34 C
Jakarta
Okt 23, 2020.
Aftermarket Top News

Bagaimana Menghilangkan Resiko Saat Beli Alat Bekas?

Ingin membeli peralatan bekas tetapi khawatir terjebak dalam banyak masalah, beberapa tips berikut ini mungkin bisa membantu Anda menghilangkan risiko-risiko tersebut.

Ilustrasi alat berat bekas yang beroperasi di quarry (Ist)

Pandemi Covid-19 telah berhasil melumpuhkan industri alat berat Indonesia. Sebetulnya kita tidak sendirian. Kondisi serupa mendera banyak negara di dunia. Maklum ini krisis kesehatan global. Permintaan barang-barang modal itu mengalami penurunan yang sangat drastis semenjak pecahnya wabah tersebut. Hal ini disebabkan karena aktivitas-aktivitas bisnis di sektor-sektor yang mengandalkan penggunaan peralatan berat berhenti.

Hampir sepanjang semester pertama tahun ini, pasar barang-barang modal itu terpuruk. Apakah kondisi ini akan mulai pulih pada semester berikutnya, kuncinya terletak pada keberhasilan kita mengontrol laju penularan Covid-19. Kalau semakin tidak terkendali seperti saat ini, dampaknya terhadap terhadap perekonomian nasional semakin destruktif. Sebaliknya, jika laju penularannya menurun, maka perekonomian akan bergerak maju. Kebutuhan peralatan untuk menggarap berbagai proyek akan mulai muncul.

Bagaimana memenuhi kebutuhan peralatan pasca krisis? Apakah menggunakan unit-unit baru atau bekas? Biasanya, kondisi pasar pasca krisis didominasi oleh mesin-mesin bekas. Tidak sedikit pemilik alat yang melego aset-aset mereka selama krisis. Setelah kondisi ekonomi membaik, alih-alih membeli alat-alat baru, mereka cenderung beralih ke mesin-mesin used sesuai dengan daya beli.

Kalau Anda hendak investasi mesin bekas, Anda harus lakukan secara teliti. Berbeda dengan pembelian unit-unit baru yang kondisi berbagai komponennya serba kinclong dan orisinil, alat-alat bekas sudah mempunyai jam kerja tertentu sesuai pemakaian. Juga mungkin sudah gonta ganti kepemilikan. Perlakuan yang dialami mesin itu selama ini berbeda-beda. Artinya, Anda harus memeriksa dengan cermat sebelum memutuskan untuk membeli. Tanpa itu, investasi yang Anda lakukan akan sangat beresiko. Ada beberapa petunjuk yang Anda dapat ikuti untuk mengurangi risiko yang terkait dengan pembelian mesin bekas.

Periksa kondisi keausan komponen-komponen yang terlihat. Salah satu hal pertama dan terpenting yang harus diperiksa adalah kondisi semua komponen yang mudah terlihat seperti undercarriage, ban dan round-engaging tools (GET). Semua komponen tersebut dapat memberikan indikasi awal yang baik tentang keseluruhan kondisi mesin. Hal ini penting terutama pada alat berat yang menggunakan track, karena undercarriage dapat mewakili sebagian besar harga alat berat bekas, atau biaya yang besar jika komponen-komponen yang aus terlewatkan. Jangan sampai kondisi undercarriage hanya terlihat bagus dari kejauhan tanpa Anda mencermati dari dekat. Intinya, pastikan Anda mengecek kondisi setiap komponen.

Waspadai komponen-komponen hidraulik yang bocor. Silinder-silinder hidraulik yang basah dapat mengumpulkan debu dan kotoran. Periksa mesin apakah ada kebocoran pada selang-selang hidraulik dan area lembab di sekitar valve blocks, pompa dan motor, karena kerusakan-kerusakan pada bagian-bagian tersebut dapat berbuntut biaya perawatan dan perbaikan yang mahal. Belum lagi downtime mesin  dan hilangnya pekerjaan.

Kapan jadwal overhaul mesin berikutnya? Setiap alat berat memiliki perkiraan masa pakai. Periksa jam kerja alat itu untuk mengetahui berapa banyak waktu yang dimiliki mesin sebelum siap untuk dibangun kembali (rebuild). Dari sini, Anda dapat menghitung, berdasarkan perkiraan penggunaan, berapa lama alat berat akan produktif untuk Anda dan berapa biaya perawatan di masa mendatang. Jangan sampai Anda membeli mesin yang sudah di-verhaul berkali-kali. Perlu juga diperiksa apakah mesin itu sudah memiliki komponen-komponen yang di-rebuild.

Perhatikan warna cairan (fluid) pada mesin. Jika oli berwarna gelap atau hitam, itu menjadi indikasi engine itu perlu diservis atau olinya diganti. Tetapi gejala-gejala tersebut bisa juga menjadi indikasi masalah yang lebih mahal, seperti kerusakan engine. Jika oli berbau bahan bakar yang terbakar, ini bisa mengindikasikan panas berlebih atau pengenceran bahan bakar. Perubahan warna oli adalah indikator yang baik karena panas berlebih, kontaminasi atau keausan dalam sistem dan transmisi hidrolik, sekali lagi cium bau oli, apakah baunya terbakar atau tidak.

Operasikan semua fungsi hidraulik melalui siklus lengkap. Periksa apakah ada fungsi-fungsi utama pada mesin itu yang lamban atau sulit bekerja, karena ini dapat mengindikasikan adanya kerusakan, filter tersumbat, atau masalah hidraulik lainnya.

Saat melakukan servis, periksa keausan pada bantalan-bantalan dan sambungan-sambungan. Coba gerakkan bucket dan blade, dan fungsikan kedua attachment itu, apakah ada gerakan berlebihan pada sambungan kedua attachment itu? Kalau ya, ini bisa berarti terjadi keausan atau bearing hancur  serta terjadi keausan pada lubang-lubang sambungan.

Tinjau riwayat perawatan. Sama seperti saat Anda akan memeriksa riwayat servis ketika membeli mobil baru, pemilik alat harus menyimpan catatan pekerjaan perawatan yang telah dilakukan pada mesin selama masa pakainya. Memeriksa dokumen-dokumen ini dapat memberi Anda ide yang cukup bagus, apakah mesin tersebut merupakan prospek yang bersih dan rapi.

Seberapa bersih kabinnya? Kabin yang kotor mungkin tidak mencerminkan keseluruhan kondisi mesin, tetapi hal ini akan memberi Anda gambaran tentang bagaimana pemilik terdahulu menjaga alat itu. Jika tersedia, periksa tampilan pada mesin untuk setiap kode kesalahan yang tercatat atau aktif yang dapat menunjukkan masalah saat ini atau sebelumnya.

Lihat bodywork. Keadaan bodywork akan menunjukkan jika mesin telah digunakan dengan baik atau disalahgunakan. Apakah ada bekas-bekas benturan atau tabrakan. Kalau ada, coba perhatikan bagian dalam dari bekas benturan itu. Apakah ada komponen-komponen atau parts yang bengkok dan semacamnya? EI

44 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Related posts