31.7 C
Jakarta
Mei 28, 2020.
Construction Construction EQ Equipment Feature Industry Top News

Berkunjung ke Pabrik Excavator Terbesar Dunia, SANY

Untuk pertama kalinya, PT Sany Perkasa membawa rombongan dalam jumlah besar untuk mengunjungi dua fasilitas produksinya di Tiongkok, yang diklaim sebagai pabrik excavator terbesar dan paling canggih di dunia.

Suasana sana hening sangat terasa ketika kami memasuki area pabrik excavator SANY di Lingang Industrial Park di Shanghai, China pada November 2019. Kawasan pabrik yang begitu luas terasa sepi sejak kami memasuki gerbang utama. Di balik pintu gerbang itu, terdapat enam unit wheel loader anyar yang berbaris rapi, seakan-akan hendak menyambut setiap tamu yang datang. Suasana tak kunjung berubah saat kami berada di lobby hingga kami berada di area jalur produksi.

Pabrik excavator SANY ini tidak sedang libur, apalagi berhenti beroperasi, tetapi memang seperti inilah kondisi kesehariannya, menurut penjelasan pemandu yang mendampingi rombongan customer PT Sany Perkasa yang mengelilingi pabrik itu.  Rombongan pelanggan yang berpartisipasi kali ini bergerak di berbagai industri di Indonesia seperti konstruksi, pertambangan, quarry, kelapa sawit hingga rental. Sebagian besar dari mereka adalah pengguna excavator SANY.

Meski SANY memiliki banyak fasilitas produksi di China, namun hanya ada dua pabrik yang disambangi para tamu istimewa asal Indonesia ini, yaitu Lingang Industrial Park di Shanghai dan Kunshan Industrial Park di Provinsi Jiangsu. Kedua pabrik ini membuat excavator dalam berbagai ukuran dan juga wheel loader – lini produk yang baru saja dikembangkan pabrikan ini.

Di China sendiri, SANY sudah membangun enam industrial park yang tersebar di Shanghai, Kunshan, Changsha, Shenyang, Kunshan, Beijing hingga Urumchi. Di samping itu, SANY memiliki pusat-pusat R&D global dan basis-basis manufaktur di Amerika Serikat, Jerman, India hingga Brasil. Terungkap dalam ‘SANY Global Dealers Summit’ di Changsha pada 29 Oktober 2019 yang dihadiri oleh lebih dari 400 perwakilan dealernya dari hampir 100 negara dan wilayah, seperti Amerika Serikat, Jerman, Prancis, India, Kuwait, Thailand dan Indonesia bahwa sekarang SANY memiliki lebih dari 300 dealer premium luar negeri, yang terbesar di industri ini.

Pabrik terbesar dan modern

Majalah Equipment Indonesia yang ikut dalam kunjungan itu tidak asing lagi dengan kedua pabrik SANY di Lingang dan Kunshan itu. Keduanya dikenal sebagai pabrik alat konstruksi paling besar dan menarik di China pada saat baru diresmikan karena memiliki kelengkapan yang mumpuni. Pabrik-pabrik SANY ini memiliki area taman yang hijau di tengahnya plus meja kursi dan air mancur yang didesain untuk memberikan kenyamanan kepada para pekerja. Lantai pabrik-pabrik ini pun sangat terawat, sehingga benar-benar menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.

Kim Lee, dalam pertemuan khusus dengan rombogan customer asal Indonesia ini, mengatakan bahwa excavator-excavator SANY dibuat dengan teknologi modern, mengaplikasikan sistem komputerisasi penuh. Pabrik-pabrik ini memiliki ruang kontrol yang transparan dan jalur produksi paling canggih, penggunaan mesin-mesin pintar alias robot untuk beberapa jenis pekerjaan seperti pengelasan dan pengecatan. Satu unit robot bisa menggantikan sekitar lima tenaga kerja manusia. Assembly line pabrik-pabrik ini serba otomatis sehingga mampu meminimalir jumlah tenaga kerja dan menyederhanakan proses produksi. Alhasil, fasilitas-fasilitas produksi SANY di Lingang dan Kunshan menghasilkan mesin-mesin excavator yang berkualitas tinggi.

Pabrik SANY di Lingang Industrial Park diklaim sebagai pabrik excavator terbesar dan paling canggih di dunia. Saat diresmikan pada tahun 2012, pabrik ini bisa memproduksi satu excavator setiap lima menit. Pabrik yang dibangun dengan biaya $818.5 juta ini menggunakan sistem manajemen produksi yang terkomputerisasi yang mengatur seluruh proses produksi, dari mulai plat baja kasar, pengelasan, pembuatan komponen-kompmonen hingga perakitan final. Pabrik ini terutama membuat excavator-excavator di kelas 20 hingga 30 ton.

Kerangka-kerangka dan komponen-komponen excavator diangkut secara otomatis dari terowongan bawah tanah untuk mengoptimalkan produksi. Cara kerja seperti ini meniadakan penggunaan forklift untuk pekerjaan lifting. Jadi, di pabrik yang modern ini, Anda tidak akan melihat forklift yang mondar mandiri di area jalur produksi karena semua logistik di dalam area kerja (workshop) sudah merealisasikan sistem otomatisasi penuh.

Jalur produksi pada pabrik-pabrik SANY ini sudah dirancang sedemikian rupa sehingga hanya terdiri dari satu jalur (one flow). Semua tahap pekerjaan dilakukan secara berurutan dari mulai penyediaan material seperti plat baja kasar, pembuatan kerangka, pengelasan dan pelapisan komponen hingga perakitan. Jalur produksinya terkoneksi dengan cara yang kompak. Desain seperti ini berhasil meningkatkan efisiensi dan mengurangi logistik, sehingga menjadikan pabrik-pabrik SANY ini yang paling efisien, yang menghasilkan logistik keseluruhan yang terpendek di industri ini.

Total produksi pabrik SANY di Lingang saat ini mencapai 40 ribu unit per tahun, yang diklaim sebagai yang terbesar di China. Sebagian besar dari produk-produk ini diekspor, termasuk ke Indonesia, yang merupakan pasar paling potensialnya di kawasan Asia Tenggara, menurut pengakuan Kim Lee. #

247 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts