
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyerahkan secara simbolis bus bantuan kepada sejumlah Pemerintah Daerah dan dua BUMN di bidang transportasi, yaitu Perum DAMRI dan Perum PPD sebanyak 1.240 unit. Acara penyerahan dilakukan oleh Sekjen Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, dan disaksikan oleh Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (21/1).
Ada dua tipe bus Hino yang diserap dalam program ini. Pertama, Bus Besar Hino R 260 dengan tenaga mesin 260 PS ini yang dilengkapi dengan sistem pengeraman full air dan single frame yang lebih kuat, tahan lama serta kick up frame sehingga membuat sistem suspensinya lebih nyaman.Kedua, Bus Sedang Hino Tipe FB 130, yaitu kendaraan bermesin 130 PS yang dilengkapi turbo intercooler yang didukung oleh double acting shock absorber serta mempunyai jejak ban yang lebih lebar sehingga membuat kendaraan ini lebih stabil.
Sugihardjo menjabarkan, dari 1.240 unit bus bantuan tersebut, sebanyak 1.050 unit sebagai Bus Rapid Transit (BRT), 15 unit untuk Bus Pemadu Moda, Bus Angkutan Perkotaan sebanyak 50 unit, dan Angkutan Perintis sebanyak 125 unit. Adapun pihak-pihak yang menerima 1.050 unit bus BRT adalah Pemerintah Daerah Aceh (25 unit), Pemerintah Daerah Provinsi Lampung (20 unit), Pemerintah Daerah Provinsi Maluku (5 unit), Pemerintah Daerah D.I. Yogyakarta (25 unit), Pemerintah Daerah Kota Pekanbaru (50 unit), Pemerintah Daerah Kota Batam (15 unit), Pemerintah Daerah Kota Palembang (50 unit), Pemerintah Daerah Kota Semarang (25 unit), Pemerintah Daerah Kota Sorong (10 unit), Perum Damri (225 unit), dan Perum PPD (600 unit).
“Penyerahan 1.240 unit bus bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Kemenhub untuk merealisasikan program Nawa Cita yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019. Dengan pengadaan bus ini diharapkan masyarakat dapat merasakan kehadiran Pemerintah terutama dalam hal penyediaan sarana dan prasarana transportasi darat yang memadai,” kata Sugihardjo.
Hino selaku pemasok akan menyediakan layanan purna jual yang prima guna menjamin kelancaran operasi kendaraan-kendaraan tersebut. Sebut saja, misalnya, Free Service Program, yaitu layanan servis berkala gratis untuk 2 tahun atau 60.000 km, dan Kontrak Service demi menjaga bus-bus itu tetap terawat dengan baik. Selain itu, Hino memberikan pelatihan untuk mekanik dan pengemudi, plus Mobil Servis yang dilengkapi dengan alat-alat yang diperlukan untuk melayani servis atau perbaikan ringan di lokasi pelanggan.



















