PT United Tractors Tbk (UNTR) menargetkan penjualan sebanyak 3.800 hingga 4.000 unit alat berat sepanjang tahun 2024. Proporsi penjualan alat berat tahun ini akan sama dengan tahun lalu. Kebanyakan untuk pertambangan dan sisanya tersebar di sektor-sektor di luar pertambangan.

Selama periode Januari hingga Februari 2024, mayoritas penjualan alat berat Komatsu disalurkan ke sektor pertambangan, yakni mencapai 68% dari total penjualan. Persentase ini tinggi jika dibandingkan penjualan Komatsu ke sektor pertambangan sebesar 63% pada periode yang sama tahun 2023.
Selama periode Januari hingga Februari 2024, UNTR telah mencatat penjualan alat berat Komatsu sebanyak 825 unit. Jumlah ini turun 33,03% dari penjualan alat berat di periode yang sama tahun 2023 sebanyak 1.232 unit. Realisasi ini sejalan dengan eskpektasi manajemen perseroan.
Berdasarkan laporan bulanan yang dikutip Selasa (02/4/2024), penjualan alat berat ke sektor pertambangan mendominasi hingga akhir Februari 2023, yakni sebesar 68% dari total penjualan. Kemudian disusul penjualan ke sektor konstruksi 12%, sektor kehutanan sebesar 10%, dan sektor perkebunan 10%.
Sementara itu, market share Komatsu secara year to date pada Februari 2023 sebesar 30%. Adapun pada bulan Februari saja, UNTR mencatatkan 307 unit penjualan Komatsu, turun 40,73% dari Januari 2024 sebanyak 518 unit Komatsu.
Dari segmen produksi batu bara, UNTR melalui Pamapersada Nusantara (PAMA) memproduksi 20,5 juta ton pada Januari-Februari 2024, lebih tinggi 19,19% dari capaian pada periode yang sama 2023 sebanyak 17,2 juta ton. Pada Februari 2024, rata-rata stripping ratio sebesar 8,9 kali turun dari bulan sebelumnya 9 kali. Total produksi batu bara 10,6 juta ton pada Februari 2024, naik 7,07% dari Januari sebesar 9,9 juta ton, dan volume lapisan penutup atau overburden removal (OB) juga naik 6,52% menjadi 94,8 juta bank cubic meter (bcm) dari 89 juta bcm pada Januari 2024.
Selanjutnya, penjualan batu bara UNTR melalui Tuah Turangga Agung pada Februari 2024 sebanyak 1,39 juta ton. Jumlah ini lebih tinggi 39,3% dari Februari 2023 sebanyak 998.000 ton. Secara year to date, penjualan batu bara Tuah Turangga Agung sebanyak 2,67 juta ton. Volume penjualan ini naik 34,17% dibandingkan periode dua bulan tahun 2023 sebanyak 1,99 juta ton.
Adapun, unit usaha United Tractors di bidang pertambangan emas di Martabe, Sumatera Utara, dijalankan oleh PT Agincourt Resources. Penjualan emas dari Agincourt Resources belum dicatatkan oleh UNTR. Kosongnya penjualan emas di periode Januari hingga Februari 2024, karena UNTR masih menunggu persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB), sehingga belum dapat melakukan penjualan.
Sebelumnya, manajemen perseroan telah memperkirakan volume penjualan alat berat Komatsu tahun ini maksimal sebanyak 4.000 unit. Perkiraan ini turun 24% dari penjualan alat berat Komatsu sebanyak 5.270 unit pada tahun 2023. Realisasi penjualan Komatsu tahun lalu itu turun 8,4% secara year-on-year (yoy) jika dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 5.753 unit.
Proyeksi ini dibuat oleh manajemen UNTR dengan mempertimbangkan harga sejumlah komoditas pertambangan, terutama batu bara yang berada dalam tren melandai. Karena itu, menurut analis pasar modal, kinerja UNTR dan permintaan alat berat diperkirakan melemah seiring siklus bisnis yang sedang down trend.
Rekomendasi buy dan dividen
Chandra Pasaribu, Head of Research PT Yuanta Sekuritas, misalnya, memperkirakan akan terjadi penurunan kinerja untuk UNTR karena melemahnya harga komoditas terutama batu bara. Seiring siklus bisnis yang sedang down trend, permintaan alat berat diperkirakan melemah. Meski begitu, Chandra merekomendasikan buy untuk UNTR dengan target harga Rp29.400 per saham.
Senada dengan Chandra, Reza Fahmi Riawan, Head of Business Development Division PT Henan Putihrai Asset Management (HPAM), mempertahankan rekomendasi buy UNTR dengan potensi yang lebih baik ke depan. Reza merekomendasikan buy untuk UNTR dengan target harga Rp27.500 per saham.
Felix Darmawan, analis pasar modal PT Panin Sekuritas memproyeksikan pendapatan UNTR sebesar Rp119 triliun dan laba bersih Rp17 triliun di tahun 2024. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan pada tahun lalu. Pendapatan UNTR pada tahun 2023 tembus Rp128,58 triliun dengan laba bersih Rp20,61 triliun. Pendapatan UNTR tahun lalu naik 4% dengan penurunan laba 2%.
Felix mengatakan, penurunan kinerja UNTR disebabkan oleh penurunan penjualan alat berat Komatsu yang diperkirakan hanya sebanyak 4.000 unit tahun ini. Penurunan harga batu bara juga menjadi penekan kinerja UNTR tahun ini.
Felix memperkirakan, harga batu bara hanya di kisaran US$120 per ton hingga US$150 per ton. Harga batu bara akan terdampak peningkatan produksi domestik China dan India karena utilisasi PLTU meningkat.
Harga rata-rata batu bara sejak awal tahun 2024 hanya US$125,88 per ton. Harga tertinggi berada di US$141 per ton dan harga harga terendah US$115 per ton. Felix merekomendasikan buy untuk UNTR dengan target harga Rp26.000 per saham.
Chandra menambahkan, UNTR terus mendorong investasi ke arah nikel dan emas untuk memberikan alternatif pendapatan terhadap batu bara dan menjadi lebih dekat dengan komoditas hijau. Investasi UNTR di nikel dan emas ini akan lebih berdampak dalam jangka menengah dan panjang, karena ada beberapa proyek yang masih berada di tahap awal investasi.
Sebagai informasi bagi para pemegang saham UNTR, manajemen perseroan akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 April 2024. Investor tentunya berharap adanya keputusan pembagian dividen.
Dalam keterbukaan informasi ke BEI, dikutip Selasa (02/4/2024), manajemen UNTR menyampaikan akan melakukan RUPST pada 24 April 2024. Meski begitu, UNTR belum menyampaikan agenda apa saja yang akan dibahas pada RUPS tersebut.
Menurut manajemen, usulan-usulan mata acara rapat dari pemegang saham UNTR harus diterima direksi sekurang-kurangnya tujuh hari sebelum pemanggilan rapat, yaitu tanggal 26 Maret 2024. Asal tahu saja, walaupun agenda RUPS tersebut belum diumumkan, UNTR tercatat tak pernah absen membagikan dividen pada RUPST.
Di tahun 2023, UNTR tercatat membagikan dividen total sebesar Rp7.003 per saham ke pemegang sahamnya untuk tahun buku 2022. Rasio pembayaran dividen tersebut setara 121% terhadap laba bersih UNTR. Tahun 2023 lalu merupakan pertama kalinya UNTR membagikan dividen dengan payout ratio hingga melebihi 100%. #



















