Peter Parkhomchyk, General Director OJSC “BELAZ” menjelaskan keunggulan off-road truck Belaz. Ttruk-truk besar ini dibekali dengan teknologi yang sudah teruji di berbagai negara. Dia mencontohkan lima unit dump truck tambang Belaz-75473 dengan kapasitas muat 45 MT, yang sejak Oktober 2012 sudah dioperasikan pada lokasi tambang batubara di Kalimantan Timur.
Bekerja dalam dua shift selama 12 jam, truk-truk tersebut melakukan pekerjaan overburden di medan yang sangat menantang. Unit-unit ini dilengkapi dengan diesel engine Cummins КТА19-С, hydromechanical transmission 5+2, fire-fighting system dengan remote switching control. Untuk menjaga performa komponen-komponen engine, truk-truk ini menggunakan sistem lubrikasi terpusat “Lincoln”.
Tersedia juga load and fuel control system (LFCS) dengan sistem monitoring data mengenai lokasi dump trucks, pemakaian bahan bakar, efisiensi pemuatan dan sejumlah fitur teknis lainnya. Semua informasi tersebut diterima oleh spesialis servis dalam mode on-line real time. Sementara untuk menjaga kenyamanan operator selama operasi, kabin truk-truk ini dilengkapi dengan air-conditioner.
Menyinggung efisiensi pemakaian bahan bakar, Peter mengakui bahwa sejauh ini belum ada data empirik. Tetapi dengan merujuk pada pengalaman para customer di Kalimantan, ia mengatakan tingkat penghematannya berkisara antara 7 persen hingga 10 persen. Temuan tersebut sejalan dengan pengalaman para pengguna truk tambang Belaz di Vietnam. “Menurut hemat kami tingkat efisiensi sebesar itu sudah cukup signifikan untuk mengurangi biaya operasional,” ujarnya.
Truk-truk Belaz sebetulnya memilik beberapa pilihan engine. Namun, khusus untuk unit-unit yang dipasarkan di Indonesia digunakan Cummins Engine yang diproduksi di UK atau Amerika Serikat, yang dibeli langsung dari pabrikannya. Bayu menambahkan bahwa pasar Cummins Engine di Indonesia sangat kuat dan populasnya sudah banyak. Kondisi ini memudahkan layanan purna jualnya yang di-support langsung oleh distributor lokal.
Selain Cummins engine, untuk truk-truk berukuran kecil, Belaz menggunakan engine Scania. Peter mengungkapkan, dalam waktu dekat Belaz ini juga akan menggunakan mesin yang diproduksi di Rusia, dan mulai 2017 pabrikan ini mulai menggunakan mesin berbahan bakar gas untuk ukuran 90-130 ton. “Kami sedang melakukan riset untuk menciptakan mesin baru yang bisa menggunakan dua bahan bakar yaitu diesel dan gas. Kami terus mencari teknologi baru supaya bisa lebih baik dibandingkan pesaing-pesaing yang lain,” ia menjelaskan.
“Truk-truk Belaz memiliki cost maintainance yang sangat efisien, dengan bahan bakar yang lebih efisien, dan berdasarkan data dari seluruh pertambangan di dunia unit-unit Belaz mampu menempuh jam kerja yang cukup signifikan,” lanjutnya meyakinkan.
Kapasitas muat produk-produk Belaz yang dipasarkan di Tanah Air cukup bervariasi, dari ukuran medium truck hingga heavy duty truck. Namun, sedikit berbeda dari para pesaingnya, unit-unit medium truck Belaz memiliki kapasitas muat antara 100 hingga 200 ton, sementara pada jajaran kompetitor ukuran yang sama sudah termasuk kategori big truck. Dan Belaz membuat truck dengan kapasitas 496 ton – heavy duty mining truck – sehingga sehingga diklaim sebagai pabrikan yang berhasil memproduksi truk terbesar di dunia.
Khusus untuk kelas 100-200 ton, Belaz menggunakan teknologi electric drive untuk menjamin efisiensi pemakaian bahan bakar. “Kami memiliki data dari seluruh perusahaan tambang di seluruh dunia yang telah menggunakkan truk-truk Belaz. Kesimpulannya, produk-produk Belaz termasuk yang paling efisien menggunakan bahan bakar, dan maintainance-nya juga sangat efisien,” tutup Bayu berpromosi.


















