31.1 C
Jakarta
29 Nov, 2021.

8 Fakta Mengenai Asuransi Alat Berat Yang Perlu Anda Ketahui

Oleh Mhd. Taufik Arifin ANZIIF (Snr. Assoc) CIIB

Ilustrasi insiden alat berat dalam operasi tambang. Foto: www.miningmayhem.com

Alat berat berperan sangat penting untuk mendukung kegiatan pembangunan infrastruktur, pertambangan, perkebunan/pertanian dan lain-lain. Sesuai dengan namanya, resiko yang dihadapi oleh alat berat ketika dioperasikan juga berat. Menurut pengalaman, dalam satu armada alat berat hampir setiap tahun bisa terjadi beberapa kali kecelakaan. Mulai dari kecelakaan kecil sampai kecelakaan besar bahkan sampai kerugian total.

Di lain pihak, investasi dan nilai alat berat sangat besar sehingga jika terjadi kecelakaan dapat memberikan dampak terhadap keuangan perusahaan. Terjadi penurunan pendapatan karena unit tidak bisa dioperasikan dalam waktu yang lama. Biaya perbaikan yang relatif tinggi dapat menguras kas perusahaan.

Solusi terbaik bagi pengusaha dan pemilik alat berat adalah dengan mengasuransikan secara maksimal semua alat berat yang dimiliki. Berikut ini beberapa fakta yang perlu Anda ketahui mengenai asuransi alat berat. Pertama, kondisi operasi yang berat. Resiko-resiko yang dapat mengancam alat berat, antara lain, akibat terguling karena medan jalan yang berat dan licin. Ancaman lainnya adalah bertabrakan dengan sesama alat berat yang beroperasi di lokasi yang sama, terutama di lokasi tambang. Hal ini terjadi karena kondisi jalan yang licin, lokasi berdebu yang menghalangi pandangan operator. Alat berat juga rawan mengalami kecelakaan akibat tertimpa tanah longsor, batu, tenggelam, terbakar dan lain-lain.

Kedua, bentuk kecelakaan yang sering terjadi. Karena alat berat beroperasi di medan yang berat, maka resiko yang dapat terjadi sangat banyak dan dampaknya juga besar. Sebut saja, misalnya, terguling, terbalik, terbakar, tabrakan, kena batu, tertimbun tanah longsor, terjebak dalam lumpur, jatuh, pencurian dan pembongkaran serta huru-hura. Oleh karena itu, alat berat perlu dilindungi dengan polis asuransi alat berat.

Ketiga, tidak banyak perusahaan asuransi yang dapat memberikan jaminan asuransi alat berat karena resikonya yang terlalu tinggi. Untuk mengganti satu klaim saja nilainya rata-rata ratusan juta rupiah, sementara premi asuransi yang diterima sangat kecil. Dari perusahaan asuransi yang mempunyai produk asuransi alat berat masih perlu dipilih berdasarkan kemampuan dan pengalaman mereka di dalam menangani resiko alat berat.

Keempat, jaminan Polis asuransi alat berat. Untuk mengantisipasi kerugian keuangan akibat terjadinya resiko-resiko seperti yang dijelaskan di atas perlu dijamin dalam Polis asuransi alat berat yang dapat memberikan jaminan luas  atau “All risks” atas segala kecelakaan yang terjadi

Kelima, selalu gunakan jasa broker asuransi. Tidak mudah untuk mendapatkan jaminan asuransi alat berat karena hanya sedikit perusahaan yang bisa. Selain itu, proses penyelesaian klaim asuransi alat berat rumit dan perlu keahlian khusus. Jika dikerjakan sendiri akan memakan waktu lama dan hasilnya belum tentu maksimal. Broker asuransi yang mencarikan perusahaan, dinegosiasikan terms and conditions, memproses penerbitan polis asuransi. Broker asuransi dapat membantu penyelesaian klaim jika terjadi.

Keenam, informasi yang diperlukan untuk penerbitan asuransi alat berat adalah sebagai berikut: jenis dan tipe alat berat, merek/manufaktur, ukuran/kapasitas, tahun pembuatan, lokasi kerja saat ini, harga pertanggungan (berdasarkan harga baru), nama pemilik, nama leasing atau bank pembiayaan jika ada, dan lain-lain.

Ketujuh, jika terjadi kecelakaan yang menimbulkan kerusakan atau kehilangan, untuk penyelesaian klaim yang cepat dan maksimal,  ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Melaporkan sesegera mungkin mengenai kecelakaan kepada broker asuransi melalui WA, email, telepon dan saluran lain. Cukup dengan pemberitahuan lisan saja, setelah itu baru diikuti dengan informasi lebih lengkap.
  • Membuat berita acara kecelakaan yang ditandatangani oleh petugas yang bertanggung jawab di lapangan
  • Membuat foto-foto kerusakan
  • Mengamankan komponen yang rusak sebagai bukti kecelakaan
  • Meminta penawaran harga perbaikan dari workshop dan supplier
  • Menyediakan dokumen pendukung lainnya jika diminta
  • Bekerjasama dengan broker dan loss adjuster

Jika asuransi alat berat dipersiapkan secara baik dengan cara memilih perusahaan asuransi yang kompeten, membayar premi sesuai dengan jadwal dan menggunakan broker asuransi yang berpengalaman, maka jika terjadi klaim penyelesaiannya akan cepat dan nilai klaimnya maksimal.

Kedelapan, tantangan mengurus klaim asuransi alat berat. Nilai klaim asuransi alat berat untuk satu kali klaim cukup tinggi, ratusan juta hingga miliaran. Berbeda dengan asuransi kendaraan bermotor yang hanya berkisar jutaan rupiah saja. Dengan nilai klaim sebesar itu, maka perusahaan asuransi sangat berhati-hati untuk memberikan kepastian tentang klaim. Berikut ini beberapa tantangan yang terjadi di dalam proses penyelesaian klaim asuransi alat berat:

  • Memastikan penyebab klaim – Meskipun polis asuransi dengan kondisi “All Risks” atau semua resiko akan tetapi tidak semua kecelakaan bisa disetujui oleh asuransi. Ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi terlebih dahulu. Jika ternyata ada hal-hal yang tidak sesuai dengan isi polis bisa jadi klaimnya ditolak atau tidak dibayar.
  • Nilai Pertanggungan – New Replacement Value – Nilai pertanggungan polis asuransi alat berat berdasarkan New Replacement Value (NRV). Meskipun unit yang diasuransikan umurnya sudah tua. Banyak pemilik alat yang tidak paham dan tidak mengikuti ketentuan ini. Mereka mengira nilai yang diasuransikan berdasarkan harga saat ini (harga pasar) sama seperti asuransi kendaraan bermotor. Jika harga yang dipertanggungkan yang tertulis di dalam polis tidak sesuai dengan harga baru atau lebih kecil dari harga baru, maka pembayaran klaim akan dikenakan “penalty” atau dikurangi dari nilai klaim yang sebenarnya secara prorata. Misalnya jika harga baru (2021) unit dengan type A USD 100,000. Sementara harga pasar unit yang sama untuk usia 3 tahun adalah USD 50,000. Kemudian jika terjadi kerusakan akibat kecelakaan sebesar USD 20,000. Harga pertanggungan di polis asuransi sebesar USD 50,000 sesuai dengan harga pasar. Dengan kondisi seperti di atas, maka tertanggung telah mengasuransikan di bawah harga (under insurance), menyalahi ketentuan polis, sehingga akan dikenakan penalty atau potongan klaim. Cara menghitung klaim adalah dengan membuat perbandingan antara nilai yang diasuransikan USD 50,000 dengan nilai yang seharusnya USD 100,000. Dari pembagian ini maka didapat bahwa nilai pertanggungan adalah 50% under insurance. Akibatnya perhitungan pembayaran klaim dibuat berdasarkan 50% dari nilai klaim USD 20,000 yaitu USD 10,000 atau setengah dari jumlah yang seharusnya bisa didapatkan. Padahal jika dijaminkan sesuai NRV nilai penggantiannya penuh atau sebesar USD 20,000. Perbedaan premi hanya sekitar puluhan atau ratusan dollar saja, akan tetapi ketika terjadi klaim perbedaannya bisa sampai ribuan dollar.
  • Repair or Replace. Ketika terjadi kecelakaan, maka penggantian klaim bisa berdasarkan penggantian dengan parts yang baru atau dengan melakukan perbaikan atas parts yang rusak. Di sinilah sering terjadi perbedaan pendapat, d imana pihak asuransi selalu menginginkan perbaikan (repair) karena biayanya jauh lebih murah daripada penggantian spare parts Sementara pemilik menginginkan penggantian dengan parts yang baru. Untuk memastikan pilihan yang terbaik biasanya diminta pendapat dari pihak ahli yang netral. Hal ini memerlukan proses dan waktu yang cukup lama.

Untuk penyelesaian klaim asuransi alat berat diperlukan keahlian khusus di bidang resiko engineering, penguasan isi jaminan polis asuransi alat berat dan pengalaman dalam menyelesaikan klaim. Jika semua lengkap dan berjalan lancar, klaim dapat diselesaikan dalam jangka waktu 3 sampai dengan 6 bulan sejak terjadi kecelakaan. Broker asuransi adalah ahli asuransi yang bekerja untuk kepentingan pemilik alat berat.

(Tulisan ini dipersembahkan oleh L&G Insurance Broker. Untuk informasi, silahkan kunjungi http://lngrisk.co.id/)

Related posts