian truk yang akan terus memperluas portofolio produk Mercedes-Benz di segmen heavy-duty.
Truk Mercedes-Benz bukan pendatang baru di pasar Indonesia. Markus Villinger, CEO Daimler Commercial Vehicles Indonesia, menyampaikan bahwa Mercedes-Benz telah membangun kredibilitas yang signifikan di pasar Indonesia sejak kehadirannya pada tahun 1950-an. “Dengan truk heavy-duty Axor yang dirakit secara lokal, kami ingin memanfaatkan warisan ini dan kekuatan merek kami untuk meyakinkan banyak pelanggan baru mengenai truk Mercedes-Benz di pasar Indonesia yang terus bertumbuh,” ungkapnya pada acara peluncuran yang dihadiri oleh Wakil Menteri Ekonomi Edy Putra Irawady dan Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan.

Pabrik perakitan Mercedes-Benz seluas 42 hektar di Wanaherang (Bogor) ini telah beroperasi sejak tahun 1978 dan telah membangun reputasi dengan kualitas terbaik untuk perakitan mobil dan sasis bus Mercedes-Benz. Untuk mengakomodasi perakitan truk baru dengan kapasitas hingga 4.500 unit per tahun, pabrikan ini menginvestasi dana sebesar USD 25 juta yang didedikasikan untuk pengembangan fasilitas ini selama beberapa tahun ke depan. “Investasi ini jelas mencerminkan komitmen kami terhadap Indonesia,” Markus Villinger menambahkan.
Pengoperasian fasilitas produksi ini membawa Mercedes-Benz berada lebih dekat dengan pelanggan-pelanggannya di Tanah Air, dan memungkinkannya bekerja dengan para pemasok lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi pekerja-pekerja berkualitas.
Kay-Wolf Ahlden, Head of Daimler Commercial Vehicles’ Regional Center untuk Asia Tenggara, menilai Indonesia merupakan pasar yang paling penting di wilayah Asia Tenggara bagi Daimler Trucks. “Sejak FUSO memasuki pasar pada 1970, merek ini telah berkembang menjadi pemimpin dengan portofolio produk serta penjualan dan purna jual yang kuat. Dengan memproduksi truk Mercedes-Benz Axor secara lokal memungkinkan kami untuk menargetkan peluang pertumbuhan dengan dua merek kuat yang memenuhi segmen pasar yang berbeda,” ungkapnya meyakinkan.



















