
Produsen-produsen kendaraan bermotor dan peralatan konstruksi terus didorong untuk mengurangi kadar gas buang dari mesin-mesin yang mereka hasilkan agar makin sustainable.

Semburan gas buang dari knalpot berbagai kendaraan bermotor dan alat konstruksi sejak lama diakui berkontribusi signifikan terhadap polusi udara di bumi tempat kita berpijak. Mengutip data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, sektor transportasi adalah sumber pencemaran utama di wilayah perkotaan. Emisi kendaraan bermotor berkontribusi sebesar 70 persen terhadap pencemaran Nitrogen Oksida (NOx), Karbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO2) dan Partikulat (PM) di wilayah perkotaan.

Meski berdampak destruktif terhadap kehidupan di bumi ini, respons pemerintah Indonesia terhadap problem ini ketinggalan jauh dibandingkan negara-negara lain. Untuk menekan kadar emisi kendaraan-kendaraan bermotor, beberapa negara Uni Eropa dan Asia sudah memasuki Euro 5 sampai Euro 6. Sedangkan Indonesia baru bergerak menuju Euro 4. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O atau Euro 4, yang mulai berlaku pada April 2022.
Fokus utama dari kebijakan tersebut adalah pengaturan gas buang kendaraan-kendaraan komersial. Itu sebabnya sejumlah produsen truk, bus, juga peralatan berat berlomba-lomba mengubah standar emisi dari mesin-mesin mereka dari Euro 2 menjadi Euro 4 sesuai batas waktu yang ditetapkan pemerintah.
PT United Tractors Tbk (UNTR), misalnya, mendukung regulasi baru itu dengan menghadirkan truk dan bus Scania terbaru yang berteknologi Selective Catalytic Reduction (SCR) dengan standar emisi Euro 4 dan Euro 5. Hal ini dilakukan UNTR dan Scania untuk mewujudkan sistem transportasi Indonesia yang berkelanjutan.
Sara K. Loebis, Corporate Governance & Sustainability Division Head PT United Tractors Tbk, dalam keterangan resmi dikutip, Sabtu (7/5/2022), menyebut terobosan ini sebagai komitmen UNTR untuk mendukung Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No. P.20/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O atau disebut Standar Emisi Euro 4.
Menurut Sara, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, UNTR sebagai distributor tunggal Scania di Indonesia siap memasarkan produk-produk yang ramah lingkungan. “Tentunya dengan penerapan standar Euro 4 yang tidak hanya berdampak positif untuk lingkungan dan kesehatan, melainkan juga bagi seluruh pelaku bisnis transportasi,” ungkapnya.
Scania Truck Euro 4 dan Scania Bus Euro 5, melansir keterangan resmi UNTR (7/5/2022), memilki lima keunggulan. Pertama, teknologi Selective Catalytic Reduction (SCR). SCR merupakan teknologi aftertreatment pengendalian sisa pembakaran yang mampu mengurangi 85-95 persen emisi NOx dan PM. Penggunaan teknologi SCR memberikan banyak keuntungan pada kendaraan di antaranya adalah umur engine yang lebih tahan lama, akselerasi engine yang tetap prima, efisien konsumsi bahan bakar, dan meminimalisir risiko kontaminasi oli.
Kedua, efisiensi bahan bakar. Pengembangan engine dan komponen lainnya seperti kapasitas pendingin, injektor, ruang pembakaran, serta inovasi teknologi pada setiap produk generasi Scania terbaru, berkontribusi terhadap penurunan konsumsi bahan bakar yang berdampak langsung terhadap penurunan emisi CO2.
Ketiga, comply B30-B100. Scania menawarkan cakupan terluas untuk penggunaan bahan bakar alternatif di industri ini dengan pengurangan CO2 sampai dengan 90 persen. Scania memastikan, semua pilihan yang ditawarkan akan memberikan solusi yang berkelanjutan dengan output maksimal dan dampak lingkungan yang minimal. Untuk di Indonesia, seluruh engine Scania memenuhi syarat penggunaan bahan bakar biodiesel B30-B100 yang sangat ramah lingkungan.
Keempat, safety atau keselamatan penumpang dan pengemudi menjadi prioritas. Seluruh kabin pada generasi terbaru Scania telah lolos tes kecelakaan standar EURO ECE R29 & Swedish VVFS 2003:29, yang merupakan standar terketat di dunia. Selain itu, produk-produk ini dilengkapi dengan sistem pengereman yang andal berupa Electronic Braking System dan Anti-lock Braking System. Scania juga melengkapi kendaraan-kendaraannya dengan Fleet Management Services (FMS) sehingga mitra-mitra usaha UNTR dapat mengawasi penggunaan armada mereka kapanpun dan dimanapun.
Kelima, comfort. Produk-produk Scania memiliki desain kabin yang mudah diakses, mudah dioperasikan, dan dilengkapi on-board driver coaching yang membantu driver agar optimal dalam berkendara. Kendaraan-kendaraan Scania juga dilengkapi dengan Opticruise dan suspensi udara, sehingga menambah kenyamanan bukan hanya untuk driver namun juga untuk transportasi penumpang dan barang.
Selain Scania, pada triwulan I-2022, kolaborasi UNTR dan UD Trucks menghadirkan truk berstandar emisi Euro 5. Untuk dapat terus memajukan bisnis para mitra usaha dan menciptakan sistem transportasi yang berkelanjutan, UD Trucks bersama UNTR berkomitmen menghadirkan sistem transportasi ramah lingkungan dan hemat energi melalui peluncuran teknologi terbaru dari lini produk Quester yang menggunakan standar emisi Euro 5 pada 24 Maret 2022.
“Produk UD Trucks Quester dengan standar emisi Euro 5 sudah mematuhi aturan penggunaan bahan bakar solar B30. Para mitra usaha bisa mendapatkan truk untuk pertambangan (off-road truck) berkualitas di UNTR, yang hanya menjual produk terbaik dari UD Trucks,” kata Sara.
Hadirnya lini produk UD Trucks Quester dengan standar emisi Euro 5 juga didukung dengan teknologi Selective Catalytic Reduction (SCR), sistem yang memastikan emisi gas buang yang dikeluarkan lebih rendah dan minim kandungan nitrogen oksida (NOX) serta sudah kompatibel dengan penggunaan bahan bakar solar B30.
Teknologi ini mengubah NOX menjadi gas nitrogen dan uap air yang tidak berbahaya dengan menginjeksikan cairan AdBlue® ke dalam gas buang sebelum melewati Catalytic Converter. Dengan teknologi ini, performa dan efisiensi mesin tidak berkurang karena semua komponen tambahan bekerja setelah gas buang keluar dari mesin. Indikator AdBlue® dapat dilihat pada instrumen klaster kendaraan sehingga pengguna dapat dengan mudah memantau jumlah AdBlue® pada unit ketika dioperasikan.
Sejalan dengan slogan “Going the Extra Miles,” UD Trucks berkomitmen untuk mendukung bisnis transportasi para mitra usaha dan terus menyediakan produk-produk berkualitas. Dengan empat prinsip utama Gemba Spirit yang berarti perbaikan yang berkelanjutan, Excel on the Essentials, Smart and Modern dan Ultimate Dependability, UD Trucks dan UNTR yakin dengan peluncuran lini produk Quester berstandar emisi Euro 5 dapat membantu tidak hanya para pelanggan dalam menjalankan bisnisnya, namun juga berkontribusi menjadikan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.
Wheel loader kecil generasi terbaru

Inovasi produk lain yang dilakukan PT United Tractors Tbk adalah introduksi keluarga baru wheel loader kecil generasi ke-6 Komatsu yang terdiri dari WA150-6, WA200-6, WA320-6 pada awal triwulan kedua 2022. Dikutip dari laman UNTR, Sabtu (7/5/2022), alat-alat pemuat yang berpostur kecil ini didesain untuk bekerja lebih produktif dan lebih ramah lingkungan, didukung oleh berbagai fitur terbaru seperti Eco Indicator yang terletak pada panel monitor dashboard. Fitur-fitur ini membantu operator agar selalu dalam rentang pengoperasian yang lebih ekonomis.
Keunggulan lain dari generasi terbaru wheel loader kecil ini adalah adanya sistem Hydrostatic Transmission (HST) yang sudah disempurnakan. Sistem ini membantu kinerja mesin lebih responsif dan tangguh serta optimal beroperasi di medan yang lebih berat dan licin, sehingga akan meningkatkan produktivitas operasi di berbagai sektor dan aplikasi kerja.
Juga terdapat pembaruan pada aspek kemudahan perawatan. Ada beberapa tambahan fitur dan komponen, antara lain gull-wing type engine side doors open wide untuk memudahkan akses operator maupun mekanik saat melakukan pengecekan dan perawatan unit, dan hydraulic driven fan with reverse rotation dan komponen pendinginan bertipe segmen untuk mempermudah pembersihan dan perawatan sistem pendingin.
Dengan adanya beberapa fitur dan komponen tambahan tersebut, perawatan mesin-mesin wheel loader kecil Komatsu ini menjadi lebih mudah dan lebih cepat, sehingga bisa menekan biaya perawatan menjadi lebih murah.
UNTR mengklaim produk-produk tersebut sebagai pilihan yang tepat bagi mereka yang membutuhkan unit-unit wheel loader yang ramah lingkungan dengan produktivitas dan efisiensi tinggi. Para pelanggan dapat menyesuaikan tipe dan kelasnya berdasarkan kebutuhan-kebutuhan bisnis dan aplikasi-aplikasi sektornya, mulai dari WA150-6, WA200-6, dan WA320-6.

Tanpa dentuman besar, produsen alat berat terkemuka asal Swedia, Volvo Construction Equipment (Volvo CE), sudah memperkenalkan alat berat elektrik pertama ke pasar Asia, yaitu Excavator ECR25 Electric.
Mesin elektrik ini bukan lagi sekedar produk konsep tetapi sudah dipasarkan secara komersial. Itu berarti pelanggan-pelanggan Volvo CE di kawasan Asia, termasuk Indonesia, sudah bisa memesan excavator kecil yang bertenaga elektrik ini.
Untuk saat ini, compact excavator bertenaga baterai elektrik 2,5 ton ini sudah tersedia di pasar Korea Selatan, karena tersedia infrastruktur listrik yang bagus untuk pengecasan baterai. Target peluncuran selanjutnya direncanakan di Cina, Jepang dan Singapura. Permintaan peralatan elektrik telah tumbuh signifikan di negara-negara tersebut seiring dengan kian ketatnya regulasi-regulasi emisi, yang dtopang oleh insentif-insentif pemerintah, dan keinginan mendesak untuk membangun secara lebih berkelanjutan. ECR25 Electric beroperasi tanpa emisi dan hampir tanpa suara, sehingga benar-benar menjadi solusi peralatan konstruksi yang ramah lingkungan.
Excavator ECR25 Electric Volvo telah terbukti sukses di Eropa dan Amerika Utara sejak diluncurkan pada tahun 2019, berkat kemampuannya untuk menyamai tenaga dan kinerja dari koleganya yang bertenaga diesel, tetapi beroperasi dengan tanpa emisi, nyaris tanpa suara, dan lingkungan kerja yang jauh lebih nyaman bagi para operator. Korea dipilih sebagai pasar pertama di Asia karena adopsi teknologi baru dan cara kerja yang inovatif – serta responsnya yang cepat dalam membangun infrastruktur pengisian daya listrik.
“Pihak-pihak yang berwenang semakin menyadari kebutuhan untuk bekerja lebih berkelanjutan dan merangkul teknologi-teknologi baru yang akan memungkinkan kita untuk mengatasi krisis perubahan iklim global dengan peralatan yang menghasilkan lebih sedikit kebisingan, lebih sedikit getaran dan tidak ada asap knalpot. Kami bangga menjadi yang terdepan dengan menjadi produsen besar pertama yang menawarkan solusi listrik ke wilayah yang sangat signifikan bagi pasar peralatan konstruksi global,” kata Jaetack Lim, Head of Market Korea Volvo CE Region Asia, dalam rilis pabrikan itu, Jumat (25/3).
Pengenalan excavator elektrik ini ke pasar Asia merupakan langkah maju dalam ambisi Volvo CE untuk mengalihkan rangkaian mesin-mesin compact excavator dan wheel loader ke listrik, menghentikan pengembangan model-model ini yang berbasis mesin diesel yang sepenuhnya baru. Dengan demikian, pasar dapat mengharapkan lebih banyak peralatan compact bertenaga listrik yang akan diperkenalkan pada masa mendatang. Peluncuran ini juga mewakili investasi berkelanjutan perusahaan ini dalam membangun dunia yang ingin kita tinggali – dengan solusi listrik yang menjadi bagian utama dari ambisi tersebut.
Kehadiran mesin-mesin konstruksi kecil yang bertenaga elektrik ini merupakan solusi ideal bagi para pelanggan di Asia yang ingin memenuhi regulasi emisi sambil mempertahankan tingkat produktivitas yang sama seperti yang mereka harapkan dari mesin-mesin yang bertenaga diesel. Beragam aplikasi mulai dari pertanian dan lanskap hingga utilitas dan bangunan – dengan manfaat tambahan bahwa para operator dapat menjalankan alat berat ini di area yang peka terhadap kebisingan dan di luar jam standar, serta dalam proyek-proyek rendah karbon dan di dalam ruangan, tanpa perlu sistem pengurai asap yang ongkosnya mahal.

Produsen terkemuka Cina lainnya, LiuGong, telah memperkenalkan wheel loader bertenaga elektrik yang dapat dikendalikan dari jarak jauh, 856E MAX Intelligent Remote Control Electric, seperti dilaporkan International Construction, Senin (2/8/2021). Sebagai sumber tenaganya, mesin pemuat ini menggunakan baterai lithium besi fosfat baru yang dapat bertahan hingga delapan jam. Dengan kepadatan energi baterai yang tinggi, masa pakai sel ini mencapai 4.000 kali pengisian, yang diklaim dapat meningkatkan stabilitas operasional.
Selain bertenaga listrik, wheel loader ini dilengkapi dengan platform manajemen konstruksi intelijen berdasarkan IoT, intelligent shovel loader, remote control 5G, dan sistem manajemen pintar.
Sistem kendali jarak jauh yang digunakan alat ini mengadopsi teknologi 5G jaringan independen SA (Standalone Architecture) untuk meminimalkan gangguan jaringan. Dilengkapi dengan sebuah kamera sudut lebar HD global untuk mengurangi area buta di bagian belakang mesin dan secara intuitif memperkirakan jarak antara loader dan obyek-obyek di sekitarnya. Unit-unit kontrol ganda digunakan untuk mengontrol redundansi, memastikan operasi yang aman jika sinyal tidak stabil.
Spesialis riset pasar, Off-Highway Research, memperkirakan, permintaan wheel loader tradisional yang berukuran sedang di Cina akan berkurang dalam empat hingga lima tahun ke depan setelah mencapai puncaknya di angka lebih dari 100.000 unit per tahun pada tahun 2020 dan 2021. Sebagai gantinya, para pelanggan akan beralih ke mesin-mesin elektrik.

Gerakan untuk mengembangkan mesin-mesin konstruksi yang ramah lingkungan tidak hanya dilakukan oleh produsen-produsen besar Eropa dan AS, tetapi sudah menjalar di kalangan pabrikan-pabrikan Cina. Itu karena mereka terus didorong untuk semakin mengurangi jejak karban dari mesin-mesin yang mereka hasilkan. Beberapa pabrikan besar sudah merilis rencana kerja mereka untuk merealisasikan mesin-mesin nol emisi.
XCMG, misalnya, sudah membeberkan rincian tentang bagaimana OEM yang berada di peringkat tiga Yellow Table 2021 itu menjadi lebih sustainable. Perusahaan itu menargetkan jejak karbon dari produk-produk utamanya, seperti excavator dan crane, pada tahun 2035 akan berkurang sebesar 32% dibandingkan dengan 2020. Menurut pabrikan ini, tren mesin-mesin bertenaga listrik akan meningkat seiring dengan semakin ketatnya tuntutan perlindungan lingkungan, dan ada kebutuhan yang besar untuk penggantian peralatan.
Dalam rencana aksinya, XCMG juga menetapkan pada 2035 power yang dihasilkan dari energi terbarukan akan mencapai 50% dari total penggunaan listriknya, penetrasi produk-produk energi baru akan melebihi 35%, dan jejak karbon produk-produk utama akan berkurang sebesar 32%.
XCMG mengklaim telah mengembangkan lebih dari 50 item teknologi inti hijau dan hemat energi, membangun klaster-klaster produksi energi baru dan produk-produk rendah karbon serta skenario-skenario aplikasi pintar dan tanpa awak sebagai contoh.
Sebagaimana diketahui, mulai 1 Desember 2022, standar emisi baru akan mulai berlaku di Cina, standar emisi IV Nasional. Standar itu, yang dikeluarkan oleh Kementerian Ekologi dan Lingkungan Cina, menyatakan bahwa semua peralatan bergerak di medan off-road, serta berbagai mesin diesel yang menggerakkan alat-alat itu, yang mengkonsumsi 560KW atau lebih, diproduksi, diimpor dan/atau dijual di Cina harus memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut.
Menurut standar itu, emisi oksida nitrogen dan unsur partikel harus diturunkan masing-masing sebesar 13%-45% dan 50%-94%. Selanjutnya, aturan-aturan tentang pengelolaan peralatan lama dalam hal perlindungan lingkungan akan diperketat. Regulasi ini akan memberi tekanan pada semua produsen dan pengguna peralatan untuk meng-upgrade dan/atau mengganti.
Spesialis riset pasar, Off-Highway Research, memperkirakan, permintaan wheel loader tradisional yang berukuran sedang di Cina akan berkurang dalam empat hingga lima tahun ke depan setelah mencapai puncaknya di angka lebih dari 100.000 unit per tahun pada tahun 2020 dan 2021. Sebagai gantinya, para pelanggan akan beralih ke mesin-mesin elektrik.
Menurut laporan baru Off-Highway Research, Wheeled Loader Industry in China, Cina punya 13 pemasok wheel loader elektrik pada tahun 2021, termasuk empat produsen yang telah memasuki sektor tersebut dari industri lain. Namun, tidak seperti di bagian-bagian dunia lainnya yang fokus pada penjualan wheel loader listrik berukuran compact, permintaan wheel loader listrik di Cina berpusat pada mesin-mesin yang jauh lebih besar, sebagian besar berkapasitas rata-rata 5 ton.
Apapun jenis dan ukurannya, kehadiran semakin banyak kendaraan bermotor dan peralatan berat yang ramah lingkungan akan menjadikan bumi ini tempat hunian yang aman untuk semua mahluk hidup yang ada di dalamnya. EI















