Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
EquipmentFeatureTop News

Mengapa Ekonomi Indonesia Masih Sulit Tumbuh Makin Cepat?

317
×

Mengapa Ekonomi Indonesia Masih Sulit Tumbuh Makin Cepat?

Share this article
Pembangunan jalan tol di daerah Tanjung Priok.
Example 468x60
Pembangunan jalan tol di daerah Tanjung Priok.
Pembangunan jalan tol di daerah Tanjung Priok.

Indonesia memiliki potensi yang tak terhingga jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN, dan masa depan perekonomian Indonesia akan tetap sekuat sebelumnya jika rencana pengembangan infrastruktur dapat terlaksana dengan baik.

Demikian kesimpulan akhir hasil diskusi seluruh pemangku kepentingan pada penutupan pameran Indonesia Infrastructure Week (IIW), salah satu forum bisnis dan pameran paling strategis di Indonesia yang berlangsung di Jakarta, 4-6 November 2015.

ALTRAK

“Kami berupaya untuk mewujudkan potensi nasional dan tidak berhenti apapun hambatan yang menghadang. Saya yakin, jika kita semua bekerjasama, kita akan dapat mencapai tujuan akhir kita dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution saat menutup event tersebut.

Menurut Darmin, saat ini pemerintah masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain, terbatasnya infrastruktur serta persentase biaya yang masih tinggi untuk logistik dan pengangkutan barang dan jasa. Akibat dari kondisi infrastruktur yang kurang ideal, waktu tempuh rata-rata di koridor utama Indonesia mencapai 2,6 jam / 100 km.

“Jika kita bandingkan dengan Thailand dan Malaysia, waktu tempuhnya bisa dua kali lipat lebih lama. Tidak hanya itu, rasio distribusi listrik mencapai 84,1%, jauh tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Thailand, Filipina dan Vietnam dengan rasio 100%,” tukasnya.

Meskipun demikian, kata dia, pemerintah tetap berkomitmen untuk mendukung investor dalam mengatasi masalah ini melalui enam paket kebijakan ekonomi yang baru dikeluarkan, lengkap dengan skema kemitraan antara pemerintah dan swasta, dan skema pendanaan yang inovatif.

Darmin menekankan, untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar tujuh persen, Indonesia perlu memobilisasi sumber pendanaan alternatif untuk proyek-proyek infrastruktur. Ini merupakan sesuatu yang dapat dicapai melalui kemitraan antara pemerintah dan swasta atau Public-Private Partnership, Viability Gap Fund, Availability Payment dan Direct Lending, serta Performance Based Annuity Scheme. Pejabat pemerintah dan pelaku bisnis berkolaborasi dalam menerapkan skema tersebut.

Baca Juga :  MB Crusher luncurkan Screener Bucket untuk Excavator 30 hingga 45 ton

Indonesia Infrastructure Week merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh PT. Infrastructure Asia berkolaborasi dengan beberapa mitranya. Event ini mampu menarik minat investor-investor asing, terutama dari Tiongkok, untuk berkolaborasi dengan para pelaku bisnis Indonesia. Hal ini terlihat dari komitmen mereka yang menyewa lahan pameran seluas 2.000 meter persegi untuk IIW 2016.

IIW’ 15 telah berhasil menarik lebih dari 12.000 pengunjung dan 200 eksibitor pada event yang berlangsung selama tiga hari ini. IIW’15 juga berhasil menyatukan seluruh pemangku kepentingan tidak hanya untuk mengatasi isu tetapi juga menekankan area mana yang kinerjanya dapat ditingkatkan. Tahun depan, diproyeksikan IIW akan melayani lebih banyak investor, perwakilan pemerintah dan semua profesional yang berhubungan dengan infrastruktur. @

Iklan Berca