Alat Berat
Top News Business Construction EQ

Volvo CE Kembangkan Prototipe Wheel Loader Elektrik Otonom dari Model LEGO

Wheel loader LX03 sudah dikembangkan sebagai sebuah konsep modular dan berbagi driveline dengan L25 Electric, yang menjadikannya sebuah mesin tanpa emisi dengan runtime hingga 8 jam, tergantung aplikasinya.

Dari LEGO ke prototipe wheel loader Volvo LX03 (Foto: Volvo CE)

Volvo Construction Equipment (Volvo CE) telah memperkenalkan wheel loader prototipe bertenaga baterai-listrik yang sepenuhnya beroperasi secara otomatis, yang merupakan contoh nyata dari mesin konsep belajar mandiri dengan otak untuk mengambil keputusan, melakukan berbagai pekerjaan, dan berinteraksi dengan manusia.

Mesin ini juga merupakan model LEGO Technic yang telah diubah menjadi mesin nyata. Meskipun belum tersedia secara komersial, para insinyur Volvo berharap wawasan berharga dari LX03 ini akan diaplikasikan pada masa mendatang.

Terinspirasi oleh konsep yang dirancang para insinyur dan desainer Volvo CE serta LEGO Technic, Volvo LX03 merupakan tonggak pencapaian luar biasa yang meletakkan landasan baru dalam teknologi peralatan konstruksi cerdas. Mesin ini  sekaligus merepresentasikan tahap selanjutnya dalam eksplorasi Volvo CE ke dalam kecerdasan mesin konstruksi dan tekadnya untuk mendekarbonisasi industri konstruksi.

“Kita perlu mengubah industri konstruksi dengan solusi-solusi cerdas dan lebih berkelanjutan yang akan berdampak pada skala global. Peluncuran prototipe LX03 hari ini mewakili hal itu – dan merupakan bukti keahlian luar biasa dari para insinyur kami dan komitmen bersama kami terhadap perubahan positif. Bersama dengan LEGO Group, kami meretas batas-batas teknologi dan imajinasi serta hasilnya melampaui apa pun yang pernah dilihat dunia sebelumnya,” komentar Melker Jernberg, Presiden Volvo CE dalam keterangan tertulis pabrikan itu, Selasa (2/11).

Wheel loader LX03 dengan rangka scissor yang unik (Foto: VCE)

Lars Stenqvist, Chief Technology Officer Volvo Group, menambahkan, “Sebagai yang terdepan di bidang-bidang pengangkutan dan infrastruktur, kami memiliki peran penting dalam mengambil tindakan terhadap perubahan iklim dan meningkatkan kecepatan inovasi yang diperlukan untuk mencapai target-target emisi. Kami percaya dalam bekerja sama dengan mitra-mitra yang kreatif yang, seperti kami, fokus untuk membuat inovasi menjadi nyata dan bergerak lebih dari sekadar kata-kata.”

Merintis kemitraan

Dari LEGO ke prototipe wheel loader Volvo LX03 (Foto: Volvo CE)

Wheel loader LX03 merupakan sebuah proyek menarik yang melibatkan para desainer dan insinyur di dua perusahaan, Volvo CE dan LEGO Technic. Mereka mengeksplorasi potensi konstruksi masa depan, yang dikembangkan dari waktu ke waktu dengan bantuan sebuah tim yang terdiri dari anak-anak menjadi peluncuran Wheel Loader ZEUX LEGO Technic Concept 42081 yang sukses.

“Kedua perusahaan kami telah menikmati kemitraan yang sangat sukses selama bertahun-tahun di mana kami telah berkolaborasi dalam beberapa model LEGO Technic. Tapi ini adalah pertama kalinya kami membuat mesin nyata berdasarkan model dan bukan sebaliknya – dan itulah yang membuat proyek ini benar-benar unik,” kata Kepala Produk LEGO Group untuk LEGO Technic, Niels Henrik Horsted.

Prototipe LX03 telah dibangun oleh tim insinyur dan pemrogram khusus dari lokasi Volvo CE di Eskilstuna (Swedia) dan Konz (Jerman), bekerja sama dengan tim desain di Gothenburg, Swedia. Ini adalah wheel loader 5 ton yang telah dikembangkan sebagai konsep modular, dengan kemampuan menjadi lebih besar atau lebih kecil hanya dengan satu atau dua perubahan pada proses manufaktur. Mesin pemuat ini juga berbagi driveline dengan L25 Electric, menjadikannya mesin nol emisi, tidak bising dan dengan runtime hingga delapan jam tergantung aplikasinya.

Mesin ini dirancang untuk menjadi pekerja yang cerdas dan aman, dilengkapi dengan otak yang memiliki kapasitas untuk beradaptasi dengan beragam skenario, mengambil keputusan secara real-time dan yang paling penting berkolaborasi dengan manusia. Hal ini dapat diprogram oleh para pelanggan untuk menyelesaikan pekerjaan berat, yang berulang-ulang atau berbahaya, mengurangi kehadiran para pekerja di lokasi. #

Related posts

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More