

Penelitian baru yang dilakukan Graphical Research menunjukkan pasar peralatan konstruksi Asia Pasifik diperkirakan bernilai $ 75 miliar hingga 2026. Pada 2019 pasar mencapai nilai $ 60 miliar. Dengan demikian, lembaga riset tersebut memprediksikan pertumbuhan pasar sebesar 4,5% antara tahun 2020 dan 2026.

Graphical Research, seperti dilansir situs OEMOff-Highway, Jumat (5/2), mengatakan, meski pandemi COVID-19 menyebabkan perlambatan industri konstruksi di Asia Pasifik, prediksi Bank Dunia menunjukkan sektor tersebut akan kembali normal pada tahun 2021 karena pandemi stabil.
Menurut Graphical Research, ada tiga tren yang mendorong pertumbuhan industri konstruksi di Asia Pasifik: proyek-proyek jaringan listrik yang didanai pemerintah; perbaikan jaringan-jaringan transportasi dan proyek-proyek konstruksi skala besar.
Menurut Graphical Research, lonjakan jumlah proyek-proyek pembangkit listrik telah meningkatkan permintaan peralatan konstruksi. Penggarapan proyek-proyek ini memang memerlukan penggunaan berbagai alat konstruksi, termasuk mobile crane dan automated crane. Banyak pemerintah juga telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan infrastruktur utilitas yang ada dan memulai proyek-proyek baru yang akan membantu mendorong permintaan peralatan konstruksi.
Meningkatnya kebutuhan untuk menggunakan peralatan untuk proyek-proyek ini akan sama dengan meningkatnya permintaan untuk menyewa dan membeli peralatan, yang akan menguntungkan perusahaan-perusahaan rental serta perusahaan-perusahaan OEM dan dealer-dealer mereka.
Infrastruktur untuk meningkatkan permintaan peralatan beton

Investasi-investasi dalam pada proyek-proyek infrastruktur seperti pembangunan dan perbaikan jalan raya, bandara dan rel kereta api akan menjadi pendorong besar untuk peralatan konstruksi dan khususnya untuk peralatan beton, menurut laporan Graphical Research tersebut.
Dikatakan bahwa pemerintah di China, Jepang, Indonesia, Malaysia, Australia dan lainnya telah mengeluarkan banyak uang untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur. Penggarapan proyek-proyek itu menguntungkan baik masyarakat maupun industri peralatan konstruksi di kawasan Asia Pasifik.
Graphical Research juga mencatat peningkatan investasi dalam konektivitas — misalnya Kota Cerdas — dan inisiatif-inisiatif serupa lainnya akan semakin membantu pertumbuhan positif pasar.
India memimpin investasi-investasi proyek skala besar
Graphical Research mengatakan proyek-proyek pemerintah yang progresif telah menyebabkan pertumbuhan industri dan infrastruktur yang pesat di India. Ada dua prioritas utama pemerintah, yakni infrastruktur perumahan dan transportasi. Banyak proyek baru yang akan digarap pemerintah terkait dua bidang tersebut.
Untuk pengerjakan proyek-proyek itu dibutuhkan berbagai jenis peralatan konstruksi, dan hal ini, sekali lagi membantu bisnis perusahaan-perusahaan rental dan OEM.
Graphical Research juga mencatat peningkatan jumlah proyek konstruksi pipa dan investasi-investasi infrastruktur lanjutan di negara-negara berkembang akan mendorong pertumbuhan pasar peralatan konstruksi Asia Pasifik selama dekade berikutnya. (Sumber: Graphical Research/OEMOff-Highway).

















