
Mining shovel Komatsu PC7000 menjadi sebuah obyek tontonan yang menghentikan langkah-langkah para pengunjung pameran Bauma 2016 di Munich, Jerman, baru-baru ini. Mereka berhenti sejenak untuk berpose di depan mesin itu sebelum melanjutkan kunjungan ke stand-stand berikutnya. Diperkirakan ribuan pengunjung berfoto di depan mesin yang sangat besar itu.
Namun, bukan itu yang terpenting, melainkan teknologi di balik mesin shovel itu, juga kemudahan operasi alat raksasa itu, yang akan meninggalkan kenangan tak terlupakan di hati para penggunanya, kata Mas Morishita, managing director dan CEO Komatsu Eropa seperti dikutip constructionequipment.com.
“Teknologi yang kami benamkan ke dalam semua mesin kami juga ada di dalam PC7000 ini,” ungkap Morishita. “Ukurannya sangat besar– dan pelanggan-pelanggan kami menyukainya. Namun, teknologi di dalamnya dan seberapa mudah mengoperasikannya juga sangat penting.”
Mesin shovel ini diklaim sebagai yang terbesar yang pernah dipajang di pameran bauma, menurut Morishita. Dua dari mesin-mesin raksasa besutan Komatsu ini sudah beroperasi, satu di Kanada dan satunya lagi di Australia – keduanya digunakan pada aplikasi-aplikasi tambang terbuka.
Mesin 677 ton ditenagai dengan engine diesel 1250 kW dan bisa mengangkat front shovel bucket dengan volume 36m3. Shovel ini sangat cocok berpasangan dengan truk dengan kapasitas muat berkisar antara 240 hingga 290 ton.
Disain bucket dan tata letak hidrolik sudah dibenahi untuk memungkinkan pengedukan yang lebih mudah bagi para operator. Tersedia kontak terbuka yang membantu sistem hidrolik memutar shovel dengan cepat dan menerobos material dengan mudah.
Mesin shovel ini sudah dibekali Komtrax Plus, sistem monitoring mesin Komatsu generasi terbaru. Para operator dapat mengecek status operasi mesin-mesin mereka, dan jika data-data itu diperlukan dapat ditransfer via satelit secara langsung kepada spesialis perawatan. Data yang dimaksud meliputi tekanan hidrolik dan performa engine.

















