
Anda mungkin tidak atau belum mengenal SAP, sebuah perusahaan piranti lunak (Software Enterprise) asal Jerman. Tidak apa-apa. Karena memang dia beroperasi di area tersembunyi atau di belakang layar. Namun, tanpa sadar, hidup Anda sangat bergantung pada SAP, termasuk juga di industri alat berat.
Hampir semua perusahaan yang menyangkut hajat hidup orang banyak di Indonesia, dan dunia, menggunakan piranti lunak produk perusahaan yang didirikan pada 1972 ini. Mulai dari perusahaan makanan dan minuman hingga transportasi darat dan udara. Bahkan, perusahan marketplace terkemuka di Indonesia, Gojek-Tokopedia, juga memanfaatkan piranti lunak buatan SAP.
Anda tidak bisa naik pesawat Garuda Indonesia atau tidak bisa menikmati kereta bawah tanah atau MRT di Jakarta, atau tidak dapat menikmati enaknya mie rebus, atau tidak bisa menggunakan jasa Gojek atau Gofood, serta tidak bisa minum jamu produk Sidomuncul tanpa SAP. Perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan piranti lunak buatan SAP.
Karena itu, terhadap apa yang sudah dilakukan SAP itu selama 25 tahun keberadaannya di Indonesia patutlah dirayakan. Salah satu cara sederhana yang dilakukan adalah diskusi dengan media massa bertajuk “Pride of Nation: Innovation Thourgh Technology” di kantor SAP di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis 6 Oktober 2022.
Pembicara dalam diskusi itu adalah Managing Director SAP Indonesia, Andreas Diantoro, Corporate Planning Manager PT United Tractors Tbk, Dominic Chandra, dan Finance and Commercial Director PT Tripatra Engineers and Constructors Benny Joesoep. Dua perusahaan terakhir adalah pelanggan setia SAP sejak lama.
Andreas Diantoro mengungkapkan, ketika masuk pertama kali ke Indonesia, SAP baru memiliki lima klien. Di antaranya PT Astra, PT Sinarmas, PT Indofood, dan PT Telkom. Sekarang, sudah hampir 2.000 perusahaan yang bergerak di 26 sektor industri menggunakan piranti lunak SAP secara luas dan mendalam.
“SAP adalah sebuah bisnis software. Enterprise aplication. Tugas kami adalah melancarkan back office maupun front office sebuah perusahaan. Itu salah satu produk kami. Sejak bergabung SAP pada 2018, saya baru sadar bahwa dari bangun tidur sampai tidur lagi, dari lahir sampai mati kita bersentuhan dengan software SAP ini. Mereka ada di mana-mana,” kata Andreas Diantoro.
Dia meneruskan, “Kita mau naik transportasi apa pun; kereta api, MRT, tol, kita bersentuhan dengan SAP. Karena software di belakang itu adalah software SAP. Ini salah satu realisasi, bagaimana teknologi kami bisa membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia dan mamajukan Indonesia. Ini misi kami bagaimana membantu dunia dan Indonesia berlari meningkatkan kesejahteran hidup di Indonesia.”
Lebih dari itu, Andreas Diantoro mengungkapkan SAP memang berupaya mendorong percepatan produktivitas dan inklusivitas berbagai sektor industri di Indonesia lewat transformasi digital. Teknologi digital juga dapat mengatasi berbagai masalah baik sosial, ekonomi, maupun lingkungan. “Transformasi digital akan membuat inklusivitas dan keberlanjutan menjadi suatu realita,” ungkap Andreas Diantoro.
Hegemoni SAP ini juga diakui oleh Domnic Chandra dari perusahaan alat berat PT United Tractors Tbk. Anak usaha PT Astra ini merupakan salah satu pengguna piranti lunak SAP. Bahkan, mereka sudah menjadi pelanggan SAP sejak 1995 atau sebelum SAP masuk ke Indonesia. Hingga kini, PT United Tractors Tbk masih menggunakan piranti lunak terbaru dan tercanggih dari SAP.
Bagi PT United Tractors Tbk, kata Dominic Chandra, keberadaan produk-produk piranti lunak SAP menjadi penting dan sangat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Menjadi lebih penting lagi ketika menghadapi disrupsi seperti sekarang ini.
“Era transformasi digital mendorong perusahaan bertransformasi memanfaatkan teknologi dalam setiap proses bisnisnya. Aplikasi teknologi juga sejalan dengan upaya ekspansi bisnis perusahaan agar semakin relevan dengan kebutuhan pelanggan,” papar Dominic Chandra.
Bagi PT United Tractors Tbk, kata Dominic Chandra, penggunaan teknologi digital di sektor industri alat berat tidak bisa terelakkan, apalagi menghadapi era disrupsi seperti sekarang ini. Karena itu, PT United Tractors Tbk tidak hanya menggunakan piranti lunak produk SAP, tetapi juga produk-produk piranti lunak dari perusahaan lain.
Bahkan PT United Tractors Tbk mengembangkan teknologi digitalnya sendiri agar tetap bisa bersaing di tengah era disrupsi. Apalagi semakin dirasakan bahwa penggunaan teknologi digital juga sangat membantu para manajer dan top eksekutif untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
Lebih jauh Dominic Chandra menjelaskan, di bidang digitalisasi alat berat, PT United Tractors adalah pelopor. Sekarang, banyak perusahaan alat berat yang masuk juga ke dunia digital ini, tetapi PT United Tractor tetap menjadi pemimpin pasar. Dan, mereka akan terus mengembangkan diri dengan teknologi digital ini agar terus menjadi ‘market leader‘ alias penguasa pasar.
Senada dengan itu Benny Joesoep menilai, penerapan teknologi digital di semua sektor industri, termasuk di sektor industri pertambangan minyak dan gas bumi, mutlak penting. Namun, kata dia, yang lebih penting lagi adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM). Sebab, secanggih apa pun teknologi bila tidak didukung SDM yang mumpuni maka teknologi itu tetap tidak akan berfungsi dengan baik.
Karena itu, di PT Tripatra Engineers and Constructors yang merupakan anak usaha Indika Energy, kata dia, penggunaan teknologi digital yang semakin modern harus juga dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM. Dengan begitu, Benny Joesoep yakin, PT Tripatra Engineers and Constructors tetap akan menjadi perusahaan lokal paling depan yang mampu bersaing dengan perusahaan asing di sektor pertambangan minyak dan gas bumi.
Penguasaan teknologi digital dan kualitas SDM yang mumpuni menjadi semakin penting karena pemerintah mendorong peralihan dari penggunaan energi fosil ke energi baru terbarukan atau EBT. Dan, PT Tripatra Engineers and Constructors juga tetap ingin menjadi yang terdepan di sektor energi baru terbarukan ini. Karena itu dengan teknologi yang baik dan kualitas SDM yang berkualitas, mereka harus bisa mengeksploitas energi geotermal atau energi yang bersumber dari sawit. Bahkan, dari energi yang bersumber dari sampah sekalipun.
“Transformasi digital adalah sebuah keniscayaan. Karena itu, kita menggunakan produk-produk SAP. Dengan produk-produk itu, kita harus bisa kompetitif. Namun kita juga harus mampu memanfaatkan dan memaksimalkan teknologi ditigal. Untuk itu, penerapan teknologi digital harus dipadukan dengan strategi bisnis, dan juga SDM. Sebab itu kunci sukses. SDM jadi kunci sukses semua transformasi ini,” katanya.
Dia meneruskan, “Kami di Triparta, khususnya sekarang ini, agar bisa terus bersing, mau tidak mau semua solusi yang ada dengan digitalisasi. Tetapi selain teknologi, kami siapkan SDM. Dengan begitu kami bisa mengeksploitasi sumber-sumber energi baru terbarukan.” *

















