Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
FeatureTop News

Bagaimana Cara Memilih Compact Track Loader?

525
×

Bagaimana Cara Memilih Compact Track Loader?

Share this article
Example 468x60

Apa yang perlu diketahui saat membeli dan mengoperasikan compact track loader?

ctl 1
Beragam merk compact track loader. (ist)

20565-5120813ctl 3

ALTRAK

Mesin-mesin kecil (compact equipment) menjadi pilihan utama kontraktor ketika menggarap jenis-jenis pekerjaan yang skalanya kecil dengan ruang gerak  yang terbatas. Selain praktis, lincah dan handal, alat-alat berpostur kecil ini juga multi guna. Namun, tahukah Anda prinsip-prinsip kunci dalam  mengoperasikan dan merawat mesin-mesin kecil ini?

Compact track loader (CTL) adalah salah satu jenis mesin mini yang kiprahnya lintas sektoral dan serbaguna. Anda bisa menemukan alat ini di  proyek konstruksi (infrastruktur), perkebunan, pabrik, bahkan area tambang.  CTL bisa menjadi mesin yang produktif di lokasi kerja — jika pilihannya sesuai dengan aplikasi.

“Kalau para kontraktor mampu memilih dengan baik, mereka bisa memiliki sebuah mesin dengan utilisasi yang tinggi dan kembalian modal yang lebih cepat sehingga bisnis mereka bisa lebih kompetitif,” kata Mike Fitzgerald, spesialis produk loader Bobcat, seperti dilansir dari forconstructionpros.com (14/12/2015).

“Mereka harus memilih mesin dengan ukuran dan model yang tepat, menggunakan asesoris-asesoris yang cocok pula, dan mempekerjakan operator-operator yang baik,” dia menyarankan.

Brian Rabe, senior product manager untuk skid-steer/track loader Gehl, menyarankan para kontraktor pertama-tama mengevaluasi aplikasi-aplikasi mereka, dengan mempertimbangkan harapan-harapan mereka untuk masa mendatang.

“Pemahaman yang jelas mengenai aplikasi-aplikasi yang ditargetkan  akhirnya akan menentukan bagaimana produk itu akan dikonfigurasikan,” ia menambahkan. Sebagai contoh sederhana, ia melanjutkan, kontraktor di bidang landscape (penataan taman) mungkin membutuhkan satu unit alat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan utama seperti pembuatan pallet, pengedukan, pemuatan, penanaman pohon dan sebagainya.

Tetapi seiring dengan pertumbuhan bisnis, muncul peluang-peluang baru untuk pembersihan lahan, penanaman pohon, dan aplikasi-aplikasi lainnya. Dalam hal ini, memperlengkapi sebuah mesin dengan fitur-fitur baru seperti high-flow hydraulics, kabin dengan impact-resistant door dan sebagainya memberikan manfaat tambahan, terutama mempengaruhi resale value.

Tentu saja, masalah budget tetap menjadi pertimbangan utama. “Biasanya pertimbangan pertama yang akan menentukan adalah apakah cocok dengan anggaran Anda atau tidak,” kata David Steger, product manager Takeuchi. “Kemudian Anda bisa masuk ke detail-detail lain berkaitan dengan fitur-fitur spesifik dan spek-spek loader yang bisa benar-benar memenuhi tuntutan-tuntutan produktivitas.”

Baca Juga :  Idemitsu Tingkatkan Produksi Pelumas Hingga 80%

Soal ukuran

Begitu aplikasi dan budget sudah jelas, faktor-faktor berikutnya yang ikut dipertimbangkan adalah horsepower dan kapasitas operasi rata-rata, juga ukuran fisik CTL itu. Mesin-mesin CTL yang lebih besar dan berat biasanya mememiliki horsepower yang lebih tinggi.

“Saat mempertimbangkan berapa besar horsepower yang Anda perlukan, perhitungkan berapa banyak jumlah material yang Anda hendak pindahkan menggunakan CTL itu,” Fitzgerald menyarankan.

Spek lain yang kerap diperhitungkan adalah kapasitas operasi rata-rata (rated operating capacity/ROC). “Untuk menentukan ukuran mesin yang tepat, tanyakan diri Anda berapa banyak material yang  hendak diangkat,” kata Kevin Scotese, product manager & sales support untuk compact equipment Volvo Construction Equipment. “ROC sebuah mesin mestinya 35% dari tipping load sesuai ketentuan ISO 14397-1 dan SAE J 818,” ujarnya.

Konfigurasi lengan dan sambungan mempengaruhi kemampuan angkat, dengan radial/radius dan model angkat vertikal yang ditawarkan oleh kebanyakan pabrikan.

“Biasanya, mesin-mesin yang mengangkat dengan gerakan mendatar bagus untuk mendorong material berupa tanah, seperti menutup parit, sementara mesin-mesin yang bergerak vertikal bagus untuk mengangkat material ke dalam truk dan hopper,” kata Fitzgerald. “Jangkauannya sedikit lebih tinggi, dan untuk ukuran tertentu akan memiliki kapasitas operasi yang lebih besar.”

Meski lembaran-lembaran spesifikasi menyediakan semua informasi ini secara lengkap, Steger merekomendasikan perlunya melakukan  “test drive” sebelum memutuskan untuk membeli. “Lembaran-lembaran spesifikasi adalah tempat yang tepat untuk memulai, tetapi Anda perlu mengetahui setiap mesin dan bagaimana alat itu bisa bekerja setiap hari menangani pekerjaan rutin sebelum memutuskan untuk membeli,” dia merekomendasikan.

Ukuran alat secara keseluruhan juga menjadi pertimbangan saat menyeleksi sebuah CTL. Untuk menentukan batas-batas tinggi dan lebar untuk mesin, pertimbangkan lingkungan kerja alat itu kelak. “Kalau ukuran mesin tidak tepat, ia menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam situasi di mana dia tidak bisa memenuhi tuntutan jobsite,” Fitzgerald mengingatkan.

Baca Juga :  Garap Bisnis Rental Alat Berat, Widiant Jaya Kreanindo Gelar IPO

Urusan transportasi unit ke jobsite juga bisa merepotkan jika ukuran dan bobotnya tidak sesuai dengan ukuran trailer. “Compact track loader berpindah-pindah tempat ke banyak lokasi kerja yang berbeda,” ujar Scotese. Jadi, pastikan ukuran dan berat dari alat yang baru dibeli itu mampu diangkut oleh trailer yang tersedia. (bersambung)

Iklan Berca