31.6 C
Jakarta
14 Mei, 2021.

Shell tawarkan pelumas bebas karbon

Shell Lubricants menawarkan kepada para pelanggan di berbagai produk komersial dan industri, termasuk untuk aplikasi-aplikasi di sektor agregat dan konstruksi, pelumas bebas karbon (carbon neutral lubricants), dikutip dari rilis perusahaan itu Selasa (23/2).

Shell menargetkan menjadi perusahaan energi dengan emisi bersih pada tahun 2050. (Foto: Shell)

Pelumas-pelumas netral karbon sekarang tersedia di pasar-pasar utama di Eropa, Asia-Pasifik, Timur Tengah dan Amerika Utara. Shell mengatakan akan mengganti kerugian emisi dari campuran pelumas sintetis canggih di pasar-pasar ini, termasuk Rimula dan Rotella untuk engine-engine diesel tugas berat, dan berbagai pelumas industri premium, yang meliputi Shell Omala di sektor pembangkit bertenaga angin, rangkaian produk-produk eco-Label Shell “Shell Naturelle”, dan rangkaian produk gemuk Shell Gadus.

Pabrikan itu mengatakan bertujuan untuk mengganti kerugian  emisi tahunan lebih dari 200 juta liter pelumas sintetis canggih, berharap dapat mengkompensasi sekitar 700.000 ton emisi setara karbon dioksida (CO2e) per tahun, yang ekuivalen dengan mengeluarkan sekitar 340.000 mobil dari jalan raya selama satu tahun.

“Shell telah menetapkan target untuk menjadi perusahaan energi dengan emisi bersih pada tahun 2050, sejalan dengan masyarakat dan pelanggan-pelanggan kami,” kata Carlos Maurer, wakil presiden eksekutif, komersial global Shell.

“Kami tahu pelanggan-pelanggan kami mencari cara-cara untuk mengurangi jejak karbon bersih mereka, dan sebagai pemasok pelumas terkemuka dunia, kami memiliki peran penting untuk dimainkan. Itulah mengapa saya dengan bangga mengumumkan program netral karbon terbesar di industri pelumas, dan program yang mengkompensasi emisi-emisi siklus hidup penuh produk-produk kami.”

Shell Lubricants mengatakan peluncuran pelumas netral karbon merupakan tonggak penting dalam strategi multi-year perusahaan itu untuk membantu para customer mengelola kebutuhan-kebutuhan keberlanjutan mereka dan ambisinya untuk mengurangi intensitas karbon produknya dengan menghindari, mengurangi, dan mengganti kerugian emisi.

Sejak 2016, Shell mengklaim telah mengurangi intensitas karbon dalam produksi produk-produk pelumasnya lebih dari 30%, dan lebih dari 50% listrik yang digunakan pada pabrik-pabrik pencampuran pelumasnya kini berasal dari sumber terbarukan.

Shell juga mengurangi limbah pengemasan dari produk-produk pelumas dalam skala besar dengan meningkatkan penggunaan bahan daur ulang dan mengeksplorasi solusi pengemasan yang lebih berkelanjutan di seluruh rantai pasokannya.

Pabrikan ini menambahkan bahwa, meskipun tindakan untuk menghindari dan mengurangi emisi menawarkan cara terbaik untuk mengatasi emisi dalam jangka panjang, hingga solusi-solusi yang terukur dapat diterapkan, program penggantian kerugian karbon memberikan solusi langsung untuk menyeimbangkan emisi CO2e di seluruh portofolio dan rantai nilai Shell.

Portofolio global untuk kredit karbon berbasis alam Shell akan mengkompensasi emisi CO2e dari seluruh siklus hidup produk-produk ini, yang meliputi bahan-bahan mentah, pengemasan, produksi, distribusi, penggunaan pelanggan, dan akhir masa pakai produk. (Sumber: Shell Lubricants)

Related posts

346358
Users Today : 717
This Year : 58818
Total Users : 345658
Views Today : 9090
Total views : 8971550
Who's Online : 19
Your IP Address : 3.236.222.124
Server Time : 2021-05-14