UD Trucks tidak meluncurkan truk baru pada ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020 di Jakarta Convention Centre (JCC) pada 5-8 Maret lalu. Tiga truk yang dipamerkan, yaitu New Quester GKE 280 ABS, New Quester CWE dan Kuzer RKE 150 WB 3350 adalah produk yang sudah dikenal di pasar.
Namun, hal itu tidak berarti UD Trucks tidak menghadirkan nuanasa baru dalam pameran dua tahunan itu. Winarto Martono, Chief Executive Astra UD Trucks mengatakan Quester merupakan satu-satunya truk kelas kategori III yang melakukan road test penggunaan B30 bersama Balitbang Kementerian ESDM pada 2019 lalu.
“Setelah berjalan 40.000 km, dianalisa, Quester dinyatakan lolos road test dengan bahan bakar B30,” ujarnya dengan bangga saat memberikan sambutan pada pembukaan booth UD Trucks, Kamis (5/3).
Ketangguhan Quester dalam menggunakan B30 terbukti dengan penggunaan filter solar yang baru diganti setelah menempuh jarak 13.000 km. Padahal, menurut Winarto, biasanya filter solar diganti setelah menempuh jarak 10.000 km. “Jadi, menggunakan B30 filter tidak signifikan berpengaruh,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia mengatakan setelah menempuh jarak 40.000 km, lining, piston dan valve masih bersih dan bebas dari kera. “Power dan torsi masih stabil tidak menurun selama mengunakan B30,” terangnya.
Hingga kini, test road menggunakan B30 itu masih terus dilakukan. Hingga menempuh jarak 100.000 km, menurut dia, belum ditemukan masalah, hasilnya masih bagus. “Jadi, Quester telah benar-benar teruji menggunakan bahan biosolar B30,” ujarnya.
B30 sudah mulai diterapkan di Indonesia sejak 1 Januari lalu. Program ini tidak hanya untuk sektor transportasi, tetapi juga untuk alat berat sektor pertambangan, kereta api dan kapal laut. Misi utama di balik program ini adalah mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia yang telah menjadi kontributor terbesar defisit neraca perdagangan selama bertahun-tahun. Selain itu, program biodiesel ini juga mendongkrak harga minyak sawit yang dalam beberapa tahun terakhir juga mendapat tekanan dari negara-negara Uni Eropa karena dianggap sebagai penyebab penggundulan hutan.
Selain memamerkan kemampuannya dalam menggunakan B30, pada ajang GIICOMVEC, UD Trucks juga menunjukkan sejumlah pengembangan pada truk Quester terutama model 6×4 Rigid dan 4×2 Tractor Head. Beberapa Beberapa improvement yang dilakukan adalah penggunaan Reinforced End Chassis Member, Higher Air Tank Position, dan Side Underrun Protection. Quester Rigid 6×4 juga dibekali penguatan rubber tower dari 24 ton menjadi 32 ton. “Jadi lebih kuat dan kokoh untuk beroperasi di medan yang sangat berat,” kata Winarto.
Terkait layanan purna jual, Winarto mengatakan Astra UD Trucks memiliki visi dan misi total solusi bagi pelanggan. Karena itu ada beberapa layanan purna jual kepada pelaggan seperti UD Trust, yaitu kontrak service tahun kedua dan ketiga. Ia menjelaskan biasanya setiap pembelian UD Trucks, selama satu tahun pertama, free service. Dengan program UD Trust, pelanggan bisa memperpanjang kontrak service ke tahun kedua dan ketiga. Selain itu, UD Trucks juga memiliki program UD Ultimate, yaitu kontrak service berdasarkan jarak tempuh.
UD Trucks juga memiliki program 24-7 emergency service, yaitu layanan 24 jam 7 hari untuk customer. “Selama 24 jam 7 hari kita siap dimana pun customer berada. Di tengah jalan kita layani untuk service,” ujarnya.
Untuk meningkatkan keselamatan dalam berkendara, UD Trucks juga memberikan perhatian kepada para pengemudi melalui berbagai program pelatihan. “Kita ada program driver sehat dan driver pintar. Kita ingin driver itu dimanusiakan. Biasanya kalau sehat dan pintar, seperti dicanangkan dalam GIICONVEC ini, zero accident akan tercapai,” ujarnya.
Winarto mengatakan tahun 2020 ini, UD Trucks menargetkan penjualan mencapai 2.000 unit. Tanpa menyebutkan jumlah, pada Januari-Februari, menurutnya penjualan UD Trucks turun. “Cuma kita penurunanya lebih kecil daripada penurunan market. Market-nya turun 30% dari Januari-Feburuari dibandingkan tahun lalu, tetapi kita turunnya sekitar 15%. Market share kita di Januari-Februari malah meningkat. Dulunya 16% menjadi 20% untuk kategori di atas 230 HP,” paparnya.






















