29.5 C
Jakarta
Dec 7, 2019.
Image default

Mengenal Fitur-fitur Andalan K Range

Varian terbaru K Range bisa memenuhi permintaan dan kebutuhan segmen pengangkutan berat di Indonesia.

K Range sudah teruji sebagai truk yang tangguh di sektor perkayuan (Dok. ITU)

Selain memiliki kemampuan untuk mengangkut beban yang lebih banyak, varian terbaru Renault Truck untuk pasar Indoensia, K Range, mengusung beberapa keunggulan lainnya. Dengan ground clearance yang tingggi dan approach angle  sebesar 36 derajat, K Range cocok untuk kebutuhan off road. Truk ini juga memiliki sejumlah fitur yang unik seperti  penguatan chassis yang disesuaikan, plat di bawah mesin dan tangki oli, bumper berbahan 100% baja di tiga bagian serta gird pelindung dan lampu depan.

Seperti dijelaskan Cyril Barille’ selaku Vice Presiden Renault Trucks International, K Range dilengkapi dengan optidriver dan gearbox robot terbaru. Optidriver ini  mampu mengurangi  konsumsi bahan bakar hingga 10% dan mengurangi kebutuhan pemeliharaan. Teknologinya dapat  meningkatkan keselamatan dan kenyamanan dengan kemudahaan menyetir saat mode off-road diaktifkan.

“Truk K Range baru ini membuktikan keandalannya dan kekuataannya di kondisi paling parah di seluruh dunia. Truk ini telah sukses digunakan di banyak lokasi pertambangan dan hutan Eropa, Afrika dan Amerika Selatan,” kata Cyril.

Aspek keselamatan  pun merupakan elemen penting. Truk K Range didesain untuk menyediakan keselamatan maksimal kepada pengendara. Desian cab-nya sudah sesuai dengan standar masa depan, dalam hal deformasi dan ruang yang minimal jika terjadi kebakaran. Kacanya membatasi blind spot dan fungsi rem parkir elektrik akan teraktivasi secara otomatis saat mesin mati.

Presiden Direktur PT. Indo Traktor Utama, Bambang Prijono, menambahkan, engine K Range sudah kompatibel dengan bahan bakar biodiesel yang saat ini sedang didorong oleh pemerintah Indonesia. “Truk kita sudah ready sampai B30. Jadi kalau sampai B30 kita sudah enggak ada masalah. Sudah diuji di Prancis,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, mesin truk K Range memang sudah dirancang agar cocok dengan biodiesel. Karena itu sudah ada penyesuaian spare parts sejak dirakit di pabrik. “Karena fuel pipe line-nya harus diganti semua. Jadi ada namanya biodiesel kit. Saat keluar dari pabrik sudah dipasangi biodiesel kit. Pipa-pipa solarnya itu khusus, filter masih sama. Tapi kami tambahkan water separator. Keluar dari fuel tank ada filter dulu baru masuk ke mesin,” jelasnya.

Ia menambahkan, mesin Renault sudah teruji di Indonesia. Sebab Renault Trucks merupakan bagian Volvo Trucks yang produknya memang sudah eksis di Indonesia. “Volvo bus kami yang di TransJakarta juga kan sudah pakai B20 dan enggak ada masalah. Dan Volvo-Renault kan satu grup, jadi sebetulnya mesinnya sama. Mesin 11 liter ini dibuat di Prancis. Dan 13 liter dibuat di Swedia, jadi tinggal tuker-tukeran aja,” tutupnya.  EI

Related posts