
Saat pembukaan Indonesia Infrastructures 2015 di Jakarta, Rabu (4/11), Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah sangat konsen terhadap pembangunan infrastruktur nasional. Buktinya, pada era pemerintahan Jokowi-JK, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diberikan anggaran yang paling besar di antara kementerian lain. Seiring kebutuhan infrastruktur yang makin tinggi, Wapres berkeinginan anggaran Kementerian PUPR ditambah hingga menyentuh angka Rp 200 triliun.
Anggaran sebesar itu menjadi suatu kebutuhan bagi pemerintah untuk mengejar pembangunan infrastruktur Indonesia yang tertinggal. Selain pemerintah pusat, transfer dana ke daerah juga terus akan membesar. Ia berharap anggaran tersebut bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk terus membangun infrastruktur.
Indonesia Infrastructure Week merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh PT. Infrastructure Asia berkolaborasi dengan beberapa mitranya. Event ini mampu menarik minat investor-investor asing, terutama dari Tiongkok, untuk berkolaborasi dengan para pelaku bisnis Indonesia. Hal ini terlihat dari komitmen mereka yang menyewa lahan pameran seluas 2.000 meter persegi untuk IIW 2016.
IIW’ 15 telah berhasil menarik lebih dari 12.000 pengunjung dan 200 eksibitor pada event yang berlangsung selama tiga hari ini. IIW’15 juga berhasil menyatukan seluruh pemangku kepentingan tidak hanya untuk mengatasi isu tetapi juga menekankan area mana yang kinerjanya dapat ditingkatkan. Tahun depan, diproyeksikan IIW akan melayani lebih banyak investor, perwakilan pemerintah dan semua profesional yang berhubungan dengan infrastruktur.
“Kami melihat ketertarikan besar dari investor yang akan terus bertambah di tahun depan. Kami akan melanjutkan kerjasama dengan pemerintah dalam menyediakan platform strategis dimana investor dan pelaku bisnis dapat bertemu dan menentukan proyek mana yang dapat mereka jalankan bersama,” pungkas CEO Infrastructure Asia, Alan Solow, selaku penyelenggara IIW’15.

















