
Diversifikasi dan pengembangan usaha di bidang energi baru dan terbarukan (EBT) guna merawat bumi secara berkelanjutan yang dilakukan PT United Tractors Tbk (UNTR) belum juga berakhir. Terbaru, UNTR melalui anak usahanya, yaitu PT Energia Prima Nusantara (EPN) membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan Hitachi Zosen Corporation (HITZ) dan Sumitomo Corporation (SC) bernama PT Jabar Environmental Solutions (JES) yang akan menggarap bisnis pembangkitan tenaga listrik, treatment serta pembuangan limbah dan sampah tidak berbahaya.
Pendirian JES telah dinyatakan dalam Akta Pendirian No. 02 tertanggal 16 Januari 2024 yang dibuat di hadapan Shella Falianti, SH, Notaris di Jakarta. Akta pendirian JES telah disetujui melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manuaria Republik Indonesia No.AHU-0004197. AH.01.01 Tahun 2024 tanggal 17 Januari 2024.
JES dibentuk sejalan dengan keberhasilan UNTR melalui EPN dan konsorsium Jepang dalam memenangi proses lelang pembangunan infrastruktur proyek waste to energy Legok Nangka dengan nilai investasi Rp4 triliun.
“Tujuan didirikannya JES merupakan suatu bentuk kelanjutan langkah UNTR secara grup untuk fokus ke arah nature based solutions, yaitu tindakan-tindakan untuk menjaga, merawat secara berkelanjutan termasuk isu terkait ESG dan emisi karbon,” kata Sara K Loebis, Corporate Secretary UNTR, dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (07/2/2024).
Sara menyebut, atas pendirian JES ini, EPN bersama-sama dengan SC maupun HITZ, masing-masing telah melakukan penyetoran modal dalam JES, yakni EPN sebesar Rp3 miliar, SC senilai Rp6 miliar, dan HITZ Rp1 miliar.
“Sumber dana yang digunakan untuk melakukan pembentukan usaha patungan berasal dari penyetoran modal masing-masing pemegang saham,” ujar Sara.
Sebagai informasi, pada pertengahan tahun lalu, konsorsium yang terdiri atas SC, EPN, dan HITZ telah berhasil memenangi proses lelang untuk menjalin kemitraan dalam proyek pembangunan infrastruktur Tempat Pemrosesan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka. Proyek ini menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan kapasitas penanganan 2.000 ton sampah per hari.
Dilansir dari situs resmi KPBU Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat, TPPAS Legok Nangka merupakan proyek pengelolaan sampah perkotaan yang berlokasi di Kabupaten Bandung dengan luas area 90 hektar (ha) berkapasitas 1.853-2.131 ton per hari.
Pasokan sampah akan bersumber dari enam kabupaten/kota, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut.
Lingkup proyek meliputi desain, konstruksi, pendanaan, pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas pengelolaan sampah. Dengan perkiraan nilai investasi proyek mencapai Rp4 triliun.
Terkait hal ini, di pengujung tahun 2023 lalu, Bey Machmudin, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, mengemukakan, pembangunan TPPAS Legok Nangka dimulai pada semester I 2024 dan diklaim ramah lingkungan.
“Pembangunan awal (groundbreaking) TPPAS Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat rencananya dilakukan pada semester I tahun 2024,” katanya.
Pembangunan awal ini merupakan hasil dari penandatanganan nota kesepahaman pembangunan TPPAS Legok Nangka yang dilakukan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, perwakilan PT Sumitomo Corporation, serta perwakilan PT PLN, di Kantor Ministry of Economy Trade and Industry (METI), Tokyo, Jepang, Senin (18/12/2023).
Menurut Bey, nota kesepahaman awal yang diteken terkait TPPAS Legok Nangka yang akan terintegrasi dengan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Legok Nangka.
“TPPAS Legok Nangka merupakan salah satu solusi dalam penannganan sampah di Bandung Raya. Bahkan Legok Nangka akan ditambah dua kabupaten, yaitu Kabupaten Sumedang dan Garut. Jadi, total pertama adalah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, sebagian dari Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut. Insyaallah ini adalah pembangkit listrik tenaga sampah yang ramah lingkungan dan dikembangkan di Jawa Barat,” ujar Bey, dalam siaran pers, dikutip Rabu (07/2/2024).
Bey mengatakan, kerja sama ini merupakan bukti kesungguhan Pemerintah dalam mengembangkan energi baru terbarukan (renewable energy). Hal ini merupakan implementasi dari pertemuan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan PM Jepang Fumio Kishida yang mana salah satu proyek prioritas yang dibahas dalam pertemuan itu adalah PLTSa Legok Nangka.
Kesepakatan kedua kepala negara itu dilakukan di sela konferensi tingkat tinggi Association of Southeast Asian Nations (KTT ASEAN)-Jepang terkait sejumlah kerja sama strategis salah satunya membangun pembangkit listrik ramah lingkungan juga mengakselerasi pembangunan TPPAS Legok Nangka.
“Disepakati pula bahwa groundbreaking Legok Nangka akan dilakukan pada semester I/2024. Ini juga menjadi salah satu solusi penanganan sampah di Bandung Raya,” kata Bey.
Dalam keterangan Kemenko Perekonomian disebutkan beberapa kesepakatan perjanjian yang terkait kerja sama PLTSa Legok Nangka tersebut antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT PLN, dan Sumitomo Corporation akan bekerja sama dalam penyelesaian isu-isu terkait pembangunan PLTSa Legok Nangka yaitu peningkatan kapasitas dan edukasi publik terkait manajemen sampah dalam angka.
TPPAS Regional Legok Nangka dibangun berdasarkan Peraturan Presiden nomor 38 tahun 2015 tentang KPBU. Tempat ini juga dibuat untuk mengurangi pembuangan sampah di TPA Sarimukti yang berlokasi di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. TPPAS Legok Nangka akan mengelola sampah menggunakan teknologi hijau. @


















