31.7 C
Jakarta
Mei 28, 2020.
Business Construction EQ Equipment Feature Top News

Ritchie Bros Auctioneer Tawarkan Peralatan Bekas Terbaik Untuk Pasar Indonesia

Perusahaan lelang global, Ritchie Bros Auctioneer mendukung pembangunan di Indonesia dengan mendatangkan alat-alat bekas terbaik.

Lelang langsung Ritchie Bros. (Dok. RBA)

Jika Anda sedang berpikir untuk membeli atau menjual alat-alat berat bekas, termasuk truk-truk bekas, lelang tanpa pagu harga Ritchie Bros Auctioneer (RBA) bisa menjadi pilihan Anda. Perusahaan lelang asal Kanada ini mengklaim dirinya sebagai juru lelang peralatan berat, truk dan mesin-mesin industri lainnya yang terbesar di dunia.

Bisnis lelang alat berat konstruksi global tidak lepas dari nama besar Ritchie Bros. Auctioneer. Perusahaan lelang ini menyelenggarakan lelang di berbagai belahan dunia, dan bisa menghadirkan alat-alat Anda di hadapan para calon pembeli, terlepas dari di mana pun berada. Semua peralatan dapat mereka hadirkan dalam jumlah yang massif dan harga bersaing.

Ritchie Bros. menggelar kegiatan lelang baik secara langsung (live) maupun secara online. Perusahaan yang bermarkas di Burnaby, Kanada ini beroperasi di 12 negara dan menggelar sekitar 40 situs lelang di seluruh dunia.

Selain peralatan bekas, Ritchie Bros. Auctioneer juga menerima pemesanan untuk peralatan baru, sekaligus siap membantu para pemilik alat berat yang mau menjualkan alat bekas, termasuk membantu dari sisi finansial (pembiayaan) bagi klien-klien tertentu.

Majalah Equipment Indonesia mewawancarai David Fanning, Marketing Manager di sela-sela acara Mining & Construction Indonesia 2019 di JI-Expo, Kemayoran (19/09. David menjelaskan konsep lelang Ritchie Bros. dan brand-brand alat apa saja yang dilelang.

Menurut David, alat-alat berat yang dilelang Ritchie Bros. bisa secara individual dan fleet (armada). Jenisnya beragam seperti peralatan konstruksi, mesin-mesin tambang dan  pertanian, truk dan trailer, penanganan material, mesin pembongkaran hingga pengeboran dan masih banyak lagi. Alat-alat yang dilelang dapat diambil dari peralatan-peralatan mereka yang ada di mana-mana, seperti di Australia atau Kanada, AS. Daftarnya bisa dilihat di website https://www.rbauction.co.id.

Bagaimana dengan Ritchie Bros. Auctioneer di Indonesia? “Kami masih baru di Indonesia, kira-kira sudah 10 tahun,” kata David. “Selama ini kami di Australia, menangani kontrak-kontrak alat berat, termasuk di tambang quarry, dan sektor pertanian,” ujarnya sembari menjelaskan kalau Ritchie Bros. sudah mapan di luar Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi pasar yang besar untuk alat bekas dan banyak industri di sini sedang tumbuh. Dia mencontohkan industri konstruksi, pertanian, forestry dan pertambangan.  Namun, diakui juga kalau sektor tambang sedang melambat dalam beberapa tahun terakhir. “Sektor pertambangan saat ini memang sedang melambat. Namun konstruksi Indonesia baru saja bangun. Jadi masih sangat cerah,” dia menjelaskan mengapa Ritchie Bros. optimis dengan pembangunan konstruksi.

Perusahaan lelang ini ingin berpartisipasi lebih serius dalam mendukung pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia. David mengatakan, Ritchie Bros. bisa menyediakan alat-alat berat bekas yang dikapalkan dari Darwin, kota pelabuhan Australia yang terdekat dengan Kupang (Indonesia).

Menurut David, Ritchie Bros. menyediakan mesin-mesin dengan model yang mungkin sedikit lebih tua, tetapi barangnya masih bagus dengan harga yang jauh lebih murah dibanding produk-produk yang masih baru. Harga alat-alat baru bisa sangat mahal. “Jadi, Ritchie Bros. menyediakan aneka pilihan alat berat bekas dengan harga menawan,” ujarnya.

Untuk mengembangkan pasarnya di Indonesia, Ritchie Bros. membuka diri untuk bekerja sama dengan para pemilik alat untuk membantu menjual unit-unit bekas yang memang mau dilepas.  

Ketika ditanya bagaimana meyakinkan customer bahwa alat berat yang dilelang ini layak dibeli, David mengatakan, “Ya, kami mengajak mereka untuk memeriksa sendiri barang-barang yang dilelang. Semuanya dicek, luar dan dalam. Untuk memastikan bahwa alat ini yang masih baik atau tidak, tes sendiri mesinnya. Customer boleh tanya apa saja.”

Di membandingkan dinamika pasar Indonesia dengan pasar-pasar di negera-negara seperti di Meksiko dan Spanyol. “Kami melihat pasar di Indonesia sangat aktif, sedangkan Spanyol sangat lambat pertumbuhannya, demikian juga Meksiko,” ujarnya. #

 

62 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Related posts