26.1 C
Jakarta
Nov 21, 2019.
Image default

Sakai Akan Produksi Road Stabilizer di Indonesia

Kabar gembira bagi para kontraktor jalan di Indonesia. Produsen alat konstruksi jalan asal Jepang, Sakai Heavy Industries Ltd, akan memproduksi mesin road stabilizer di Indonesia mulai tahun depan. Alat ini memiliki peran  penting dalam konstruksi jalan agar lebih kuat dan tahan lama.

Arif Priyanto, Product Support PT Sakai Indonesia mengatakan selama ini road stabilizer merek Sakai memang sudah beredar di Indonesia. “Biasanya di daerah Kalimantan, Sumatera, daerah-daerah sudah banyak, tetapi Sakai yang second hand sama yang model lama,” ujarnya.

Model lama yang dimaksud adalah Sakai Road Cutter PM 450. Saat ini, lanjut Arif, Sakai sudah mengeluarkan model terbaru yaitu Sakai PM550-s. “Sebenarnya sudah lama, tetapi market share-nya lebih banyak di Jepang. Kita mencoba penetrasi di Asia Tenggara khususnya. Selama ini di Thailand dan Vietanam itu sudah banyak,” ujarnya.

Sakai PM550-s ini sudah dipamerkan kepada para pelanggan Indonesia pada ajang Mining & Construction Indonesia 2019. “Kita coba di Indonesia tahun ini. Kita datangkan yang baru ke sini untuk demontrasi dan promosi,” ujarnya.

Rencananya, menurut Arif, tahun depan Sakai akan memproduksi PM550-s ini pada pabrik Sakai di Cikarang. “Tahun depan rencana kita diproduksi di Indonesia. Sekarang diproduksi di Jepang,” ujarnya.

Bila rencana ini terwujud, ini akan menambah portofolio unit alat berat Sakai yang diproduksi di Indonesia. Selama ini, menurut Arif, unit yang sudah diproduksi di Indonesia adalah Vibrating Single Drum Roller dan Pneumatic Tired Roller.

Dengan diproduksi langsung di Indonesia, menurut Arif, diharapkan harga jual PM 550-s menjadi lebih kompetitif dan supporting-nya juga lebih baik karena pabriknya di Indonesia, lebih dekat dengan pelanggan. Tak hanya itu, diharapkan penjualannya pun meningkat. “Paling tidak market share kita seperti di Vibro Single Drum Roller,” ujarnya.

Lantas apa fungsi PM550-s ini? Menurut Arif, alat ini digunakan untuk mixing stabilizer pada konstruksi jalan.  Ada tiga metode yang bisa dilakukan. Metode yang pertama biasanya untuk memperkuat subgrade yaitu bagian jalan paling bawah yang masih berupa tanah. “Jadi subgrade-nya diperkuat, ditambah zat adiktif, biasanya semen. Di-mix sampai kedalaman 43 cm, baru dipadatin lagi,” ujar Arif.

Metode yang kedua adalah memperkuat lagi di bagian base course (lapisan fondasi atas atau subbase course (lapisan fondasi bawah). “Di-mix lagi, ditambah zat aditif semen, diaduk sampai kedalaman maksimal 43 cm,” ujarnya.

Dan metode yang ketiga adalah recycle, yaitu mengolah kembali material jalan-jalan aspal yang sudah rusak. Biasanya di Indonesia, menurut Arif, kalau jalan sudah rusak, aspalnya dikeruk dan dibuang aspalnya. Dengan Sakai PM 550-s, material jalan tersebut dimanfaatkan lagi dengan cara dihancurin lalu dicampur semen dan aspal emulsion. Hasil recycle ini akan mengisi bagian base course sehingga lebih kuat.

Arif mengatakan potensi pasar untuk road stabilizer ini cukup besar di Indonesia. Di perkotaan, jalan-jalan sudah memiliki tangkat kepadatan lalulintas yang tinggi. Sementara di daerah masih banyak jalan yang rusak dan masih berupa jalan tanah. “Potensinya sangat besar,” ujarnya.

Sakai PM550-s, menurutnya, selain bisa mendaur ulang aspal yang sudah rusak, juga memiliki keunggulan lainnya. “Kalau dari sisi maintenance, alat ini  mudah dirawat. Kita juga cuma butuh satu operator. Jadi, bisa melihat hasil mixing-nya di bawah dengan satu operator,” ujarnya. #

Related posts

JCB Telescopic Handler

Ke Mana XCMG Memasarkan Produk-Produknya?

Gomaco Gunakan Teknologi Inovatif

William Syukur