E
piroc memulai kemitraan dengan produsen baja SSAB mengembangkan baja bebas fosil untuk digunakan dalam produksi peralatan tambang Epiroc. Mengomentasi kerjasama itu, Helena Hedblom selaku Presiden dan CEO Epiroc, mengatakan perusahaannya selalu mengedepankan sustainability dalam semua aktivitas bisnisnya.
“Keberlanjutan terintegrasi ke dalam semua yang kami lakukan, dan kami berkomitmen untuk mengurangi separuh emisi CO2e kami pada tahun 2030. Kemitraan yang menarik dengan SSAB ini akan mendukung kami dan pelanggan-pelanggan kami dalam perjalanan untuk mencapai tujuan iklim kami yang sangat ambisius. Jelas bahwa agenda inovasi kami berjalan seiring dengan agenda keberlanjutan pelanggan-pelanggan kami,” ungkapnya dalam keterangan tertulis pabrikan itu, baru-baru ini.
SSAB menargetkan untuk menghadirkan baja bebas fosil ke pasar dalam skala komersial pada tahun 2026 dan sudah mengirimkan baja pertama yang terbuat dari besi tereduksi hidrogen pada tahun 2021. SSAB bekerja sama dengan produsen bijih besi LKAB dan perusahaan energi Vattenfall sebagai bagian dari inisiatif HYBRIT untuk mengembangkan rantai nilai untuk produksi besi dan baja bebas fosil, menggantikan batu bara kokas yang secara tradisional dibutuhkan untuk pembuatan baja berbasis bijih besi, dengan listrik dan hidrogen bebas fosil. Proses ini hampir menghilangkan emisi karbon dioksida dalam produksi baja.
Epiroc awalnya akan menggunakan baja bebas fosil sebagai bahan untuk prototipe mesin bawah tanah yang diproduksi pada fasilitasnya di Orebro, Swedia, dan berencana untuk meningkatkan penggunaan baja bebas fosil dari waktu ke waktu.
“Kami sangat senang menyambut Epiroc ke dalam grup mitra kami dan menantikan kolaborasi baja bebas fosil. Ini adalah langkah alami berikutnya dalam upaya bersama kami untuk mengurangi perubahan iklim. Permintaan baja bebas fosil meningkat, yang merupakan salah satu alasan SSAB mengedepankan transisi hijaunya dengan ambisi untuk menghilangkan sebagian besar emisi karbon dioksida sekitar tahun 2030,” kata Martin Lindqvist, Presiden dan CEO SSAB.
Dalam peralihan ke ekonomi rendah karbon, pengembangan teknologi baru seperti ini sangat penting untuk memungkinkan transisi. Kemitraan dengan SSAB sangat cocok dengan tujuan keberlanjutan Epiroc yang ambisius untuk tahun 2030 termasuk mengurangi separuh emisi CO2e-nya.
Pada tahun 2021, Epiroc menerima validasi dari Science Based Targets initiative (SBTi) untuk target pengurangan emisi dalam operasi-operasinya sendiri serta saat para pelanggan menggunakan produk-produk yang dijual.
SBTi memvalidasi target iklim Epiroc karena sejalan dengan menjaga pemanasan global pada kisaran maksimum 1,5°C, konsisten dengan ilmu iklim terbaru dan target Paris Climate Agreement.
Selain itu, sasaran keberlanjutan Epiroc tahun 2030 mencakup pengurangan separuh emisi CO2e dalam transportasi serta dari para pemasok yang terkait, memiliki 90% energi terbarukan dalam operasi-operasinya sendiri, dan menawarkan rangkaian lengkap produk-produk bebas emisi. Sumber: Epiroc



















