Penandatanganan naskah Perjanjian Kerjasama Penguatan Fungsi Kawasan Konservasi Taman Nasional Kepulauan Seribu antara Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu dengan PT Komatsu Indonesia
Jakarta, Equipment Indonesia – PT Komatsu Indonesia dan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu menandatangani Naskah Perjanjian Kerja Sama Penguatan Fungsi Kawasan Konservasi Taman Nasional Kepulauan Seribu di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta pada Kamis (11/12/2025). Acara penandatanganan itu dilakukan oleh Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, Satori, dan Rofiur Rutab selaku Direktur PT Komatsu Indonesia. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini dilakukan dalam semangat kolaborasi untuk memperkuat fungsi kawasan konservasi melalui rehabilitasi mangrove serta peningkatan perlindungan dan pengamanan kawasan.
Acara penandatanganan disaksikan oleh Kepala Sub Direktorat Kerja Sama Penguatan Fungsi dan Pembangunan Strategis Direktorat Perencanaan Konservasi dan Kepala Bagian Keuangan Sumber Daya Manusia Organisasi dan Tata Laksana (Setditjen KSDAE) serta perwakilan Direktorat Teknis lingkup Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuhnya kemitraan strategis antara pemerintah dan dunia usaha dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir laut.
Taman Nasional Kepulauan Seribu merupakan kawasan konservasi laut yang kaya akan keanekaragaman hayati yang meliputi hutan mangrove, terumbu karang, dan padang lamun, namun menghadapi tantangan abrasi dan tekanan ekologis yang memerlukan aksi kolektif dan berkelanjutan.
Dalam kerja sama ini, kedua belah pihak menyepakati pendekatan kolaboratif dan saling melengkapi. Balai TN Kepulauan Seribu bertanggung jawab atas pengelolaan kawasan, pembinaan teknis, serta koordinasi pelaksanaan di lapangan. Sementara PT Komatsu Indonesia berkontribusi melalui penanaman dan pemeliharaan sebanyak 42.000 bibit mangrove selama tiga tahun di Pulau Kelapa, Pulau Panjang Besar dan Pulau Harapan seluas kurang lebih 7 ha, serta dukungan pada peningkatan sarana dan prasarana pengamanan kawasan.
Program dirancang secara bertahap, dengan penekanan kuat pada pemeliharaan jangka panjang dan keterlibatan aktif masyarakat lokal serta mitra-mitra setempat sebagai bentuk pengakuan bahwa keberhasilan konservasi lahir dari kebersamaan, bukan hanya dari intervensi teknis.
Direktur PT Komatsu Indonesia, Rofiur Rutab, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen perusahaan di bidang lingkungan. PT Komatsu Indonesia siap menjalankan program secara disiplin dengan menempatkan akuntabilitas serta keberlanjutan sebagai prinsip utama. Dia menegaskan, kemitraan dengan TN Kepulauan Seribu merupakan langkah strategis untuk menghadirkan kontribusi dunia usaha yang berdampak nyata pada konservasi di tingkat tapak.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan menyusun bersama Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT), dilengkapi indikator keberhasilan, jadwal pelaksanaan, serta mekanisme pelaporan dan evaluasi yang transparan. Monitoring akan dilakukan secara partisipatif untuk memastikan akuntabilitas dan dampak yang nyata.
Pihak Ditjen KSDAE menyambut positif inisiatif ini sebagai contoh konkret kemitraan lintas sektor yang terukur, inklusif, dan berkelanjutan dan mendorong agar pelaksanaannya dilakukan secara konsisten, dengan komitmen jangka panjang dan integritas penuh. Karena menjaga alam bukanlah tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama yang tumbuh dari rasa saling percaya, saling menghargai, dan tekad untuk berkontribusi demi masa depan yang lestari. EI



















