Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
EquipmentFeatureTop News

Bagaimana Altrak Siasati Gejolak Pasar Alat Berat/Konstruksi?

402
×

Bagaimana Altrak Siasati Gejolak Pasar Alat Berat/Konstruksi?

Share this article
Example 468x60
Hairuddin Halim, Chief Operation Officer PT Altrak 1978.
Hairuddin Halim, Chief Operation Officer PT Altrak 1978.

Gejolak pasar komoditas, khususnya batu bara dan juga minyak kelapa sawit, yang belum juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan telah mengubah peta bisnis alat berat dan konstruksi di Indonesia saat ini. Dominasi mesin-mesin tambang terus melemah seiring dengan terpuruknya harga batu bara. Beberapa pemain alat hilang dari panggung karena tidak kuat menahan beban biaya akibat krisis itu.

Sementara di sektor konstruksi, permintaan alat-alat baru belum menunjukkan kenaikan signifikan, meski proyek-proyek infrastruktur yang dicanangkan Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla sedikit demi sedikit sudah mulai dikerjakan. Hingga kuartal terakhir tahun 2015 ini realisasi rencana-rencana proyek infrastruktur skala besar itu masih rendah. Karena belum ramai, maka tidak heran jika para kontraktor lebih cenderung menggunakan mesin-mesin bekas. Tetapi, diyakini proyek-proyek konstruksi inilah yang nantinya akan mendongkrak naiknya permintaan alat pada masa mendatang sejalan dengan peningkatan jumlah proyek-proyek infrastruktur itu.

ALTRAK

Diperkirakan, mulai awal tahun depan (2016) pasar alat konstruksi makin bergairah dan puncaknya terjadi sekitar tahun 2018, yaitu ketika sebagian besar proyek-proyek itu digarap.

Hairuddin Halim, Chief Operation Officer PT Altrak 1978, mengakui kondisi saat ini memang kurang kondusif untuk perusahaan yang bergerak di bidang alat konstruksi karena bisnis ini capital intensive, dan kalau likuiditas berkurang bisa menyebabkan terhambatnya semua aktivitas.

“Menurut kami, untuk perusahaan yang likuiditasnya baik, masalahnya relatif kecil karena meskipun pasar jauh berkurang, namun kesempatan masih ada, khususnya dari bisnis suku cadang dan service,” ungkapnya tentang performa perusahaan-perusahaan alat berat dalam melewati masa-masa sulit sekarang ini.

altrak 4
Merlo Telehandler dan New Holland Backhoe Loader

Dia mencontohkan PT Altrak 1978 sendiri yang kondisinya tetap aman, karena selain likuiditas yang bisa dijaga dengan baik, product line yang dijual juga tidak sepenuhnya alat-alat berat.

Baca Juga :  Sembilan Puluh Tahun Inovasi Kobelco

“Selain alat berat, kami juga punya produk-produk seperti Generating Sets, Traktor Pertanian serta juga penjualan Parts dan Service yang bisa menutupi kekurangan penjualan alat-alat berat,” ungkapnya tentang beragam bidang bisnis yang digarap PT Altrak 1978 saat ini.

 

Iklan Berca