28 C
Jakarta
Jan 28, 2020.
Image default

Bagaimana Kiprah Blue Bird di Jagat Alat Berat?

Nama Blue Bird sudah identik dengan operator taksi. Tetapi, jangan salah. Perusahaan yang berdiri tahun tahun 1972 ini juga sudah bermain di segmen bisnis alat berat sejak tahun 2012 di bawah bendera PT Pusaka Bumi Transportasi.

Vavioza, Direktur Blue Bird Heavy Equipment, mengatakan PT Pusaka Bumi Transportasi mengageni truk merek Belaz asal negara Belarus, Eropa Timur. Belaz adalah Off Highway Truck (OHT) yang khusus beroperasi di pertambangan seperti batubara, emas, berlian dan lainnya.

“Belaz itu adalah satu-satunya merek truk yang tercatat di Guinness Book of Records dengan kapasitas angkut sampai 495 ton. Truk terbesar di dunia,” kata Vavioza kepada Equipment Indonesia beberapa waktu lalu di Jakarta

Belaz sudah memproduksi truk sejak tahun 1948 dan produknya sudah dipasarkan di lebih dari 70 negara. Tetapi, Belaz baru masuk ke Indonesia sejak 2012 yaitu sejak PT Pusaka Bumi Transportasi menjadi distributornya di Indonesia. Di Indonesia, ujar Vavioza, Pusaka Bumi Transportasi adalah satu-satunya distributor. “Belaz menganut sistem satu-satunya distributor, walaupun kami tidak menyepakati kami sebagai distributor eksklusif,” ujarnya.

Di Indonesia, menurut Vavioza, truk Belaz sudah dipakai antara lain di pertambangan batubara milik PT Bukit Asam. Selain itu, juga perusahaan tambang di Bontang dan Bereau di Kalimantan Timur serta di Lahat, Sumatera Selatan. Total yang sudah terjual di Indonesia menurutnya sekitar 55-60 unit.

Vavioza mengungkapkan, Pusaka Bumi Transportasi menjual berbagai tipe truk Belaz mulai dari 50 ton, 60 ton, 120 ton dan 150 ton. “Itu yang menjadi target penjualan kita. Di atas 150 ton kita akan layani jika ada permintaan khusus,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa customer di Indonesia yang menggunakan truk di atas 150 ton terbatas, hanya perusahaan-perusahaan tambang besar.

Selain menjadi agen truk Belaz, anak usaha Blue Bird ini juga menjadi distributor truk merek Kamaz asal Rusia. Berbeda dengan Belaz yang merupakan truk khusus, Kamaz adalah truk biasa yang bisa beroperasi on the road (OTR). “Bisa di tambang, bisa transporter, logistik, segala macam,” ujar Vavioza.

Truk Kamaz ini tersedia dalam dua kelas, yaitu kelas medium dengan kapasitas mesin 280 Horse Power (HP) dan heavy duty dengan kapasitas mesin 400 HP. Dua kelas Kamaz ini, menurut Vavioza, bisa digunakan untuk apa saja, sesuai kebutuhan para pelanggan.

Mengapa memilih Belaz dan Kamaz? Ia mengakui memang ada banyak brand truk yang bisa diageni, tetapi ada sejumlah kriteria dari Blue Bird sebagai penyaring. Pertama, Blue Bird ingin memastikan bahwa produk tersebut betul-betul akan memberikan kepuasan kepada pelanggan. Kedua, support dari pabrikan.  “Kalau dia hanya ingin jual, kami mungkin agak piker-pikir,” ujarnya.

Dua pabrikan asal negara bekas Uni Soviet tersebut, menurutnya, tidak hanya menjual produk tetapi juga memberikan dukungan fasilitas, pelatihan dan dukungan untuk layanan purna jual (after sales services). “Kami sudah melihat bahwa niat baik dari pabrikan itu cukup kelihatan sehingga kami yakin kalau kami bergandeng dengan merek ini kami punya kemungkinan  untuk bertumbuh dan berkembang dengan baik,” ujarnya seraya menambahkan bahwa Blue Bird tidak fanatik dengan merek truk tertentu saja.

“Blue Bird terbuka kerja sama dengan sekian banyak merek yang ingin kerja sama dengan kami dan kami yakini merek itu akan mampu memberikan satisfaction atau kepuasan kepada pelanggan-pelanggan kami,” ungkapnya.

Salah satu bukti kesungguhan dari kedua principal truk tersebut, menurutnya, adalah dengan mendirikan perusahaan di Indonesia yaitu Kamaz Trucks Indonesia dan Belaz Trucks Indonesia.  “Jadi kita kalau berhubungan dengan manufacturer tidak perlu langsung ke sana. Kami bisa berhubungan dengan perusahaan mereka yang ada di Indonesia,” kata Vavioza.

Bagaiman permintaan truk Belaz di tengah harga batubara yang lesu saat ini? Vavioza mengatakan permintaan cukup tinggi karena produksi batubara di Indonesia juga masih tinggi. “Terlepas dari harga batubara yang naik turun, tetapi demand kebutuhan batubara untuk PLN atau untuk industri yang membutuhkan batubara tidak berkurang. Mungkin, harga batubara dipengaruhi pasar luar. Tetapi terlepas dari itu semua, produksi batubara di Indoneisa masih tetap tinggi, dan pasti akan membutuhkan banyak alat,” ucapnya berharap.

Kontribusi ke induk

Vavioza mengatakan kontribusi segmen bisnis heavy equipment ke grup Blue Bird masih kecil. Meski tidak menyebut angka pasti, ia mengatakan belum sampai 10%.

Ia mengakui memang pihaknya belum begitu agresif. “Ini kan baru mulai tahun 2012. Sejak 2012 sampai sekarang kami masih konservatif, belum agresif menggarap pasar,” tandasnya.

Ke depan, lanjutnya, segmen alat berat ini tentu akan lebih ekspansif lagi merebut pasar, bersaing dengan pemain-pemain lama yang sudah eksis di pasar Indonesia.

“Yang pasti market untuk alat berat di Indonesia ini masih cukup besar. Artinya, kehadiran kami sebetulnya lebih memberikan alternatif pilihan kepada klien untuk mencoba produk-produk dari Eropa Timur seperti apa,” ujarnya.

Vavioza percaya diri, truk Belaz diterima oleh pasar Indonesia karena sudah memiliki reputasi yang baik secara global. “Kalau kami datang ke pameran tambang internasional, Belaz itu salah satu produk yang langganan hadir di sana. Dan orang-orang sudah pada tahu, hanya masuk ke Indonesia baru belakangan ini saja,” ujarnya.

Tahun ini, Vavioza menargetkan bisa meraih penjualan sekitar US$ 20 juta hingga US$ 30 juta. Tanpa menyebut angka, ia mengakui tahun 2018 lalu, penjualan turun. Sedangkan tahun 2017 sekitar US$ 30 juta. “Sekarang kita punya target minmal sama dengan tahun sebelumnya (2017). Itu belum jadi target yang kita kunci, masih bisa berkembang, tergantung situasi,” ujarnya.

Untuk dukungan layanan purna jual, ia memastikan bahwa pihaknya menyediakan spareparts dan tenaga ahli. “Kami siapkan seluruh fasilitas after sales services untuk para pelanggan. Termasuk juga bila diperlukan kami mendatangkan teknisinya dari Belarus. Itu sudah menjadi seperti standar di kami. Kalau mereka membeli unit, maka kami pasti tempatkan spareparts di lokasi mereka. Setidaknya selama satu tahun pertama, customer sudah tidak pikir lagi, semua sudah siapkan,” ungkapnya meyakinkan.#

Related posts