Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BusinessMiningTop News

Motor Sights Masuk ke Pasar Batubara

488
×

Motor Sights Masuk ke Pasar Batubara

Share this article
Print
Example 468x60

Masuk ke tambang batubara, PT Motor Sights International telah menggandeng PT Traktor Utama Nusantara.

Print

Setelah tampil all out pada pameran Mining Expo 2023 yang diselenggarakan di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, 13-16 September silam, pada awal November ini PT Motor Sights International berbagi kabar mbira. Motor Sights sudah teken kontrak dengan dealer baru, PT Traktor Utama Nusantara, pada Selasa (31/10/2023) yang akan membuka akses ke kontraktor-kontraktor tambang batubara.

ALTRAK

“Kehadiran di Mining Expo 2023 membuka pasar Motor Sights ke segmen-segmen baru, seperti batubara. Selama ini Motor Sights dominan di pasar nikel di Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Dengan tampil di Mining Expo 2023, makin banyak pemain batubara yang mengenal Motor Sights. Apalagi dengan kehadiran PT Traktor Utama Nusantara yang memang ingin fokus menggarap pasar batubara,” kata General Manager PT Motor Sights International, Mohamad Rosyid Setiadi dalam perbincangan dengan Equipment Indonesia, Jumat (10/11), di Jakarta.

Menurut Rosyid, pameran tersebut menjadi panggung yang sangat strategis bagi Motor Sights untuk menyatakan eksistensinya di industri pertambangan Indonesia. “Motor Sights mendapatkan banyak prospek baru yang sedang di-follow-up oleh dealer-dealer kami, bahkan beberapa di antaranya sudah terealisasi. Selain itu, Motor Sights juga mendapatkan banyak engagement karena gencarnya promosi melalui media sosial dan media cetak maupun digital. Jumlah view di media sosial tinggi, sekitar 200 ribu. Semuanya itu sangat membantu untuk branding,” tuturnya.  

Truk Motor Sights dengan latarbelakang gudang suku cadang yang akan mulai beroperasi tahun depan di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur. Foto: EI

Terdapat lima model produk yang dikembangkan Motor Sights untuk pasar Indonesia saat ini, yang terdiri dari tiga model rigid truck dan dua model tractor head. Beberapa dari truk-truk tersebut sudah dipamerkan pada acara Mining Expo 2023 tersebut. Sebut saja, misalnya, Dump Truck X3000 8×4 AMT dengan 420hp dan F3000 6×4 dengan 345hp. Kedua truk tersebut merupakan alat angkut material yang tangguh yang dimiliki Motor Sights di pasar Indonesia sekarang ini. Kedua model truk itu sudah beroperasi pada pertambangan nikel di Morowali (Sulawesi Tenggara) dan Halmahera (Maluku Utara).

Baca Juga :  Motor Sights Mulai Menyasar Pasar Batubara

Produk-produk andalan Motor Sights lainnya adalah Tractor Head 4×2 dan Tractor Head 6×4 untuk pasar on-road. Kedua Tractor Head yang sudah menggunakan engine Euro 5 tersebut berhasil mencuri perhatian para pemain tambang selama Mining Expo 2023 karena sangat cocok untuk menarik trailer yang mengangkut alat berat menunju lokasi tambang. Sayangnya, kedua produk ini sedang dalam proses uji tipe dan kemungkinan baru bisa dipasarkan pada tahun 2024.

Truk-truk Motor Sights diproduksi oleh Shaanxi Automobile Group – manufaktur truk dan bus yang bermarkas di Xian, Shaanxi, China. Rosyid menjelaskan, truk-truk on-road Motor Sights dikembangkan berdasarkan hasil kerja tim R&D andal yang dimiliki PT Motor Sights International. “Kami merujuk pada data Gaikindo mengenai model-model truk yang paling laris di pasar Indonesia. Tim R&D kami mengembangkan truk-truk yang sesuai dengan tren pasar dan menggunakan engine Euro 5. Kemudian kami meminta pabrik untuk membuat truk-truk sesuai dengan spesifikasi yang kami berikan,” jelasnya mengenai cara kerja Motor Sights.

Karena dikembangkan secara eksklusif, maka PT Motor Sights International sekaligus menjadi dealer eksklusif untuk truk-truk on-road Motor Sights. Artinya, hanya PT Motor Sights International dan dealer-dealernya yang berhak memasarkan truk-truk ini di Indonesia.

Namun, kebijakan yang berbeda diterapkan untuk truk-truk off-road. Shacman, kata Rosyid, tidak memberikan dealer eksklusif untuk segmen off-road. Itu sebabnya terdapat beberapa dealer Shacman untuk untuk pasar off-road di Indonesia saat ini, termasuk PT Motor Sights International.

Untuk memudahkan customer dalam melakukan perawatan, truk-truk Motor Sights masuk ke Indonesia hanya berupa chassis (sasis). Pembuatan body-nya diserahkan kepada karoseri lokal. Mengapa menggunakan karoseri lokal? Menurut Rosyid, kalau semuanya diproduksi di China, mungkin harganya lebih murah, tetapi jika terjadi masalah, urusan servis menjadi rumit. Sementara jika diproduksi secara lokal, pasti ada garansi dari pihak karoseri.

General Manager PT Motor Sights International, Mohamad Rosyid Setiadi. Foto: EI

“Motor Sights sekarang ini mengutamakan local taste sesuai dengan kebutuhan customer. Kami sekarang ini menyediakan kustomisasi. Kalau kustomisasi dengan body langsung dari China, komunikasi dan urusan lain-lainnya agak susah. Mungkin bisa, tetapi akan lebih mudah lagi jika kerja sama dengan karoseri lokal,” Rosyid menjelaskan alasannya.

Baca Juga :  Tren Meningkat Realisasi Infrastruktur Sektor Listrik

Sekarang ini Motor Sights memiliki tiga dealer: PT Indonesia Equipment Center di Jakarta,  PT Citramegah Karunia Bersama di Manado dan PT Traktor Utama Nusantara di Samarinda. Dealer-dealer tersebut bisa memiliki lebih dari satu outlet dan bisa menjual di mana saja. Motor Sights menargetkan untuk memiliki 12 outlet hingga tahun depan, sehingga mampu menjual sekitar 2000-3000-an unit truk. Artinya, beberapa dealer bisa memiliki beberapa outlet, tidak menjadi masalah. Ruang gerak pasar mereka tidak dibatasi.

 “Tugas PT Motor Sights International sebagai prinsipal adalah mendorong dealer-dealer itu untuk mengembangkan jaringan-jaringan mereka. Kami tidak terlibat langsung dalam penjualan. Kami siap memberikan support di mana diperlukan,” ujar Rosyid.

Saat ini PT Motor Sights International melalui anak perusahaan, PT Indonesia Equipment Center (IEC), sedangkan mempersiapkan gudang baru untuk stok unit dan suku cadang yang terletak di kawasan industri Pulo Gadung. Fasilitas ini akan mulai beroperasi tahun depan. “Stok suku cadang untuk pelanggan-pelanggan lokal (Indonesia) akan tersedia di gudang ini. Kebutuhan suku cadang dealer-dealer kami akan disuplai dari sini,” jelas Rosyid. 

Selain menyediakan stok suku cadang, PT Motor Sights International, dengan dukungan dealer-dealernya, menyediakan technical support bagi para pelanggan langsung di lokasi kerja. Dukungan teknis ini diberikan selama masa garansi dengan harapan terjadi alih tehnologi untuk perawatan.

“Kami menyediakan pelatihan bagi tim teknisi dari dealer-dealer, dan mereka pada gilirannya akan melatih teknisi-teknisi dari para pelanggan. Ketika masa garansinya sudah berakhir, diharapkan mekanik-mekanik dari para pelanggan sudah bisa melakukan perawatan sendiri terhadap unit-unit truknya,” ujarnya seraya menjelaskan dukungan lainnya berupa konsinyasi suku cadang dengan minimal pembelian 15 unit truk atau tergantung perjanjian.

Baca Juga :  Aksi Telescopic Crawler Crane Sany SCC1300TB Pertama & Terbesar di Singapura

Truk, apalagi yang beroperasi di pertambangan, adalah kendaraan yang selalu bergerak dan karena itu pasti memerlukan banyak perawatan. Tidak ada kendaraan yang tidak rusak, tetapi yang paling penting adalah kesiapan untuk menyediakan layanan purna jual dengan cepat. “Kami mampu memperbaiki truk-truk yang rusak dengan cepat karena spareparts tersedia, sehingga kami dapat meminimalisir downtime para pelanggan,” kata Rosyid meyakinkan.

Rosyid juga mengingatkan bahwa Shacman merupakan perpaduan dari Shaanxi Automobile Corporation dan produsen truk Jerman, MAN. Waktu awal masuk ke pasar China, MAN menggandeng Shaanxi Automobile Corporation. Secara bersama-sama mereka mengembangkan produk Axle merek Hande. Hande Axle menggunakan teknologi MAN dari Jerman. Itu sebabnya kaki-kaki dan sasis dari truk-truk Shacman dan Motor Sights dikenal kuat dan sangat cocok untuk operasi di medan tambang yang menantang.

Iklan Berca