Parteq Innovations sudah berpartner dengan pabrikan peralatan perkakas industri asal Swedia, Atlas Copco, untuk pengembangan teknologi otomasi tambang bawah tanah yang baru.
Dikembangkan di lab Dr Johsua Marshall, dengan mahasiswa tamatan Dr Andrew Dobson, dari Departemen Pertambangan Queen’s University, teknologi tersebut mengotomatiskan proses pemuatan bucket dari kendaraan load haul dump dengan kerangka baja keras.
Dengan terus mengembangkan teknologi itu, Atlas Copco berencana untuk memasukkannya ke dalam generasi-generasi berikut dari peralatan tambang bawah tanahnya.
Dr Marshall mengatakan, “Teknologi ini memecahkan problem yang sudah lama terjadi dalam robotic tambang, dan kami bangga bahwa Atlas Copco memilih untuk bermitra dengan kami di Queen’s.
“Atlas Copco memiliki tim yang fantastik yang terdiri dari orang-orang yang berdedikasi tinggi dan berpikiran maju, yang membuat pengalaman kolaborasi ini sangat berarti baik secara teknis maupun profesional.”
“Teknologi yang dihasilkan memungkinkan kami untuk merencanakan opsi-opsi autoloading pada produk-produk load, haul dan dump (LHD) kami.”
Vice president teknologi tambang Atlas Copco, Olav Kvist, mengatakan, “Kolaborasi dengan Queen’s University menjadi suatu pengalaman positif yang membawa teknologi baru juga hubungan yang baik di antara kami.
“Teknologi yang dihasilkan memungkinkan kami untuk merencanakan opsi-opsi autoloading pada produk-produk LHD kami.”
Ke depan, Atlas Copco berencana untuk bekerja sama lebih jauh dengan Queens University di bidang otomasi tambang. Dengan fokus pada sistem tambang dan robotics, riset Dr Marshall melibatkan pengembangan dan aplikasi metode-metode canggih berkenaan dengan persepsi, modelling, dan kontrol peralatan tambang juga proses. (parteqinnovations.com)


















