Salah satu faktor yang menjadi penyebab bencana banjir adalah terjadinya pendangkalan daerah aliran sungai. Itu karena banyaknya material sedimen seperti lumpur, pasir atau sampah yang mengendap di dasar sehingga sungai atau danau menjadi dangkal. Akibatnya, kapasitas sungai untuk menampung air saat musim penghujan berkurang.
Salah satu solusi untuk mengatasi luapan air saat musim penghujan tiba adalah melakukan pengerukan atau pengangkatan material sedimen di daerah aliran sungai atau danau. Namun, karena sungai dan danau memiliki jarak geografis yang sangat luas, maka pengecekan sedimentasi secara manual menjadi tidak efektif dan tidak efisien.
Merespon persoalan tersebut, PT. Datascrip sebagai authorized distributor CHCNAV di Indonesia menghadirkan solusi perangkat survei APACHE 3 yang dapat memetakan kondisi kedalaman bawah air dan juga perhitungan sedimentasi bawah air secara otomatis. Dengan solusi ini, pengukuran dan pemetaan kondisi sedimentasi bawah air dapat lebih efektif, efisien dan akurat.
“Salah satu faktor penyebab bencana banjir di Indonesia adalah permasalahan sedimentasi bawah air di sungai atau danau yang fungsinya sebagai tempat penampung air hujan. CHCNAV APACHE 3 menjadi solusi yang tepat untuk melakukan perencanaan dan pemetaan daerah aliran sungai dan danau dalam proses pengerjaan normalisasi guna mencegah bencana banjir,” kata Danang Kurniawan, Marketing Manager PT. Datascrip, dalam rilis yang diterima Equipment Indonesia, Selasa (24/8).
Ia menjelaskan, dengan menggunakan CHCNAV APACHE 3, proses pengambilan data dapat dilakukan secara efektif, efisien dan akurat, sehingga dapat mencegah bencana banjir.
Selain itu, teknologi CHCNAV APACHE 3 dapat digunakan untuk kebutuhan pendataan kondisi bawah air dalam pekerjaan konstruksi di area perairan, maupun informasi peta batimetri untuk navigasi laut dan juga kebutuhan penlitian yang terkait bencana hidrologi.
CHCNAV APACHE 3 merupakan perangkat Unmanned Surface Vessel (USV) atau kapal tanpa awak yang ringkas dan sangat mudah dioperasikan. Metode survei dengan USV merupakan sebuah terobosan teknologi dalam pekerjaan batimetri dan pemetaan hidrografi. Pengguna dapat melakukan survei dari jarak jauh dengan remote control, dari tepi sungai atau danau. APACHE 3 dapat bekerja secara otomatis hingga rentang jangkauan 2 km untuk mengirim data kedalaman di bawah permukaan air.
Perangkat ini dilengkapi dengan teknologi sensor Single Echo Sounder untuk melakukan pengukuran kedalaman dari 0,15m – 200m. Data yang ditangkap oleh sensor bisa langsung dikirim dan dilihat secara real time kinematic melalui software HydroSurvey dari CHC. Sensor yang ada pada USV APACHE 3 ini telah terkoneksi dengan Global Navigation Satelite Systems (GNSS) dan sensor arah sehingga dapat beroperasi secara otomatis dengan lancar.
Selain itu, perangkat ini dibekali sensor IMU yang memungkinkan survei tanpa gangguan sinyal seperti saat USV melintas di bawah jembatan, bahkan jika digunakan pada kondisi perairan yang arus atau aliran airnya deras dan tidak beraturan sekalipun.
Pengguna dapat menghemat waktu karena USV APACHE 3 dibekali dengan motor penggerak berkecepatan 7.000 rpm yang dapat melaju hingga kecepatan 5 meter per detik. Data diproses dan diekstrasi dengan menggunakan software HydroSurvey untuk menyiapkan model 3D yang akan digunakan sebagai referensi dasar dalam menilai kandungan lumpur atau tingginya sedimentasi yang akan dihilangkan.
USV APACHE 3 juga dilengkapi kamera CCTV 360 derajat sehingga pengguna bisa tetap melihat dan merekam area sekitar pada saat pengukuran. USV ini didesain khusus dengan lapisan titanium anti korosi, serta baling-baling motor yang tertutup untuk melindungi dari lilitan benda. Teknologi sensor anti-collision juga memberikan perlindungan sehingga terhindar dari benturan objek yang ada di depannya. Selain itu, USV APACHE 3 juga sudah memiliki fitur Auto Return sehingga saat pekerjaan sudah selesai akan kembali ke jalur awal secara otomatis. EI





















