Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Iklan Multi
Iklan Multi
Example 728x250
BusinessPress ReleaseTop News

Tren Bongkar Muat Alat Berat di Tengah Pandemi Covid-19

80
×

Tren Bongkar Muat Alat Berat di Tengah Pandemi Covid-19

Share this article
Example 468x60
Beragam jenis dan model alat berat yang dipasarkan di Indonesia (Foto: EI)

Bongkar muat alat berat yang ditangani oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) masih menggeliat di tengah pandemi Covid-19. Anak usaha PT Pelindo II ini mencatat layanan bongkar muat sepanjang triwulan pertama 2020 masih melanjutkan tren positif  secara tahunan. Pada bulan Maret 2020, jumlah alat berat yang ditangani mencapai angka 529 unit untuk ekspor dan 459 unit untuk impor di Lapangan Internasional.

“Pada impor, angka tersebut mengalami penurunan 17,89 persen secara bulanan jika dibandingkan dengan Februari 2020 sebanyak 559 unit dan secara year on year (tahunan) juga cenderung lebih rendah 54,33 persen dibandingkan Maret 2019 sebanyak 1.005 unit,” kata Reza Priyambada, Investor Relation PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) di Jakarta, Rabu (15/4).

ALTRAK

Namun, lanjutya, dari sisi ekspor justru kembali menorehkan pertumbuhan yang sangat baik dimana secara year on year tumbuh mencapai 109,92 persen jika dibandingkan Maret 2019 sebanyak 252 unit.

Reza mengatakan pertumbuhan tersebut memang sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan year on year (tahunan) pada bulan Februari 2020 yang mencapai 230,52 persen (Februari 2019 sebesar 213 unit vs Februari 2020 sebesar 704 unit).

“Meski terlihat lebih rendah, namun pertumbuhan tinggi masih terjadi hingga akhir triwulan pertama tahun ini seiring masih adanya permintaan pengiriman alat berat ke sejumlah negara tujuan,” kata Reza.

Data Akumulasi Januari-Maret

Secara akumulasi sepanjang triwulan pertama tahun 2020 ini turut menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat baik. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, total alat berat yang ditangani oleh IPCC untuk kegiatan ekspor mencapai 2.171 unit atau meningkat 190,24 persen year on year dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019 sebanyak 748 unit.

Baca Juga :  FE Super HD-X, Jagoan Baru Mitsubishi Colt Diesel

Sementara itu, untuk kegiatan impor masih terlihat rendah dengan pertumbuhan minus 55,96 persen sebanyak 1.381 unit dibandingkan 3.136 unit pada periode tiga bulan pertama di tahun 2019.

Di tempat lain, jumlah alat berat yang ditangani bongkar muat di Lapangan Domestik mencapai 1.926 unit pada bulan Maret 2020. Angka tersebut turut melanjutkan tren pertumbuhan positif dengan mengalami kenaikan 40,58 persen dibandingkan bulan Maret 2019 sebanyak 1.370 unit. Secara bulanan, angka tersebut juga terlihat lebih tinggi 5,59 persen dibandingkan 1.824 unit di bulan Februari 2020.

Secara akumulasi, sepanjang triwulan pertama 2020 jumlah alat berat yang ditangani di Lapangan Domestik mencapai 5.532 unit atau lebih tinggi 80,31 persen dibandingkan triwulan pertama 2019 sebanyak 3.068 unit.

Reza mengatakan masih adanya permintaan akan alat berat di sejumlah wilayah di dalam negeri turut membantu kegiatan bongkar muat alat berat di Lapangan Domestik IPCC.

“Hal ini memperlihatkan bahwa kegiatan maupun layanan operasional di Terminal IPCC masih berlangsung secara normal meski di tengah imbas penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Di sisi lain, masih adanya permintaan alat berat berskala kecil-menengah di sejumlah industri turut berimbas positif pada layanan bongkar muat di Terminal IPCC sekaligus memperlihatkan bahwa adanya pandemik Covid-19 tidak serta merta membuat semua industri tutup. Namun, masih beroperasi meski terjadi pembatasan kegiatan operasional.

Iklan Berca