25.9 C
Jakarta
Apr 2, 2020.
Construction Construction EQ Equipment Industry Mining Mining EQ Top News

Mesin-Mesin Volvo CE Memenuhi Mandat B50

Volvo Construction Equipment (Volvo CE) adalah produsen alat berat pertama yang memastikan engine-engine dan sistem bahan bakar (fuel system) di dalam mesin-mesinnya bekerja dengan diesel yang mengandung 50 persen bio-fuel.

Sebagaimana diketahui, pada pertengahan tahun 2019, Presiden Joko Widodo mengumumkan akan meningkatkan penggunaan bahan bakar nabati (bio-fuel) dari 20 persen menjadi 30 persen mulai Januari 2020, dan menjadi 50 persen pada akhir 2020.

Pada akhir 2018, pemerintah Indonesia memperkenalkan mandat B20, yang mengharuskan penggunaan diesel yang mengandung 20 persen bahan bakar nabati. Pada Januari 2020, pemerintah memperkenalkan mandat B30 dan diharapkan untuk memperkenalkan mandat B50 pada akhir tahun ini.

“Volvo memiliki warisan merawat lingkungan, sehingga kami bangga dapat memenuhi mandat B50 yang diusulkan satu tahun ke depan,” kata Gerrit Lambert, direktur Volvo CE Indonesia, dilansir dari rilis yang diterima Equipment Indonesia. “Mandat ini sejalan dengan nilai-nilai inti Volvo dan akan membantu mengurangi emisi dari peralatan industri.”

Gerrit mengatakan Volvo CE berada di garis terdepan dalam mengembangkan teknologi-teknologi untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Sejak tahun 1999, engine-engine Volvo CE sudah kompatibel dengan bahan bakar terbarukan.

“Penggunaan persentase bio-fuel yang makin tinggi tidak akan memengaruhi kinerja alat-alat berat Volvo CE. Interval-interval perawatan dan servis tetap dapat dipertahankan,” kata Nino Putra, direktur aftermarket & customer solution Volvo CE Indonesia.

Mesin-mesin yang menggunakan 50 persen bahan bakar nabati akan membutuhkan program inspeksi yang seksama pada saat awal  yang akan menjamin kesesuaian kadar bahan bakar nabati tertentu. Interval-interval perawatan yang lebih pendek dan pemeriksaan-pemeriksaan yang lebih sering mungkin diperlukan jika bahan bakar nabati tidak memenuhi standar-standar kualitas tertentu.

“Biodiesel lebih sensitif terhadap bakteri dan kontaminasi air daripada bahan bakar diesel hasil saringan, sehingga pemeriksaan pemeliharaan yang lebih rutin mungkin penting untuk memastikan waktu kerja maksimum,” kata Nino.

1,426 total views, 20 views today

Related posts