26.5 C
Jakarta
31 Jul, 2021.

Volvo dan SSAB kembangkan kendaraan baja bebas fosil

Baja bebas fosil akan digunakan pada truk-truk dan alat berat Volvo. (Foto: Volvo CE)

Volvo Group dan SSAB mengatakan baja bebas fosil yang baru dibuat SSAB akan menjadi pelengkap penting untuk baja tradisional dan daur ulang yang digunakan pada truk-truk, mesin-mesin konstruksi, dan produk-produk lainnya.

Volvo berencana untuk mulai memproduksi kendaraan-kendaraan dan mesin-mesin konsep pertama dengan baja buatan SSAB yang menggunakan hidrogen tahun ini. Produksi serial skala kecil diperkirakan  akan dimulai pada tahun 2022 dan rencana produksi massal akan menyusul.

Kedua perusahaan Swedia itu juga akan bekerja sama dalam penelitian dan pengembangan untuk mengoptimalkan penggunaan baja dalam produk Volvo dalam hal berat dan kualitas. Kedua perusahaan itu mengatakan mereka akan mengembangkan sejumlah produk baja bebas fosil dengan tujuan mencapai produksi serial dalam beberapa tahun.

Mereka menambahkan baja bebas fosil akan dibuat dengan teknologi yang benar-benar baru menggunakan listrik dan hidrogen bebas fosil, dan hasilnya adalah dampak iklim yang jauh lebih rendah dan rantai nilai bebas fosil. Industri baja menganggap bahwa kebutuhan baja akan tumbuh secara signifikan dalam jangka panjang dan baja bebas fosil yang baru akan dibutuhkan untuk memenuhi permintaan ini.

Kerangka kerja sama ini juga mencakup tinjauan solusi-solusi logistik umum yang dapat berkontribusi untuk mengurangi dampak lingkungan SSAB dari pengangkutan-pengangkutan internal dan eksternal. Ambisinya adalah menggunakan kendaraan Volvo yang bertenaga baterai atau sel bahan bakar.

SSAB bermaksud untuk mulai memasok pasar dengan baja bebas fosil dalam skala komersial pada tahun 2026. Pengembangan rantai nilai bebas fosil dari tambang hingga produk baja jadi akan berlangsung dalam kerangka inisiatif HYBRIT, yang telah dijalankan oleh SSAB bersama LKAB dan Vattenfall sejak 2016. Pabrik percontohan telah ada sejak Agustus 2020 dan akan segera mulai memproduksi besi spons dalam volume yang lebih kecil yang dibuat dengan menggunakan hidrogen. Baja ini akan digunakan untuk membuat baja yang akan digunakan dalam kolaborasi ini.

“Kami bertekad untuk menjadi perusahaan netral iklim pada tahun 2050 sejalan dengan Perjanjian Paris,” kata Martin Lundstedt, presiden dan CEO Volvo Group, dikutip dari rilis Volvo Group, Selasa (13/4). “Ini berarti truk-truk dan mesin-mesin konstruksi kami akan bebas emisi saat beroperasi, tetapi kami juga akan meninjau bahan, seperti baja, yang digunakan dalam produk kami dan secara bertahap akan beralih ke alternatif-alternatif bebas fosil. Ini adalah langkah penting menuju pengangkutan-pengangkutan yang sepenuhnya netral iklim. ”

Martin Lindqvist, presiden dan CEO SSAB, mengatakan kemitraan ini adalah “lompatan besar” menuju rantai nilai yang sepenuhnya bebas fosil hingga ke para pelanggan akhir.

“Kami akan bekerja sama dengan pelanggan-pelanggan kami untuk mengurangi dampak iklim sambil memperkuat daya saing mereka,” tambah Lindqvist. “Kami terus mencari cara untuk menjadi pemasok baja bebas fosil yang lebih komprehensif bagi pelanggan-pelanggan seperti Volvo. Kami melihat revolusi hijau baru muncul.” (Sumber: volvo CE)

Related posts