31.6 C
Jakarta
14 Mei, 2021.

Apa khabar Alat Berat Pindad?

PT Pindad (Persero) mulai merambah masuk ke bisnis alat berat sejak tahun 2015. Dari BUMN yang selama ini memproduksi peralatan pertahanan dan keamanan muncul beberapa produk alat berat. Konon langkah ekspansi ini sebagai jawaban perusahaan terhadap permintaan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kontribusi pada bangsa dan negara.

Tidak mudah tentunya untuk membangun sebuah unit bisnis baru, apalagi menghasilkan produk sekelas alat berat. Oleh sebab itu, sebagaimana dijelaskan Supriyadi selaku HE Bussines Advisory PT Pindad dalam acara webinar tentang TKDN baru-baru ini, dalam tahap awal perusahaan ini harus menjalin kerja sama dengan pihak lain.

“Khusus di alat berat kami menempatkan diri di tengah-tengah, sebagai pemegang merk. Dalam proses, kami masih mengumpulkan partisipan baik dari BUMN maupun swasta nasional yang sebelumnya sudah bergerak di industri alat berat untuk lakukan partnership,” terangnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, lewat kegiatan riset dan pengembangan yang dilakukan pada tahun 2016, Pindad sudah bisa menghasilkan beberapa produk alat berat yang bisa dikomersialkan. Berlanjut pada periode tahun 2017 dan 2018, BUMN ini sudah memproduksi beberapa produk dengan menyasar pangsa pasar konstruksi.

“Sehingga pada saat itu, bahkan sampai sekarang, produk-produk Pindad lebih banyak ditemukan di proyek-proyek milik Kementerian PUPR dan Pemda-Pemda,” lanjutnya.

Produk alat berat pertama dan sudah digunakan adalah exchavator 20 ton dengan merk Excava 200. Ini merupakan produk andalan perseroan saat ini. Supriyadi menjelaskan, meski kapasitas yang tercantum 20 ton, namun sesungguhnya kapasitas dari Excava 200 adalah 22 ton. “Sudah banyak digunakan di kegiatan usaha konstruksi,” ujarnya.

Di kegiatan pertambangan, Excava 200 ini digunakan untuk kegiatan land clearing di antaranya digunakan oleh PT. Arutmin Indonesia.

Pindad juga memproduksi beberapa produk excavator model lain, seperti Excavator Amphibious yang dikenal memiliki kemampuan beroperasi di atas air. Juga ada produk Excava 50 yang dirancang khusus sebagai solusi untuk pekerjaan konstruksi ringan. Produk ini sudah diluncurkan pada tahun 2019. Sayangnya, memasuki tahun 2020, pandemi Covid-19 melanda, sehingga berpengaruh pada pemasaran.

Excavator 50 diklaim memiliki tenaga yang lebih besar dibanding produk yang sama di kelasnya. Selain itu, produk ini disebut lebih ringan dalam akselerasi.

Sementara Excavator Amphibious merupakan salah satu produk yang bisa digunakan untuk pekerjaan di atas air atau rawa. Produk ini juga sudah mulai masuk ke sektor pertambangan dan digunakan di tambang batu bara milik PT. Adaro Indonesia. Dari pengalaman pemanfaatan alat ini, performanya bagus dengan konsumsi bahan bakar lebih irit. Pindad mengklaim setiap produk yang diproduksi telah menggunakan standar global.

Sebagai pemain nasional dan juga baru, produk-produk alat berat PT Pindad diklaim sudah ada di beberapa kota di seluruh Indonesia. Meski masih dalam jumlah yang terbatas. Menurut Supriyadi, dari sisi SDM untuk memproduksi alat berat, sudah tidak diragukan lagi. Para pekerja di PT Pindad sudah punya kemampuan untuk merakit dan menghasilkan produk berkualitas.

Namun, salah satu persoalan yang masih menjadi tantangan berat hingga kini terkait komponen-komponen yang sebagian besar masih harus diimpor. Persoalan ini memberatkan Pindad ketika hendak meningkatkan kandungan lokal dalam setiap produk alat berat yang dihasilkan. Sehubungan dengan itu, menurut Supriyadi, yang juga dibutuhkan ke depan adalah membangun industri komponen alat berat dalam negeri.

“Kami pun meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian, untuk mengundang industri komponen alat berat untuk berinvestasi dan membangun pabrik di Indonesia. Sehingga nantinya akan muncul principle alat berat di Indonesia. Perekonomian pun akan tumbuh,” tutup Supryadi. #

Related posts

346365
Users Today : 724
This Year : 58825
Total Users : 345665
Views Today : 9555
Total views : 8972015
Who's Online : 20
Your IP Address : 3.236.222.124
Server Time : 2021-05-14