26.2 C
Jakarta
24 Jan, 2021.

Perjalanan Excavator XCMG Menembus Perbatasan Kalimantan Timur – Kalimantan Utara

Kisah sukses dua unit excavator XCMG menempuh jarak sejauh 170 km di perbatasan Kalimantan Timur – Kalimantan Utara demi proyek infrastruktur jalan raya untuk membuka isolasi daerah itu.  

Alat berat/konstruksi seperti excavator biasanya diangkut menggunakan truck trailer ketika menuju lokasi kerja (job site). Kalau posturnya terlampau bongsor sehingga menyulitkan saat diangkut, biasanya beberapa komponennya terpaksa dipreteli, dan akan dipasang kembali ketika tiba di lokasi tujuan. Ini dengan pengandaian sudah ada jalan yang bisa dilintasi truk besar menuju lokasi. Jika akses jalan belum tersedia, maka excavator harus membuka jalan untuk dirinya sendiri untuk tiba di job site. Itulah yang terjadi dengan dua unit hydraulic excavator XCMG yang melintasi perbatasan Kalimantan Timur – Kalimantan Utara beberapa waktu lalu.

Petulangan kedua unit excavator XCMG – XE215C dan XE335C – berawal dari program Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur untuk mengerjakan pembangunan jalan tembus di wilayah Perbatasan Kalimantan Timur dengan Kalimantan Utara (Loh Bong – Metulang). Proyek infrastruktur ini dimaksudkan untuk membuka isolasi dan mendorong pembangunan ekonomi di kawasan ini. Selama puluhan tahun daerah perbatasan ini tidak memiliki akses jalan. Akibatnya, pembangunan ekonomi kurang berkembang.

Pembangunan ruas jalan Loh Bong – Metulang memerlukan berbagai alat berat, termasuk excavator. Fungsi utama excavator adalah untuk menggali material (tanah) dengan bucket-nya. Namun, mesin ini dapat digunakan untuk berbagai aplikasi lain sesuai kebutuhan operasi di lapangan hanya dengan mengganti attachment-nya. Misalnya, digunakan untuk menghancurkan batu dengan mengganti bucket dengan breaker, dan masih banyak lagi.   

Kedua excavator yang tergolong nekat itu dimiliki oleh PT. BMK – sub-kontraktor yang mengerjakan proyek jalan raya tersebut. Perusahaan kontraktor ini berasal dari Bontang, Kalimantan Timur. Alat-alat berat itu dibeli dari PT. Gaya Makmur Putra, agen resmi XCMG di Indonesia. PT. Gaya Makmur Putra merupakan salah satu anak usaha dari PT. Gaya Makmur Tractors.

Karena belum tersedia infrastruktur jalan menuju lokasi proyek itu, maka perjalanan unit-unit excavator XCMG itu ke lokasi dilakukan secara Hauling (dikendarai) sejauh sekitar 170 km dari Long Bangun menuju Long Boh. Sebelum menempuh perjalanan darat dari Long Bangun ke Long Boh, unit-unit ini dibawa dari Long Buah menuju Long Bangun menggunakan LCT selama 5 hari dalam kondisi air normal.

Perjalanan selama 14 hari dengan cara Hauling meninggalkan banyak cerita menarik sekaligus menantang. Karena melewati perkampungan-perkampungan para penduduk setempat, maka alat-alat ini secara suka rela membantu memperbaiki ruas-ruas jalan dan jembatan-jembatan yang rusak dan putus di jalur yang dilintasi. Ini sebagai bentuk ucapan terima kasih karena kerelaan mereka membiarkan alat ini melewati wilayah mereka, suatu kerja sama yang sungguh-sungguh mengharukan.

Jalur-jalur yang dilewati alat-alat ini sangat menantang. Mereka melintasi lembah-lembah dan bukit-bukit, tanah-tanah keras dan daerah rawa-rawa, serta masuk – keluar sungai. Kedua excavator ini harus menyeberang beberapa anak sungai dengan kedalaman sekitar 1 – 2 m. Jika kondisi kedalaman air terlalu tinggi (pasang), maka excavator-excavator tersebut harus berhenti dan bermalam sambil menunggu keadaan air kembali normal. Jika dipaksakan, mereka bisa kelelap.

Untungnya, selama menempuh perjalanan panjang yang sangat menantang itu, kedua hydraulic excavator XCMG ini tidak ada yang mengalami trouble. Final Drive dan Hydraulic Pump tetap dalam kondisi baik dan Ready Go, meski dipakai dalam hauling menempuh jarak jauh. Setibanya di lokasi, kedua alat konstruksi ini langsung beraksi, dan hingga kini mereka beroperasi tanpa masalah.

Related posts