29.5 C
Jakarta
Dec 7, 2019.
Image default

Solusi Fluid Management & Fluid Cleanlines Monitoring dari YPH

PT Yerry Primatama Hosindo menawarkan solusi digitalisasi fluid management dan Fluid Cleanlines monitoring untuk mesin. Apa manfaatnya?

Memelihara dan menganalisis kondisi bahan bakar, engine oil (pelumas) dan berbagai cairan lainnya seperti cairan hidrolik dan coolant (pendingin) pada mesin akan memberikan manfaat yang sangat berarti kepada para pemilik alat maupun operator mengenai kondisi dari alat-alat mereka.

Anton Rahmat Firdaus, Sales Manager  PT Yerry Primatama Hosindo (YPH) mengatakan: “Tidak hanya membantu memperpanjang usia pakai mesin dan meningkatkan produktivitasnya, memonitor kualitas bahan bakar, termasuk menganalisis kondisi cairan-cairan mesin lainnya juga membantu para manajer armada untuk menghindari downtime dan perbaikan yang tak terduga serta berbiaya tinggi”

Sering terjadi, pemakaian jenis filter yang tidak tepat, atau prosedur handling serta interval penggantian filter yang tidak tepat juga, dapat memicu kerusakaan engine dan komponen-komponen, yang biaya perbaikannya pun mahal. Belum lagi hidden cost atau losses karena unit harus stop operasi. Oleh karena itu krusial sekali bagi para pemilik alat dan operator untuk memonitor apakah filtration system yang mereka aplikasikan sudah tepat serta menjaga Cleanlines bahan bakar dan oli untuk mesin-mesin-nya.

Digitalisasi data kondisi bahan Bakar & oli

Anton mengatakan, salah satu cara yang dapat membantu para pemilik alat maupun operator dalam memonitor kualitas bahan bakar dan Oli adalah dengan mencatat secara rutin dan mendapat hasil pengukuran yang cepat dan tepat kondisi cleanlines Bahan Bakar atau Oli. Dan di era Internet of Thing (IoT) sekarang ini, bukan zamannya lagi untuk mencatat secara manual melainkan secara digital. Untuk membantu para pemilik alat dan/atau operator memantau kondisi mesin, PT. Yerry Primatama Hosindo menawarkan solusi digitalisasi terhadap cleanlines monitoring dan fluid management. Kedua solusi tersebut ditawarkan perusahaan ini selama pameran Mining & Construction Indonesia 2019,18 – 21 September lalu di Jakarta International Expo, Kemayoran.

Anton menjelaskan, Clenliness monitoring (condition monitoring) adalah solusi untuk memonitor Kualitas kebersihan bahan bakar dan pelumas (oli). Sedangkan fluid management untuk mengontrol transaksi (pemakaian) berbagai cairan (fluida), baik fill in maupun fill out.

“Kami menawarkan solusi digitalisasi untuk real time monitoring yang berguna untuk analisa pemakaian dan predictive perawatan mesin-mesin tambang. Di era digitalisasi sekarang ini pencatatan secara manual sudah tidak praktis lagi, melainkan sudah harus serba digital. Hampir semua data baik Inventory, logistic, history perawatan sudah bisa terdigitalisasi dan tidak manual lagi,” kata Anton kepada Equipment Indonesia di sela-sela pameran itu.

Menjelaskan manfaat fluid management bagi customer, Anton mengatakan perangkat ini dapat mencatat  transaksi (pemakaian) bahan bakar dan pelumas secara otomatis, real time dan secure. “Setiap unit akan diberikan ID yang sudah terdaftar. Jika belum diregister, bahan bakar tidak akan keluar. Teknologi ini sangat membantu kontraktor- kontraktor tambang dalam mengontrol pemakaian bahan bakar, yang merupakan biaya operasi paling besar dalam operasi alat,” ungkapnya.

Anton tidak menampik kalau pencatatan manual mengenai kondisi bahan bakar, pelumas dan Mesin yang biasa dipraktekkan selama ini juga menyediakan data yang diperlukan pemilik alat maupun operator. Masalahnya, data-data itu datangnya terlambat karena harus dibawa ke laboratorium dulu untuk diperiksa. “Menggunakan perangkat Cleanlines monitoring YPH, kondisi Cleanlines bahan bakar maupun pelumas langsung diketahui saat itu juga. Semua informasi ini berguna untuk mencegah terjadinya breakdown atau kerusakan karena kualitas bahan bakar atau pelumas yang kurang baik. Informasi-informasi ini sebagai early warning,” ia menjelaskan manfaatnya.

Selain itu, fluid management membantu mencegah terjadinya penyalahgunaan bahan bakar atau pun kebocoran, serta sangat membantu dalam mengevaluasi performa unit. “Kalau terjadi kebocoran, apakan kebocorannya normal atau tidak,” ujarnya.

Fluid management juga membantu untuk mengevaluasi kualitas unit unit. Biasanya, makin tua usia mesin makin boros pemakaian bahan bakarnya. Jika tanpa pencatatan secara digital, pemilik alat sulit mengontrol jumlah pemakaian bahan bakar. Sebaliknya, digitalisasi laporan pemakaian bahan bakar memungkinkan operator bisa mengetahui unit-unit mana saja yang tidak efisien. “Kalau pemakaian bahan bakarnya sudah tidak efisien, frekuensi pemakaiannya mungkin tidak perlu terlalu sering atau dijadikan unit pengganti saja,” Anton menjelaskan.

Berkaitan dengan penerapan B20 maupun B30 yang akan diberlakukan pada awal tahun 2020, Anton menyarankan penggunaan perangkat Cleanlines monitoring.  “Perangkat ini sangat cocok untuk mengevaluasi kualitas Kebersihan bahan bakar B20 maupun B30, untuk memastikan kondisi bahan bakar campuran itu tidak akan mengganggu performa engine. Tidak hanya itu. Perangkat Cleanlines monitoring YPH juga dapat memberikan data untuk analisa apakah filter-filter yang terpasang sudah efektif dan tepat guna atau tidak,” ungkapnya berpromosi.

Bagaimana cara kerja YPH dalam menawarkan solusi-solusi ini? Menurut Anton, PT. Yerry Primatama Hosindo menawarkan solusi komplit kepada customer. Dia menyebut YPH sebagai Engineering Service Provider. “Kami mirip EPC (Engineering, Procurement and Construction), tetapi dalam skala kecil. Ketika ada permintaan dari user, kami datang untuk mencari tahu apa kebutuhannya sampai kami menyampaikan rekomendasi solusinya. Kemudian kami membuat konsep desainnya dan menyodorkan draf desain sebelum meminta approval kepada user. Kalau user sudah oke, ya kami kerjakan,” Anton menjelaskan cara kerjanya sembari mencontohkan perangkat Cleanlines monitoring yang biasa dipasang di storage fuel atau storage oil karena kegunaannya untuk memonitor kualitas kebersihan bahan bakar atau pelumas.

Dari segi investasi, penggunaan perangkat ini jelas akan menambah biaya. Namun, manfaatnya sangat penting untuk memastikan usia pakai alat yang lebih lama. “Kalau sering rusak, maka tingkat availability-nya makin rendah dan biaya perawatannya makin mahal. Sebailknya, kalau selalu terpantau, mesin itu akan selalu siap untuk beroperasi dalam kondisi prima. Jadi, investasi tools ini meningkatkan optimalisasi ketersediaan unit, menurunkan biaya operasi dan kepemilikan ala. Sebab, dengan digitalisasi data dengan cepat dapat di peroleh dan di analisa sebagai predictive maintenance tools,” tutupnya.

Related posts